HARTABUTA :
Kamis, 29-5-2025.
BAGIAN I
Deskripsi :
- Menurut Versi Lisan Keluarga Beron & Sebagian Kauman Rengel secara turun-temurun, KH. SYUHADAA" & NYAI SYUHADAA", Kauman Rengel-Tuban-Jawa Timur memiliki 3 Putera, lalu temukan tambahan 1 putera lagi lewat catatan KH. ABU NA'IIM, Leran-Manyar-Gresik dari Dzurriyyah KH. Qomaruddiin + Nyai Kabsah, Sampurnan-Bungah-Gresik-Jawa Timur & Nyai Waalidain binti KH. Onggo Yudho Minaanur Rohmaan Al Haafiz bin Nyai.... binti Kiyai 'Abdullooh Sambu bin KH. Moyokerti Kusumo Yudho/ Sumoyudho 'Abdul Jabbaar + Isteri Sepuh Nyai Den Ayu Puteri Sambu, Nglirip-Jojogan-Tuban.
- Atas dasar itu lalu SUHU menulisnya menjadi 4 Putera yakni : 1. KH. Ghozalii Kauman Rengel, 2. KH. Mustaroom, Kauman Rengel, 3. KH. Syihaabuddiin Kauman Rengel , 4. KH. Thoohir.
- SUHU lewat Jalur KH. Syihaabuddiin Kauman Rengel dan sejak tahun 1975 di Pambon-Brondong-Lamongan-Jawa Timur telah dibentuk dan diresmikan PAGUYUBAN KELUARGA bernama IKS (IKATAN KELUARGA SYIHAABIYYAH) maaksudnya Organisasi Keluarga tempat berkumpulnya dzuriyyah KH. Syihaabuddiin & Nyai Shomo dengan 7 Tokoh Kunci Putera Beliau Berdua yakni :
- KH. Ahmad Choziin PP. Langitan III + Nyai Hj. Shofiyyah binti KH. Ahmad Shoolih PP. Langitan + Nyai Hj. Maryam binti Nyai Nuur Muhyiddiin binti Kiyai Muhtaar, Cepoko-Nganjuk-Jawa Timur.
- KH. Shofwaan + Nyai Hj. Siti Musyrii'ah, Makam Agung-Kingking-Tuban.
- KH. 'Abdur Rohmaan + Nyai Hj. Aminah, Kauman Rengel.
- Nyai Suqoisyii + Kiyai Ya'quub, Berek-Sumberjo-Bojonegoro-Jawa Timur.
- KH. Iskandar + Nyai Hj. Siti Rukminah, Pambon-Brondong-Lamongan-Jawa Timu
- Nyai Sumiasih Rahayu + KH. Joyo Syaahid / KH. Joyomiharjo, Bangilan-Tuban-Jawa Timur.
- Siti Faathimah Awwal/ Siti Faathimah Uulaa + KH. 'Abdullooh Affandii Zainal Ma'aarif Shoolihuuun, PP. Beron I, Punggulrejo-Rengel-Tuban-Jawa Timur.
BAGIAN II
Tujuan Penulisan
Di antaranya :
- Diketahui & dipahami secara bijaksana bijaksini bijaksitu oleh segenap Dzurriyyah Para Leluhur Yang Sama baik dari Jalur Lelaki maupun Jalur Perempuan oleh Penduduk IKS dan Non IKS yang serumpun.
- Dari bibit ABUL BASYAR NABII ADAM & UMMUL BASYAR yang hanya dua (2) orang saja atas Qudroh IroodahNYA berkembang menjadi Keluarga, Bersuku-Suku Berbagai Ras & Berbangsa-Bangsa yang menyebar di seluruh Dunia bisa semakin menambah, mempertebal, memperkuat, memperkokoh kajan, pemahaman, penghayatan & praktek RUKUN “IIMAAN, ISLAAM & IHSAAN menuju TAQWALLOOH.
- Mengkembangkan keturunan secara terhormat sebagai Manusia Berakal dengan cara menjauhkan diri dari berbagai perbuatan Mo Limo yang terlarang dan terlaknat & segala pemahaman & perbuatan yang tercela menurut Hukum ALLOOH SWT & RosuulNYA MUHAMMAD S"AW
- Mengenang kembali perjuangan Banii Leluhur Kita dan putera - puteranya dalam menegakkan Kalimah ALLOOH SWT.
- Menganjurkan kepada semua Banii Leluhur Kita agar sering berdo’a buat orang – orang tuanya, baik yang masih hidup maupun tang telah wafat.
- Selalu berupaya sedemikianrupa untuk saling asah asih & asuh yang penuh kasih sayang utuh dan & tulus Sesama Dzurriyyah secara yang Istiiqoomah tetap memelihara Ukhuwah Arhamiyah, Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Qoumiyah.
- Mengajak semua Keluarga Dzurriyyah Para Leluhur Kita di JALAN LURUS dalam amar ma’ruf dan nahi munkar sebagaimana yang diatur dalam SYARII’ATUL ISLAAM.
- Minimal Anak Cucu bisa memahami & mempraktekkan RUKUN “IIMAAN, ISLAAM & IHSAAN menuju TAQWALLOOH.
- Minimal Anak Cucu mampu membaca Al Qur-aanul Kariim dengan ‘Ilmu Tajwiid yang benar.
- Minimal Anak Cucu mampu memahami & mempraktekkan ‘ILMU FIQIH ISLAAM TINGKAT DASAR.
- Mampu menjaga sedemikianrupa hubungan kekerabatan Sesama Dzurriyyah yang duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, saling hormati, saling hargai yang sewajarnya & setinggi apapun Jabatan, Pekerjaan & Setatus Sosial tetaplah memiliki batasan-batasan Achlaaqul Kariimah.
- Ber-Achlaaqul Kariimah terhadap Seluruh Machluuq ALLOOH SWT karena untuk segala urusan dalam dimensi waktu, ruang, tempat & jiwa raga sungguh ada Aturan Mainnya, Ada Tata Caranya, Ada Achlaaqul Kariimahnya.
BAGIAN III
Pedoman Pokok Wajib Tentang Silsilah Keluarga & Nasab.
1. ‘Ibaadah sesuai Syarii’atul ISLAAM
Ø Jaga silsilah nasab bukanlah untuk Adigang Adigung Adiguno namun dalam kerangka ‘Ibaadah kepadaNYA.
Firman ALLOOH SWT di suuroh Adz Dzaariyaat 56 :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Tiada tujuan lain (AKU ALLOOH) telah menciptakan Jin & Manusia kecuali hanyalah agar Mereka menyembah kepadaKU.
2. Media ‘Ibaadah demi menjaga kehormatan Diri Sendiri, Keluarga & Leluhur Sewajarnya, Proporsional, Obyektif dan Professional & Selalu Menjunjung Tinggi/ Budi Pekerti Baik, Mulia & Luhur/ Achlaaqul Kariimah (أخلاق الكريمة )
Firman ALLOOH SWT di Suuroh Al Ahzaab Aayah 21 :
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْأخرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak mengingat
ALLOOH.
مَا مِنْ شيْئ ٍأَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ
Tidak
ada sesuatu yang lebih berat pada timbangan (kebajikan) seorang mukmin pada
hari kiamat daripada akhlak yang mulia (HR At-Tirmidzi).
3. Lahan berbuat Kebajikan dengan semangat فاستبقواالخيرات (Maka berlomba-lombalah kalian dalam hal Kebajikan !).
Firman ALLOOH SWT di Suuroh Al Baqoroh 148 :
وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر
Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Nabii Muhammad S’AW bersabda :
اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Bertaqwaalah kamu kepada ALLOOH dimanapun kamu berada! Iringilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya dia akan menghapuskannya! Pergaulilah manusia dengan achlaaq yang mulia ! (HR. Turmudzii).
Saling berkolaborasi untuk berbuat Kebajikan dalam wadah Rukun “IIMAAN, ISLAAM & IHSAAN” menuju TAQWAA.
Firman ALLOOH SWT di Suuroh Al Maa-idah Aaayah 2 :
وتعاونواعلى البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم و العدوان
Dan saling tolong menolonglah kalian dalam hal kebaikan & taqwaa dan janganlah saling tolong menolong kalian dalam hal dosa & permusuhan)
3. Benteng Keluarga & Anak Cucu agar tidak terperosok dalam perbuatan Aneka Dosa & bisa selamat dari Siksa Api Neraka.
قوا أنغسكم و أهليكم نارا (أ لتحريم : ٦)
Selamatkanlah Diri Kalian dan Keluiarga Kalian dari Api Neraka (At Tahriim : 6)
4. Benteng Keluarga & Anak Cucu agar selalu mampu menjalankan Rukun “IIMAAN, ISLAAM & IHSAAN” dalam rangka menuju TAQWAA.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْر
(١٣ ألحجرات)
Hai Manusia, sesungguhnya KAMI telah menciptakan kamu dari Seorang Laki-Laki dan Seorang Perempuan dan menjadikan kamu berBangsa-Bangsa dan berSuku-Suku supaya kamu saling kenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi ALLOOH adalah orang yang Paling TAQWAA di antara kalian. Sesungguhnya ALLOOH Maha Mengetahui lagi Maha Mengkenali.
Firman ALLOOH SWT dalam Suuroh An Nisaa” (4:1) :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا
وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَائلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Hai sekalian manusia, bertaqwaalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allâh menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allâh memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allâh yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allâh selalu menjaga dan mengawasi kamu
5. Sebagai bagian dari Trik & Tips ikut serta aktif dalam menciptakan Keluarga Sakiinah ma Waddah wa Rohmah sebagai embrio dari terciptanya Masyarakat & Negara yang tenang, tentram, damai, harmonis, toleransi yang proporsional & obyektif, saling (mengkuatkan, menopang, mendukung, melengkapi & menyempurnakan) dalam bentuk kesatuan & persatuan yang kuat & kokoh dalam hal kebaikan baik Urusan Dunia maupun Aachiroh meski di dalamnya terdapat kemajemukan dalam Pemahaman & Praktek RUKUN “IIMAN, ISLAAM, IHSAAN” menuju “TAQWALLOOH”
Firman ALLOOH SWT di Suuroh Aali ‘Imroon Aayah 103 :
وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ أيَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah Kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat ALLOOH kepada Kalian ketika Kalian dahulu (masa Jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka ALLOOH mempersatukan hati Kalian, lalu menjadilah Kalian karena ni’mah ALLOOH, orang-orang yang bersaudara; dan Kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu ALLOOH menyelamatkan Kalian dari padanya. Demikianlah ALLOOH menerangkan Tanda-Tanda KemahasegalaanNYA kepada Kalian, agar Kalian mendapat petunjuk.
Dan berpegang teguhlah Kalian terhadap Tali AGAMA ALLOOH “ISLAAM” & janganlah sampai terpecah-belah !
6. Agar selalu mampu bersyukur kepada ALLOOH SWT atas segala ni’mahNYA termasuk keberadaan diri di Dunia ini yang pada dasarnya hanya seorang yakni Nabii Adam ‘As, lalu diciptakan Hawwaa” ‘AS, lalu berkembang di seluruh Dunia hingga muncul Diri Kita & tidak (bangga overdosis, merendahkan orang/suku bangsa lain, menganggap diri paling mulia & unggul Pemegang Kunci Syurga, sombong & dzoolim) sehingga jauh dari lahirnya segala bentuk kemungkaran & kerusakan baik Diri Sendiri, Keluarga, Masyarakat, Nusa, Bangsa & Agama..
Firman ALLOOH SWT dalam Suuroh Al A’roof (7:189) :
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya …
7. Ingat Asal-Usul Bangsa Manusia, Banii Adam wa Hawwaa”, Bangsa Nusantara NKRI Pancasila, Leluhur Keluarga Besar & Diri Pribadi, Janganlah Jangan Sampai Sombong Lupa Diri “Darat, Laut & Udara”.
Lalu di Suuroh At Thooriq 86:5-14 :
5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.
خُلِقَ مِنۡ مَّآءٍ دَافِقٍۙ
6. Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar,
يَّخۡرُجُ مِنۡۢ بَيۡنِ الصُّلۡبِ وَالتَّرَآٮِٕبِؕ
7. yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada.
اِنَّهٗ عَلٰى رَجۡعِهٖ لَقَادِرٌؕ
8. Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati).
يَوۡمَ تُبۡلَى السَّرَآٮِٕرُۙ
9. Pada hari ditampakkan segala rahasia,
فَمَا لَهٗ مِنۡ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍؕ
10. maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.
وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الرَّجۡعِۙ
11. Demi langit yang mengandung hujan,
وَالۡاَرۡضِ ذَاتِ الصَّدۡعِۙ
12. dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,
اِنَّهٗ لَقَوۡلٌ فَصۡلٌۙ
13. sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil),
وَّمَا هُوَ بِالۡهَزۡلِؕ
14. dan (Al-Qur'an) itu bukanlah sendagurauan.
اِنَّهُمۡ يَكِيۡدُوۡنَ كَيۡدًا
Firman ALLOOH SWT di Suuroh Al An’aam 98 :
وَ هُوَ الَّذِىۡۤ اَنۡشَاَكُمۡ مِّنۡ نَّفۡسٍ وَّاحِدَةٍ فَمُسۡتَقَرٌّ وَّمُسۡتَوۡدَعٌ ؕ قَدۡ فَصَّلۡنَا الۡاٰيٰتِ لِقَوۡمٍ يَّفۡقَهُوۡنَ
Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
Nabii Muhammad S’AW bersabda tentang prinsip-prinsip hak-hak manusia yang disampaikan ketika Haji Wada' (Perpisahan) :
يَااَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ ٬ وَاِنَّ اَبَاكُمْ وَاحِدٌ ٬ أَلاَ لاَ فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى
عَجَمِيٍّ ٬ وَلاَ لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلاَلأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ٬ وَلاَ لأَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَإِلاَّ بِالتَّقْوَى
Wahai manusia, sesungguhnya Tuhanmu adalah satu. Bapamu adalah satu.
Ketahuilah, tidak ada keutamaan bagi bangsa Arab atas bangsa non-Arab, tidak
pula non-Arab atas bangsa Arab, tidak pula orang Merah atas yang Hitam, tidak
pula Yang Hitam atas yang Merah kecuali dengan Taqwaa. (H.R. Al- Baihaqii).
Nasab yaitu keturunan atau kerabat. Pertalian kekeluargaan berdasarkan hubungan darah melalui akad perkawinan yang sah. Kata Nasab di dalam Al-Qur’an disebutkan dalam tiga tempat yakni dalam Suuroh Al Mu”minuun : 101, Suuroh Al Furqoon : 54, dan Suuroh An Nisaa” : 23.
Al Furqoon 54 :
وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاۤءِ بَشَرًا فَجَعَلَهٗ نَسَبًا وَّصِهْرًاۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا
DIAlah (pula) yang menciptakan manusia dari air (mani). Lalu, Dia menjadikannya (manusia itu mempunyai) keturunan dan muṣāharah (persemendaan). Tuhanmu adalah Mahakuasa.
An Nisaa” 23 :
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْٓ اَرْضَعْنَكُمْ
وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَاُمَّهٰتُ نِسَاۤىِٕكُمْ وَرَبَاۤىِٕبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّۖ فَاِنْ لَّمْ
تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْۖ وَحَلَاۤىِٕلُ اَبْنَاۤىِٕكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْۙ وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا
قَدْ سَلَفَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Diharoomkan/Dilarang Keras atas kalian (menikahi) ibu-ibu kalian, anak-anak perempuan kalian, saudara-saudara perempuan kalian, saudara-saudara perempuan ayah kalian, saudara-saudara perempuan ibu kalian, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki kalian, anak-anak perempuan dari saudara perempuan kalian, ibu yang menyusui kalian, saudara-saudara perempuan kalian sesusuan, ibu istri-istri kalian (mertua kalian), anak-anak perempuan dari istri kalian (anak tiri kalian) yang dalam pemeliharaan kalian dari istri yang telah kalian campuri/setubuhi, tetapi jikalau kalian belum bercampur/bersetubuh dengan istri kalian itu (dan sudah kalian ceraikan), tidak berdosa bagi kalian (menikahinya), (dan diharoomkan bagi kalian) istri-istri anak kandung kalian (menantu kalian), dan (diharoomkan pula) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya ALOLOOH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
8. Benteng Keluarga & Anak Cucu Agar Selalu menjaga Silatur Rohmi.
Sabda Nabii Muhammad S’AW :
أيها الناس ، أفشوا السلام ، وأطعموا الطعام ، وصلوا الأرحام ، وصلُّوا بالليل والناس نيام , تدخلوا الجنة بسلام
“Wahai manusia, sebarkanlah salaam, berikanlah makan, sambunglah silaturrohmi, sholatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, kalian akan masuk Syurga dengan selamat,” (HR. Ibnu Maajah & At Tirmidzii).
9. Benteng Keluarga & Anak Cucu agar mampu menjadi Miniatur Kehidupan Masyarakat yang harmonis, tidak mudah terpecah belah karena selalu menjalankan Hukum ALLOOH & ROSUUL-NYA.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ
إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (ألنساء ٥٩)
10. Terhindar dari Hubbud Dun-nyaa.
ROSUULULLOOH S’AW bersabda:
إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إلِىَ صُوَرِكُمْ وَلاَ إِلىَ أَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Sesungguhnya Allâh tidak melihat kepada fisik dan kekayaan kalian. Akan tetapi melihat hati dan amalan kalian [HR. Muslim no. 2564]
11. Tidak Terjebak Dalam Fanatik Gila Silsilah & Nasab & Merasa Diri Bebas Berbuat Aneka Dosa nYang Berlaku Bagi Seluruh Banii Adam wa Hawwaa” Tanpa Kecuali & Seluruh Hubungan Pertalian Silsilah & Nasab Kelak Akan Hilang Terputus Lenyap.
Apanya yang dibangga-banggakan & disombongkan dari Silsilah & Nasab karena kelak kesemuanya itu tiada gunanya samasekali jikalau sudah berada di Padang Mahsyar untuk diHisaab ‘Amal Baik Buruknya.
ALLOOH SWT berfirman dalam Suuroh Al Mu’minuun 101 :
فَإِذَا نُفِخَ فِی ٱلصُّورِ فَلَاۤ أَنسَابَ بَیۡنَهُمۡ یَوۡمَئذࣲ وَلَا یَتَسَاۤءَلُونَ
Jikalau trompet sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (Hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya.
Janganlah sampai terjebak dalam membangga-banggakan silsilah & Nasab karena kelak di Hari Hisaab ‘Amal Baik Buruk, Raportan di Padang Mahsyar bukan Ayah, Ibu, Kakek, Leluhur terutama yang menjadi Pembesar ‘Aalim ‘Ulamaa” & ‘Umaroo” Kita yang bisa menyelamatkannya Nasib Syurga ataukah Neraka setiap Individu, itu hanyalah kualitas & kuantitas IIMAAN, ISLAAM, IHSAAN yang berbuah TAQWAA.
Firman ALLOOH SWT dalam Suuroh ‘Abasa 33-37 :
فَإِذَا جَاۤءَتِ ٱلصَّاۤخَّةُ ، یَوۡمَ یَفِرُّ ٱلۡمَرۡءُ مِنۡ أَخِیهِ ، وَأُمِّهِ وَأَبِیهِ ، وَصَـاحِبَتِهِۦ وَبَنِیهِ ، لِكُلِّ ٱمۡرِئࣲ مِّنۡهُمۡ یَوۡمَىِٕذࣲ شَأۡنࣱ یُغۡنِیهِ
Maka jikalau terompet sangkakala sudah ditiup, Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya.(‘Abasa : 33-36)
Saat tiupan sangkakala yang kedua, orang-orang lari dari saudaranya, lari dari ayah ibunya, lari dari istri dan anaknya. Karena mereka sibuk memikirkan dirinya masing-masing. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.
Firman ALLOOH dalam Suuroh Al Hujuroot 13 :
إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَاكُمۡۚ
Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling berTaqwaa.
Banyak orang yang membangga-banggakan nasab ketika di dunia. Padahal kelak di hari kiamat bukan ayah, ibu, kakek, kita yang bisa menyelamatkan.
فَإِذَا جَاۤءَتِ ٱلصَّاۤخَّةُ (33) یَوۡمَ یَفِرُّ ٱلۡمَرۡءُ مِنۡ أَخِیهِ (34) وَأُمِّهِ وَأَبِیهِ (35) وَصَـٰاحِبَتِهِۦ وَبَنِیهِ (36)
Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. (‘Abasa: 33-36)
Saat tiupan Terompet Sangkakala yang ke dua kalinya, Setiap Pribadi Orang lari dari Saudaranya, lari dari Ayah Ibunya, lari dari Isteri dan Anak Cucunya, lari dari Para Sahabatnya, lari dari Para Tetangganya, lari dari Para Gurunya/Kiyainya/Nyainya karena Seluruh dari Mereka sibuk memikirkan Nasib Dirinya Masing-Masing, Raport Bagus ataukah Raport Jelek, Sukses ataukah Gagal pada saat meniti di atas Jembatan Shiroothol Mustaqiim yang lebarnya hanyalah sebatas ukuran Rambut Manusia Dibelah 7 Bagian, Neraka ataukah Syurga ?! Segala bentuk glamournya dan kemegahan kehidupan Dunia sudah tidak berarti lagi alias tiada guna lagi termasuk URUSAN SILSILAH KELUARGA, SILSILAH LELUHUR, NASAB KELUARGA & NASAB LELUHUR.
لِكُلِّ ٱمۡرِئࣲ مِّنۡهُمۡ یَوۡمَىِٕذࣲ شَأۡنࣱ یُغۡنِیهِ
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. (‘Abasa: 37)
Maka ALLOOH menjamin orang masuk surga itu bukan karena nasabnya.
إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىكُمۡۚ
Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. (Al-Hujurat: 13)
Adapun hadits yang dibawakan oleh Imam An-Nawawi Rahimahullah dalam bab ini, yaitu hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu. Beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
اثنتان في الناس هما بهم كفر: الطعن في النسب، والنياحة على الميت
“Ada dua perbuatan yang apabila ini dilakukan oleh kaum Muslimin bisa menjerumuskan kepada kekufuran; mencela nasab seseorang, dan meratapi mayat.” (HR. Muslim)
Marilah kita untuk selalu memperbaiki diri kita. Siapa pun kita, keturunan siapa, bagaimanapun nasab kita. Karena yang dilihat oleh Allah bukan fisik kita.
وَعَنْ أبي هُريْرة عَبْدِ الرَّحْمن بْنِ صخْرٍ رضي الله عَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعمالكم “رواه مسلم.
Dari Sahabat Abi Hurairah ‘Abdurrahman bin Shakr mengatakan: Rosululloh bersabda:
“Sejatinya Allah tidak melihat pada tubuh atau jasad kalian, juga tidak melihat pada wajah kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian dan amal kalian” [HR Muslim]
Dari Sa'ad bin Malik radiallahu anhu bahawa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda :
ﻣْﻦ ادﱠَﻋﻰ ِإَلىَ ﻏِيرَأِﺑﻴِﻪَ وُﻫَﻮ ﻳَﻌَﻠُﻢ َأﻧﱠُﻪَ ﻏُيرَأِﺑﻴِﻪَ ﻓﺎَلجنةﻋَﻠْﻴِﻪَ ﺣَﺮاٌم
Siapa saja yang mendakwa untuk menisbahkan kepada selain kepada Ayahnya, sedangkan dia mengetahui bahwasanya orang itu bukan Ayahnya, maka Haroom kepadanya untuk menghuni Syurga.
Firman ALLOOH SWT di Suuroh Al Isroo” Aayah 32 :
َوَﻻﺗَـْﻘَﺮُﺑﻮ۟اٱﻟِّﺰَٰٓنى ِۖإﻧﱠُﻪۥَﻛﺎَنَﻓـٰـِﺤَﺸًﺔَوَﺳٓﺎَءَﺳِﺒﻴًﻼ
Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jelek/jahat yang membawa kerusakan (HR. Imaam Abu Daawud).
Hormat Bakti Orang Tua Terutama Ibu
Suuroh An Naḥl Aayah 78 : ْ
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan ALLOOH telah mengkeluarkan kalian dari perut Ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan DIA menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kalian bersyukur.
وَ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنِ ادَّعَى نَسَبًا لَا يَعْرِفُ كَفَرَ بِاللَّهِ وَ مَنِ اتْتَفَى مِنْ نَسَبٍ وَ اِنْ دَقَّ كَفَرَ بِاللَّهِ
(رواه الطبراني)
ROSUULULLOOH S’AW bersabda,”Siapa saja yang mengaku-ngaku nasab (keturunan) yang dia sendiri tidak tahu, maka jadi Kaafirlah dia kepada ALLOOH, dan Siapapun yang mengingkari nasabnya walaupun samar nasab itu, maka Kaafirlah juga dia kepada ALLOOH” (HR. Thobaroonii/Thobroonii).
وَ رَوَى أَحمَدُ : إِنَّ لِلَّهِ تَعَالَى عِبَادًا لَا يُكَلِّمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ لَا يُزَكِّيْهِمْ وَ لَا يَنْظُرُ اِلَيْهِمْ وَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ ، قِيْلَ وَ مَنْ اُولَئِكَ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ ؟ قَالَ مُتَبَرِّئٌ مِنْ وَالِدَيْهِ رَاغِبٌ عَنْهُمَا وَ مُتَبَرَّئٌ مِنْ وَلَدِهِ وَ رَجُلٌ أَنْعَمَ عَلَيْهِم قَوْمٌ فَكَفَرَ نَعْمَتَهُمْ وَ تَبَرَّأَ مِنْهُمْ ، وَالْمُرَادُ الْاِنْعَامُ بِالْعِتْقِ (رواه أحمد) .
Dan diceritakan Imaam Ahmad : Sesungguhnya ALLOOH Ta'aalaa itu mempunyai Hamba, yang tidak akan berbicara ALLOOH dengan Mereka pada Hari Qiyaamah, dan ALLOOH tidak akan menyucikan dosa Mereka, dan ALLOOH tidak memandang Mereka (dengan rasa kasih sayang), dan bagi Hamba itu diberikan siksaan yang pedih. Sahabat bertanya: siapa Mereka itu ROSUULULLOOH ?
Beliau menjawab,”Yaitu orang yang menyatakan lepas diri dari kedua orang tuanya (tidak mengakui orang tua) marah kepada orang tuanya. Orang yang lepas tangan dari anaknya (tidak mengakui anak), dan orang yang diberi kenikmatan oleh Suatu Qoum lalu dia ingkari dari Mereka serta melepaskan diri dari Mereka. Yang dimaksud dengan “ memberikan kenikmatan” di sini adalah “Kemerdekaan (memerdekakan budak) - (HR. Ahmad).
QS. Al-A'roof 178 :
مَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِيْۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Siapa saja yang diberi petunjuk oleh ALLOOH, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan siapa saja yang disesatkan ALLOOH, maka Merekalah orang-orang yang rugi.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَأْخُذَ اللَّهُ شَرِيطَتَهُ مِنْ أَهْلِ الأَرْضِ ، فَيَبْقَى عَجَاجٌ لا يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا ، وَلا يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا
“Tidaklah Hari Kiamat akan datang sampai Allah ‘mengambil’ orang-orang yang baik dan beragama dari penduduk bumi sehingga yang tersisa hanyalah orang-orang yang hina dan tidak memiliki kebaikan sama sekali. Mereka tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari yang mungkar.” (HR Ahmad).
Larangan Membangga-Banggakan Silsilah & Nasab, Sekaligus Larangan Mencelanya :
ﻭﻋﻦ ﺳﻠﻤﺎﻥ ، ﻋﻦ ﻧﺒﻲ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ، ﺛﻼﺛﺔ ﻣﻦ اﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ : اﻟﻔﺨﺮ ﻓﻲ اﻷﺣﺴﺎﺏ ، ﻭاﻟﻄﻌﻦ ﻓﻲ اﻷﻧﺴﺎﺏ ، ﻭاﻟﻨﻴﺎﺣﺔ ( ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ)
Dari Salmaan, dari Nabii Muhammad S’AW bersabda,”Ada tiga dari bagian Jahiliyyah yaitu membanggakan keturunan, mencela nasab dan meratapi kematian" (HR Thobroonii dalam hal Kesombongan).
ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ، ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﺃﺭﺑﻊ ﻓﻲ ﺃﻣﺘﻲ ﻟﻴﺲ ﻫﻢ ﺑﺘﺎﺭﻛﻴﻬﺎ : اﻟﻔﺨﺮ ﻓﻲ اﻷﺣﺴﺎﺏ ، ﻭاﻟﻄﻌﻦ ﻓﻲ اﻷﻧﺴﺎﺏ ، ﻭاﻟﻨﻴﺎﺣﺔ ، ﻗﻠﺖ: ﻫﻮ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﺑﺎﺧﺘﺼﺎﺭ (ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺰاﺭ، ﻭﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺣﺴﻦ).
Dari Abu Huroiroh bahwasanya ROSUULULLOOH S’AW bersabda,"Empat hal yang tidak akan pernah bisa ditinggalkan oleh Ummatku : Bangga dengan keturunan, Mencela nasab (sendiri & orang lain) dan Meratapi kematian" (HR. Al Bazzar, sanadnya Hasan).
Saya lebih senang dengan orang yang tidak memiliki nasab keturunan orang besar tapi ilmu dan amalnya berguna bagi banyak orang. Di sini berlaku hadis;
ﻭﻣﻦ ﺑﻄﺄ ﺑﻪ ﻋﻤﻠﻪ ﻟﻢ ﻳﺴﺮﻉ ﺑﻪ ﻧﺴﺒﻪ
"Barang siapa yang amalnya telat maka tidak dapat mempercepat kedudukan nasabnya" (HR Muslim)
Boleh Bangga Silsilah & Nasab Tetapi Hanya Sebatas Rasa Syukuur & Rem Agar Tidak Melanggar Syarii’atul ISLAAM serta Selalu Berada Di Jalan Lurus Sekaligus Pemicu Semangat Perjuangan, Pengorbanan & Dedikasi Lahir Baathin, Dunia Aachiroh Dalam Kerangka 'IBAADAH "Vertikal & Horisontal"
Ada ‘Aalim ‘Ulamaa” Besar di Era Taabiin namanya Imaam Hasan Al-Bashrii dan bapaknya seorang MajusiPenyembah Api, namanya Yasar. Imaam Hasan Al-Bashri lahir di Madiinah, sementara hidupnya di Kota Bashroo. Pada suatu waktu ada orang menghina,”Kamu walaupun ‘Ulamaa” Besar Sayyidut Taabiin, tetapi kamu hanyalah anaknya seorang tahanan perang atau budak. Beliau menjawab,”Begini … Janganlah menghina Ayahku ya, jelek-jelek Ayahku punya anak seperti Aku, dan belum tentu Aku punya anak seperti Aku … !”.
Imam Ali ini adalah cicit Rasulullah, orang yang sangat dekat dengan Rasulullah, generasi ke-4. Walau demikian Imam Ali tidak pernah membanggakan nasabnya, beliau lebih memikirkan dirinya sendiri. Sedangkan sekarang ini banyak orang yang berpolemik tentang nasab. Membenturkan antara habaib dan kiai. Mereka tidak sadar ada yang lebih penting dari nasab, yakni nasib. Ada oreng yang nasabnya bagus, tapi nasibnya tidak baik. Maka nasab tidak ada artinya. Ada orang mungkin nasibnya bagus, tapi nasabnya tidak. Mungkin ini bisa lebih beruntung dari orang sebelumnya.
يَا أيَُّـهَا النَّاسُ اِنَّّا خََّلَقْنَكُمْ مِّنْ ذكََر ٍوَّ اُنْثىَ وَجَعَلنَكُمْ شُعُوْابًا وًَّ قَـبَـآئِلَ لِتَـعَارَفُـوْا اِنَّ اكَْرَمَكُمْ عِنْدَ الّلِّهِ اَتْقكُمْ اِنَّ الّلَّه عَلِيْمٌ خَبِيْـرٌ
Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki – laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku – suku supaya kamu saling kenal – mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal (QS. Al Hujurat : 13)
وَاتَّـقُوا الّلَّه الَّذِىْ تَسَـآئلُوْنَ بِـه وَاْلَارْحَامَ اِنَّ الّله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبـا
Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama – Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (QS. An Nisa’ : 1)
الَّذِيْنَ يُـوْفُـوْنَ بِعَهْدِالّلِّ وَلَايَـنْـقُضُوْنَ الميِْـثَاقَ وَالَّذِيْنَ يَصِ لُوْنَ مَآ اَمَرَالّلُّ بِـه اَنْ يُـوْ صَـلَ وَيَشََْوْنَ رَبَّـهُمْ وَيَاََفُـوْنَ سُوْءَ الْسَِْـابِ
Orang – orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Dan orang – orang yang menghubungkan apa – apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkannya, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. (QS. Ar Ra’d : 20 – 21)
الَّذِيْنَ يَـنْـقُضُونَ عَهْدَالّلِّ مِنْ بَـعْدِ مِيْـثَاقِه وَيَـقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَالّلُّ بِه اَنْ يُّـوْصَلَ وَيُـفْسِدُوْنَ فِىاْ لَارْضِ اُلئِـكَ هُمُ الْسِْرُوْنَ
(Yaitu) orang – orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang – orang yang rugi (QS. Al Baqarah : 27)
وَالَّذِيْنَ امَنُـوْاوَاتَّـبَـعَتْـهُمْ ذُرِّيَّـتُـهُمْ بِيًِْاَْنٍ اَلْقَْْنَابِمِِْ ذُرِّيَّـتَـهُمْ وَمَآ اَلَتْـنَاهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْ ءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِـَِاكَسَبَ رِهِيٌْ
Dan orang – orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan meraka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap – tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya (QS. Ath Thuur : 21)
قَالَ رَسُوْلُ الّلِّه صَلَّى الّلِّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقِمِ الـصَّلَاةَ وَأَدِّ الزَّكَاةَ وَصُمْ رَمَضَانَ وَحَجِّ اْلبَـيْتَ وَاَعْتَمِرْوَبِرَّوَالِدَيْكَ وَصِلْ رَحِمَكََ وَأَقَـرّ ضَيْـفَكَ وَأْمُرْبِالًْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ اْلمنْكَرِوَزُلْ مَعَ الْقَِّْ حَيْثُ زَالَ
ُ
Rasulullah bersabda : Dirikanlah sholaah, tunaikanlah zakaah dan berpuasalah pada bulan Romadloon dan kerjakanlah ‘ibaadah hajji dan lakukanlah ‘umroh di Baitullooh dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu, dan sambunglah familimu dan hormatilah tamumu, perintahkanlah pada kebajikan dan cegahlah dari kemungkaran dan beradalah kamu bersama kebenaran di mana ia berada (Riwayat Imam Bukhori dari Ibnu Abbas, dari kitab “Al – Jamiusshoghir”)
قَالَ رَسُوْلُ الّلِّه صَلَّى الّلِّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِعْرِفُـُوْا أَنْسَـابَكُمْ تَصِلُوْا اَرْحَامَكُمْ فَاءِنَّهُ لَاقُـرْبَ لِلرَّحِمِ اِذَاقُطِعَتْ وَاِنْ كَانَتْ قَرِيْـبَـة وَلَا بُـعْدَلَـَاَاِذَاوُصِلَتْ وَاِنْ كَانَتْ بَعِيْدَة
Rasulullah bersabda : Kenalilah nasab-nasabmu maka kamu dapat menyambung familimu. Sesungguhnya tidak dekat dalam famili apabila ia diputus, meskipun sebenarnya dekat, dan tidak jauh dalam famili kalau disambung kendati ia sebenarnya jauh. (Riwayat Imam Bukhori dari Ibnu Abbas, dari kitab “Al – Jamiusshoghir”)
فالَ رَسُوْلُ الّلِّه صَلَّى الّلِّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَا مَاتَ ابْنُ أدَمَ اِنْـقَطَعَ عَمَلُهُ اِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُـنْـتَـفَعُ بِه أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يدعوا له (رواه مسلم)
ROSUULULLOOH S'AW bersabda,"Anak Cucu Adam telah wafat, maka terputuslah 'amalnya kecuali dari tiga hal: Shodaqoh Jaariyah, 'Ilmu yang di'amalkan membawa kebaikan, atau Anak Cucu Adam yang Shoolih Shoolihah yang selalu mendo’akan Banii Adam yang telah wafat tadi.
Atas dasar itulah, Kajian silsilah ini sekaligus sebagai ajang (shilaturrohim/shilaturrohmi, saling membangun, saling kuatkan, saling topang, saling lengkapi, saling mengayomi, saling lindungi) dalam bingkai menjalankan Rukun :
إيمان
إسلام
إحسان
تقوى
Dengan selalu junjung tinggi :
أخلاق الكريمة
فاستبقواالخيرات
وتعاونواعلى البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم و العدوان
Dengan selalu berjuang dan berkorban melalui aplikasi 'IBAADAH baik Sholaah maupun Sholaah secara Full (Ichlaash, Dedikasi, Shobar, Syukuur, Tawakkal kepada ALLOOH SWT dalam kondisi situasi yang bagaimanapun.
Dengan selalu menjaga dan terapkan keseimbangan keselarasan di antara aplikasi :
حبل بالله
حبل بالناس
حبل بجميع المخلوق
Karena kelak ALLOOH SWT hanya memasukkan Hamba-NYA ke dalam SYURGA-NYA denga segala kenikmatannya di mana :
مالاعين رأت
ولا أذن سمعت
ولا خشع من قلب بشر
Semuanya atas dasar pertimbangan karena :
إن أكرمكم عند الله أتقاكم
Pada Akhirnya Seluruh Banii Adam & Hawwaa” Akan Mati & Hanya ‘Amal Shoolih Shoolihah Sebagai Bekal Menuju Aachiroh : Alam Qubur/Barzah/Pangrantunan Dianugerahi “Ni’mah Qubur, Padang Mahsyar Rapor Bagus, Sukses Meniti Jembatan Shiroothol Mustaqiim, Masuk Syurga”
ALLOOH SWT berfirman dalam Suuroh Al Mu”minuun 101 :
فَإِذَا نُفِخَ فِی ٱلصُّورِ فَلَاۤ أَنسَابَ بَیۡنَهُمۡ یَوۡمَئذࣲ وَلَا یَتَسَاۤءَلُونَ
Jikalau terompet sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (Hari Kiamat), dan tidak (pula) mereka saling bertanya.
، أو علم ينتفع به ، أو ولد صالح يدعو له آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية إذا مات إبن
(رواه مسلم)
Benarkah Nasab Manusia Hanya Menuju Ayahnya, Sedangkan Ibunya Tidak ?!
Sudah menjadi Pemahaman Mayoritas Ummah ISLAAM terutgama Indonesia bahwasanya Nasab Jalur Wanita putus, padahal Faathimah Az Zahroo" binti Muhammad S'AW kan Wanita terlepas setatusnya sebagai WANITA ISTIMEWA DI BUMI INI tetapi kan tetap WANITA yang TIDAK MEMILIKI SEPERMA alias HANYA PUNYA OVUM.
Memangnya Dunia ini hanya diisi LELAKI saja, WANITA saja atau bahkan BANCI bin BENCONG semua. Tentunya kan tgidaklah seperti itu.
ﻛُﻞُّ ﺳَﺒَﺐٍ ﻭَﻧَﺴَﺐٍ ﻣُﻨْﻘَﻄِﻊٌ ﻳَﻮْﻡَ ﺍْﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦْ ﺳَﺒَﺒِﻲْ ﻭَﻧَﺴَﺒِﻰ
Setiap sebab dan nasab akan terputus di hari kiamat kecuali sebabku dan
nasabku.” (HR Al Bazzaar, Al Haakim, At Thobaroonyy dan Al Baihaqyy dalam Sunan
Al Kabiir).
Berdasarkan hadiits tersebut, jikalau dikaji secara mendalam dari berbagai sudut pandang secara komprehensif, selama itu bersambung kepada NABII MUHAMMAD S’AW, Nasab Sang Anak bisa lewat Bapaknya dan bisa pula lewat Ibunya alias tetap masuk pusaran “SEBABKU & NASABKU”.
Semua nasab Banii Adam 'AS terputus kecuali Nasab Keturunanku.
Firman ALLLOOH SWT di Suuroh AlAhzaab 33:40 :
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّينَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا
"(Nabi) Muhammad bukanlah ayah dari seorang (lelaki) pun di antara
kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu".
إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰٓ ءَادَمَ وَنُوحًا وَءَالَ إِبْرَٰهِيمَ وَءَالَ عِمْرَٰنَ عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ
Sesungguhnya ALLOOH telah memilih Adam, Nuuh, Keluarga Ibroohiim dan Keluarga 'Imroon melebihi Segala Ummah (di masa mereka masing-masing).
Atas dasar itu, tentunya Dzurriyyah/ Keturunan ada yang Lelaki dan Perempuan. Tidak mungkin Lelaki saja atau Perempuan saja bahkan Banci bin Bencong Seluruhnya.
Hanya saja, masing-masing jenis kelamin itu punya Fungsi, Peran, Tugas, Kolaborasi Saling Terkait & Terikat Sebagai Sistem, Kewajiban & Tujuan yang merupakan Qudroh Iroodah ALLOOH SWT yang harus dipertanggungjawabkan kepadaNYA sekecil apapun.
Kesimpulan :
1. Seolah-olah Nabii Muhammad S’AW Egois, Cari Menangnya Sendiri, Gak Terima Taqdiir padahal tidaklah seperti itu.
2. Seganteng-gantengnya dan segagah-gagahnya Lelaki bibit sepermanya tanpa Isteri tidak akan punya Anak/Keturunan kecuali di Masa Lampau sebagai Hikmah Pelajaran bahwasanya ALLOOH SWT Maha Qudroh & Iroodah.
- Seperma Lelaki yang paling gagah perkasa & gantengnya serta paling shoolih sundul langit, hafal & paham Seluruh Tafsiir Al Qur-aanul Kariim & Seljuruh Kitaab Induk Al Hadiits, diwadahi Gelas Besi Baja Terbaikditaruh di Kulkas atau Freezer atau Dijemur atau Dimpan Dalam Lubang Tanah 7 meter, maka TIDAK AKAN MENJADI ANAK MANUSIA atau HEWAN atau Perpaduan Keduanya.
3. Secantik-cantiknya dan sesubur-suburnya Kaum Wanita tanpa Suami tidak akan punya Keturunan kecuali di Masa Lampau sebagai Hikmah Pelajaran bahwasanya ALLOOH SWT Maha Qudroh & Iroodah.
- Ovumnya/ Sel Telurnya Perempuan yang paling cantik, paling sexy, paling semok bahenol, paling shoolihah sundul langit, hafal & paham Seluruh Tafsiir Al Qur-aanul Kariim & Seljuruh Kitaab Induk Al Hadiits, diwadahi Gelas Besi Baja Terbaik Berhias Intan Emas Permata ditaruh di Kulkas atau Freezer atau Dijemur atau Dimpan Dalam Lubang Tanah 7 meter, maka TIDAK AKAN MENJADI ANAK MANUSIA atau HEWAN atau Perpaduan Keduanya.
BAGIAN IV
Tata Urutan Jenjang Level Panggilan Setatus Dalam Keluarga Besar hingga Leluhur/Nenek Moyang Versi Silsilah Jawa
Silsilah Keluarga dalam Versi Wong Jowo berpedoman siapa saja yang lahir lebih duluan sebagai Putera Ayah dan Ibu, maka selamanya Setatus Dzurriyyahnya LEBIH TUA.
1. Anak – Cucu Level 1.
2. Ayah Ibu.
3. Kakek Nenek/ Mbah Nang Mbah Ti. – Kakek Nenek Level 1.
4. Buyut Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 2.
5. Canggah Buyut Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 3.
6. Wareng Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 4.
7. Udheg2 Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 4.
8. Gantung Siwur Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 5.
9. Cicip Moning Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 6.
10. Petarangan Bobrok Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 7.
11. Debog Bosok Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 8.
12. Galih Asem Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 9.
13. Gropak Senthe Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 10.
14. Gropak Waton Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 11.
15. Cendheng Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 12.
16. Ampleng Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 13.
17. Giyeng Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 14.
18. Menyo- Menyo Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 15.
19. Trah Tumerah Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 16.
20. Leluhur (Nenek Moyang) Kakung Puteri – Kakek Nenek Level 17.
Catatan :
Ø Dalam setiap Level Kakek Nenek ada 2 Kakek dari Jalur Ayah Ibu dan 2 Nenek dari Jalur Ayah Ibu. Berarti ada 4 Orang.
Ø Jikalau sampai misalnya sampai ke KakekNenek Level 17 yakni Leluhur (Nenek Moyang) maka terdiri dari 17 Level x 4 Orang = 68 Orang.
Ø 68 Orang terdiri dari 68 : 2 = 34 Orang yakni 34 Kakek dan 34 Nenek.
Ø Kakek Nenek Level 18 dan seterusnya tetap diberi nama Luluhur (Nenek Moyang).
Ø Jikalau kirim do’a baik lewat Luar Acara Haul maupun Haul, janganlah lupakan Mereka Semua baik yang Lelaki maupun yang Perempuan termasuk Ziyaaroh ke Kuburannya ! Janganlah hanya terfokus kepada yang Pihak Lelakinya saja dengan sejuta alasan karena tanpa dukungan, cinta kasih sayang dari Pihak Perempuan maka dijamin Pihak Lelakinya tidak akan mampu berbuat apapun, bahkan tidak akan menjadi Tokoh Besar yang tentunya dengan Alasan Yang Jauh Lebih Berjuta-Juta Lagi !
BAGIAN V
Setatus Kekerabatan Versi Jawa dan Cara Memanggilnya Sebagai Bentuk Tata Krama/Etika/Sopan Santun/Achlaaqul Kariimah/Budi Pekerti Luhur
Pedoman :
Sehebat apapun, setinggi apapun & setop markotop apapun kondisi situasi Nasib Duniawi Kita, maka yang Namanya Keluarga Ya Tetap Keluarga. Kita harus tetap menjunjung tinggi hubungan kekerabatan, misalnya : Ketua RT, Ketua RW, Kepala Desa, Lurah, Camat, Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri, Presiden, Ketua MPR, Ketua DPRD Tingkat “II, I & Pusat”, Kepala Sekolah Jenjang Manapun, Manager PT, Direktur PT, Eksportir Sukses, Importir Sukses, Kiyai Kampung, Kiyai Besar, Guru, Dosen, Rekto, Jenderal POLRI, Jendral TNI, Atletik Jawara Nasional dan Internasional, ART, TKW, TKI, Buruh Pabrik, dll.
Ø Tetap berkerabat meski Nasib hidupnya beda satu dengan yang lain dan tetap menjunjung tinggi praktek Achlaaqul Kariimah yang harus dipertanggungjawabkan kelak di hadapan ALLOOH SWT. Seumpama ada yang menjadi Ketua MPR, Presiden, Menteri, Gubernur, Wali Kota, Camat, Lurah/ Kepala Desa, Ketua RW, Ketua RT, KAPOLRI, KASAD TNI, Kiyai Sekelas (Kampung, Kabupaten, Propvinsi, Nasional, Internasional) lalu Mayoritas Keluarga menjadi Becakman, Sopirman, Mandor, Buruh Pabrik, Buruh Tani, Pedagang Kecil dll. Maka yang Namanya Keluarga Ya Tetap Keluarga dan harus saling hormat penuh kasih sayang dan panggil sesuai Setatus Kerabat : Mas, Mbakyu, Adik, Keponakan, Paklik, Bulik, Bude, Pakde, Mbah. Dalam etika Jawa pantangan memanggil lugas apa adanya alias jangkar sesuai Namanya masing-masing, misalnya : Amin menjadi Mas Amin, Aminah menjadi Mbakyu Aminah, Ipin menjadi Adik Upin, Upin menjadi Mas Upin, Arman menjadi Paklik/ Pakde Arman, Fathonah menjadi Bulik/ Bude Fathonah. Jikalau dipraktekkan tidak akan menurunkan derajat kehormatan duniawinya masing-masing. Etika Jawa tersebut selaras dengan HUKUM ISLAAM alias ISLAAMII.
Ø ALLOOH SWT juga sangat membenci Rendah Diri/Minder, Tidak Percaya Diri (PD), Merasa Paling Hina, Merasa Paling Melarat karena kesemuanya itu sebagai bentuk rasa tidak bersyukur kepadaNYA dan pengantar putus asa/putus harapan dari segala Ampunan, Rohmah, Taufiiq, Hidaayah dan ‘InaayahNYA yang berujung derita sengsara berkepanjangan baik Ketika hidup di Dunia maupun di Alam Aachiroh (Tengah-Tengah/Pangrantunan/Barzah, Raportan Padang Mahsyar, Titian Jembatan Shiroothol Mustaqiim & Neraka).
Ø ALLOOH SWT sangat membenci Riyaa”, ‘Ujub, Angkuh, Acuh Tak Acuh, Sombong, Sok Top Markotop yang ujung-ujungnya akan berbuat Adigang, Adigung, Adiguno & Dloolim kepada Siapapun dan Apapun karena itu semua sebagain pengantar musnahnya Segala Bentuk Kenikmatan, Ampunan, Rohmah, Taufiiq, Hidaayah dan ‘InaayahNYA yang berujung derita sengsara yang jauh lebih dahsyat berkepanjangan baik ketika tinggalkan Kehidupan Dunia maupun di Alam Aachiroh (Tengah-Tengah/Pangrantunan/Barzah, Raportan Padang Mahsyar, Titian Jembatan Shiroothol Mustaqiim & Neraka).
Ø Kita berada di titik tengah sajalah. Itu jauh lebih baik dan diridloi oleh ALLOOH SWT.
Urutan dari Generasi Keturunan Paling Bawah Menuju Generasi Yang Lebih Tinggi (Lebih Duluan Munculnya di Kehidupan Dunia) :
1. Anak
a. Bilamana Anak-Anak dari Bapak dan Ibu sudah menikah dan masing-masing punya Anak maka hubungan antar Anak bersetatus sebagai Saudara Misanan/Sepupu. Karena sesuai urutan tua muda, maka yang lebih tua dipanggil Kakang/Kakangmas/Kakak/Kakanda/Mas atau Mbakyu dan yang lebih muda dipanggil Adik/Adinda.
b. Anak Tertua disebut Anak Sulung (Mbarep) dan dipanggil Pakde oleh Anak Adiknya.
Ø Anak Termuda disebut Anak Ragil (Ruju/Mbunthit) dan dipanggil Paklik (Bapak Cilik) atau Bulik (Ibu Cilik) oleh Anak Kakaknya atau Mbakyunya.
Ø Urutan panggilan tersebut berlaku sampai kapanpun di mana yang dulunya urutan lebih tua maka tetap harus dituakan.
Ø Bilamana Sesama Saudara Sepupu suatu hari menikah dan sama-sama punya Anak maka setatusnya sebagai Saudara Mindoan/Duapupu.
Ø Bilamana Sesama Saudara Mindoan sudah dewasa dan punya Anak maka setatusnya sebagai Saudara Mentelon/Pertigaan.
Ø Selanjutnya Saudara (Mapat/Perempatan, Nglimo/Perlimaan, Ngenem/Perenaman, Mitu/Pertujuhan, Molu/Perdelapanan, Nyongo/Persembilanan, Nyepuluh/Persepuluhan, Nyuwelas/Persebelasan) dst.
2. Bapak & Ibu.
Ø Adiknya Bapak yang Lelaki dipanggil Paklik & yang Perempuan dipanggil Bulik.
Ø Kakak Lelaki Bapak dipanggil Pakde & yang Perempuan dipanggil Mbakyu.
Ø Adiknya Ibu yang Lelaki dipanggil Paklik & yang Perempuan dipanggil Bulik.
Ø Kakak Lelaki Ibu dipanggil Pakde & yang Perempuan dipanggil Mbakyu.
3. Mbah Kakung/Nang
Mbah Puteri/Dok
4. Mbah Buyut Kakung/Nang
Mbah Buyut Puteri
5. Mbah Canggah Kakung/Nang
Mbah Canggah Puteri/Dok
6. Mbah Wareng Kakung/Nang
Mbah Wareng Puteri/Dok
7. Mbah Udheg2 Kakung/Nang
Mbah Udheg2 Puteri/Dok
8. Mbah Gantung Siwur
Kakung/Nang
Mbah Gantung Siwur Puteri/Dok
9. Mbah Cicip Moning Kakung/ Nang
Mbah Cicip Moning Puteri/ Dok
10. Mbah Gropak Waton Kakung/Nang
Mbah Gropak Waton Puteri/Dok
11. Mbah Gropak Senthe
Kakung/Nang
Mbah Gropak Senthe Puteri/Dok
12. Mbah Petarangan Bobrok Kakung/Nang
Mbah Petarangan Bobrok Puteri/Dok
13. Mbah Debok Bosok Kakung/Nang
Mbah Debok Bosok Puteri/Dok
14. Mbah Galih Asem Kakung/Nang
Mbah Galih Asem Puteri/Dok
15.
Mbah Ampyang Kakung/Nang
Mbah Ampyang Puteri/Dok
16. Mbah Cumpleng Kakung/Nang
Mbah Cumpleng Puteri/Dok
17. Mbah Giyeng Kakung/Nang
Mbah Giyeng Puteri/Dok
18. Mbah Menyo-Menyo Kakung/Nang
Mbah Menyo-Menyo Puteri/Dok
19. Mbah Trah-Tumerah
Kakung/Nang
Mbah Trah-Tumerah Puteri/Dok
20. Leluhur/Nenekmoyang – Demikian pula berlaku untuk Generasi Pendahulu setelah itu hingga ke Nabii Adam Wa Hawwaa” ‘Alaihimas Salaam.
Motivator Pencarian, Penelusuran, Pengkajian & Penyimapan Data Sislilah Keluarga & Leluhur
1.
Terinsepirasi dialog dengan KH. ‘Abdul Fattaah bin KH. Hasbullooh Wahhaab, Pengasuh II PP. Bahrul ‘Uluum, tambakberas-Jombang-Jawa Timur tahun 1988 Semester 1.
Ø Sekitar 8 bulan pasca Lulus D3 Koperasi IKIP Negeri Malang dan tinggal di Mas IMZI Dinoyo Gang Buntu No. 11 Surabaya.
2. Terinsepirasi dialog dengan KH. Ramuis, Pengasuh II PP. An Nuur, Besuki-Jawa Timur tahun 1990.
Ø Saat 1 tahun menjadi Guru CPNS di SMAN 1 Kraksaan Probolinggo tahun 1988/1989.
3. Dialog dengan KH. ‘Abdullooh Faqiih, Pengasuh V PP. Langitan-Widang-Tuban-Jawa Timur tahun 2010, 2 Tahun Sebelum Wafat 29-2-2012. SUHU ajukan pertanyaan komplit karena tidak paham Daftar Nama Silsilah Keluarga tanpa ada penjelasan berubah menjadi Tugas Berat Beliau untuk telusuri Silsilah Keluarga & Leluhur Lebih Lanjut serta menyempurnakannya.
BAGIAN VII
Karakteristik Silsilah Keluarga
Suuroh Aali ‘Imron Aayah 33 – 34 :
إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰٓ ءَادَمَ وَنُوحًا وَءَالَ إِبْرَٰهِيمَ وَءَالَ عِمْرَٰنَ عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ
Sesungguhnya ALLOOH telah memilih Adam, Nuuh, Keluarga Ibroohiim dan Keluarga 'Imroon melebihi Semua Ummah (di masa mereka masing-masing).
ذُرِّيَّةًۢ بَعْضُهَا مِنۢ بَعْضٍ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
(Sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan ALLOOH itu Maha Mendengar lagi Maha Mengketahui.
Maksudnya baik Gen Tokoh Nusantara Yang Multi Ras/ Multi Gen maupun Gen Dzurriyyah Nabii Muhammad S’AW :
Ø Menghasilkan silsilah berputar di Lingkaran Dasarnya karena terjadi Pernikahan Sesama Kerabat Sendiri baik Dekat, Agak Jauh maupun Jauh sehingga Silsilahnya “Mbulet/ Tumpuk Undung/ Tumpang Tindih/ Banyak Percabangannya Meski Ujungnya Sama/ Silsilah Multi Jalur/ Silsilah Nyokot Kono Nyokot Kene, Nyokot Kene Nyokot Kono.
Ø Misalnya : Sepupu nikaahi Sepupu, Mindoan nikahi Mindoan, Mentelon nikahi Mentelon dst.
BAGIAN VIII
SILSILAH BANII KH. SYUHADAA” KAUMAN RENGEL - TUBAN - JAWA TIMUR
|
NO. URUT LAHIR |
ASAL-USUL SILSILAHNYA |
DOMISILI |
PEKERJAAN/ AKTIVITAS |
MAKAM |
|
|
JALUR & NAMA SUAMI/ NAMA ISTERI, PERIODE |
JALUR & NAMA ISTERI/ NAMA SUAMI, PERIODE |
|
|
|
|
|
1. Empat (4) Bersaudara Kandung : |
|
|
|
|
|
|
1.1. |
KH. GHOZAALII |
? |
Kauman Rengel |
Ø Kiyai, Nyai |
Bangilan - Tuban ? |
|
1.2. |
KH. MUSTAROOM |
? |
Kauman Rengel |
Ø Kiyai, Nyai |
Ø ? |
|
1.3. |
KH. SYIHAABUDDIIN/ KH. SHOMO |
Ø NYAI SHOMO BINTI DEN BEI TONDHO/ RADEN NGABEHI ROOJIDIIN, Wedono Kawedanan Rengel (lebih luas daripada Kecamatan Rengel) Ø Kawedanan Rengel gabungan Kecamatan : Rengel, Parengan, Soko, Plumpang, Widang |
Ø Kauman Rengel depan selatannya PAKDE KIYAI TURMUDZII Kauman Rengel Ø Timur persis BUDE MUT + PAKDE SAPUAN Kauman Rengel Ø Berdampingan dengan PAKLIK MASHLIIHAN dengan Rumah Bagian Belakang Utara Vs Selatan |
Ø Naaib Kawedanan Rengel Ø Kiyai & Nyai Pondok Pesantren Kampung Ø Kelola PP. Rohmatul Hudaa, Kauman Rengel |
Ø Suami di Santren Rengel bersanding, diapit oleh Mbah ISKANDAR yang belum tahu identitasnya. Ø Isteri di Utaranya lurus Makam Bertembok, Kakek Neneknya KH. SYIHAABUDDIIN yakni NYAI LURAH & KH. MUHAMMAD SHOOLIH AULIYAA” |
|
1.4. |
KH. THOHIIR |
? |
? |
Kiyai & Nyai |
? |
|
2. |
KH. SYUHADAA” |
? |
Ø Kauman Rengel utara Jalan Raya sekitar deretan rumahnya H. TALKAH, PAK KARSILAN/ BU SUNGATMINAH
|
Ø Naaib Kawedanan Rengel Ø Kiyai & Nyai |
Ø Santren Rengel bersanding, diapit oleh Mbah ISKANDAR yang belum tahu identitasnya. Ø Utaranya lurus Makam Bertembok, Kakek Neneknya KH. SYIHAABUDDIIN yakni NYAI LURAH & KH. MUHAMMAD SHOOLIH AULIYAA” |
|
3. |
NYAI LURAH |
KH. MUHAMMAD SHOOLIH AULIYAA” |
? |
Nyai & Kiyai |
Makam Bertembok Santren Rengel, Isteri & Suami Bersanding |
|
4. |
KH. MUUSAA CHOTHIB ANOM TENGAH |
NYAI SHUFIYYAH |
Makam Agung-Kingking-Tuban Kota |
Hakim Landrad, Kiyai & Nyai |
Utara lurus sekitar 2/3 meter dari Makamnya KH. MUHAMMAD AS’ARYY/ SUNAN BEJAGUNG LOR Bisa jadi, Kiyai Muusaa & Kiyai Chootib Anom/ Choothib Tengah itu dua (2) nama yang berbeda & Saudara Kandung, lalu BESANAN karena ada makamnya di uatanya + 2-3 meter Pasarean Sunan Bejagung Lor. |
|
5. |
KIYAI PENENGAH/ KIYAI CONDRO WIJOYO/ KIYAI DEMANG PEKUWON/ KIYAI SEKARGONDO PEKUWON/ MBAH MINAK (no.3 dari 8 Bersaudara lewat IBU I) |
? |
Pekuwon-Rengel |
Ø Patih Kadipaten Sedayu Era Adipati … Ø Kiyai Ø Nyai |
Sekargondo-Pekuwon-Rengel |
|
6. |
KIYAI PANGERAN MOYOKERTI/ KIYAI KUSUMOYUDHO/ KIYAI ‘ABDUL JABBAAR |
NYAI PUTERI SAMBU BINTI NYAI SEPUH KIYAI PANGERAN ‘ABDUR ROHMAAN SAMBU LASEM JAWA TENGAH BINTI PANGERAN WULUH BIN SUNAN KULON BIN SUNAN GIRI ‘AINUL YAQIIN/ RADEN PAKU JOKO SAMUDERO/ PRABU SATMOTO |
Nglirip-Jojogan-Tuban |
Ø Pejuang melawan kolonial VOC Belanda Ø Kiyai Ø Nyai |
Ø Nglirip-Jojogan-Tuban Ø Yang diketahui 3 Isteri : Nyai Puteri Sambu binti Nyai ‘Abdur Rohmaan Sambu Lasem Jawa Tengah, Nyai Moyokerti binti KH. Sabiil Dadang Kusumo Adiningrat Anggrung, Kuncen-Padangan-Bojonegoro, Nyai Puteri Jipang & Dzurriyyahnya. Ø Isteri ke 4 Nyai Kembang Kuning binti Kiyai ‘Abdul Qohhaar, Senori-Bangilan-Tuban & Dzurriyyahnya belum tercatat di Manuskrip Jojogan |
|
7. |
KIYAI PANGERAN PRINGGO KUSUMO |
NYAI DEWI SAROH BINTI PANEMBAHAN PERMADI HAADIIKUSUMO BIN PANEMBAHAN MUHAMMAD ‘AARIF/ PANEMBAHAN AGUNG BIN SUNAN DRAJAT RADEN QOOSIM SYARIIFUDDIIN (BIN SUNAN AMPEL SURABAYA RADEN AHMAD ROHMATULLOOH/ RADEN ‘ALII ROHMATULLOOH) LEWAT ISTERI NYAI CONDRO SEKAR BINTI ADIPATI SURYODILOGO KEDIRI |
Sundulan kini ikut Sandingrowo-Soko-Tuban |
Ø Da’wah ISLAAM - Kiyai Ø Da’wah ISLAAM - Nyai |
Sundulan-Sandingrowo-Soko-Tuban |
|
8. |
PANGERAN BENOWO II/ PANGERAN SIDOWINI/ PANGERAN MAS ADIPATI PAJANG |
RADEN AYU PUTERI KAJORAN BINTI PANEMBAHAN KAJORAN BIN SAYYID KALKUM WOTGALIH BIN SUNAN … BIN SUNAN AMPEL (BIN SUNAN AMPEL SURABAYA RADEN AHMAD ROHMATULLOOH/ RADEN ‘ALII ROHMATULLOOH + GARWO SEPUH NYAI AGENG MANILO CONDROWATI AR RONGGOLAWEYY) |
Ø Sebelum memberontak terhadap Keponakan Kandungnya ‘Sultan Agung Hanyokro Kusumo” domisili di Kadipaten Pajang sebagai Adipati. Ø Dapat ampunan. hukuman pancung namun harus tinggalkan Pajang & Mataram sehingga berkelana ke mana-mana, karena itu Puteranya menyebar di Wilayah Kadipaten Tuban & Kadipaten Rajekwesi/ Bojonegoro. |
Adipati Pajang
|
Ø Mungkin di Jombang, Benowo Surabaya atau Tempat Lainnya. Ø Yang Sang Ayahnya yakni Pangeran Benowo I/ Pangeran ‘Abdul Haliim Haasyim di Kendal-Jawa Tengah |
|
9. |
PANGERAN BENOWO I/ PANGERAN ‘ABDUL HALIIM HAASYIM/ PANGERAN SELARONG |
NYAI PUTERI KI AGENG PANGAMPELAN |
Ø Ketika masih Pangeran Pajang domisili di Kadipaten “Pemalang & JIpang” karena menjadi Adipati. Ø Ketika menjadi Sultan Pajang III & Pamungkas, domisili di Keraton Kesultanan Pajang. Ø Pasca Lengser Keprabon karena Kesultanan Mataram diserahkan damai kepada Kakak Angkatnya RADEN NGABEHI LORING PASAR DANANG SJUTOWIJOYO BIN KI AGENG PEMANAHAN BAGUS KACUNG |
Sultan Pajang III & Pamungkas Da’wah ISLAAM Keliling |
Ø Kendal Jawa Tengah Ø Versi lain di Pasarean Butuh berdekatan dengan Sang Ayahnya yakni SULTAN ‘ABDUR ROHMAAN HAADIIWIJOYO/ RADEN MAS KAREBET JOKO TINGKIR |
|
10. |
NYAI NYIMAS RATU CEMPOKO |
SULTAN ‘ABDUR ROHMAAN HAADIIWIJOYO/ RM. KAREBET JOKO TINGKIR BIN ADIPATI PENGGING II RADEN KEBO KENONGO BIN ADIPATI PENGGING I RFADEN HUSAIN ANDOYONINGRAT SRIMAKURUNG + NYAI PAMBAYUN BINTI PRABU BRAWIJOYO V KERTOBHUMI/ RADEN ALIT ONGKOWIJOYO/ ‘ABDUL MALIK + PERMAISURI PUTERI CHAMPA I RATU ANDOROWATI/ DUWOROWATI SANG BULIK KANDUNGNYA SUNAN AMPEL RADEN AHMAD/’ALII ROHMATULLOOH |
Ø Keraton Kesultanan Pajang
|
Ø Ratu Permaisuri Sultan Pajang I Ø Sultan Pajang I |
Ø Pasarean Butuh berdekatan dengan Sang Ayahnya yakni SULTAN ‘ABDUR ROHMAAN HAADIIWIJOYO/ RADEN MAS KAREBET JOKO TINGKIR yhakni RADEN KEBO KENONGO Ø Adapun versi di Pasarean Pringgoboyo-Lamongan-Jawa Timur, SUHU pahami sebagai Petilasan & sekiranya dimakamkan di situ maka jikalau dikaji mendalam justeru itu Fitnah Keji & Penghinaan Berat kepada Beliau & Putera Angkatnya yakni RADEN DANANG SUTOWIJOYO. Ø Jikalau RADEN DANANG SUTOWIJOYO telah durhaka kepada SULTAN ‘ABDUR ROHMAAN HAADIIWIJOYO tidaklah sedahsyat itu parahnya. Ø Dalam hal ini SUHU pilih Versi Sejarah Resmi Nusantara. |
|
11. |
SULTAN TRENGGONO (PATE RODIIM) 1483-1546 M |
Nyai Ratu Permaisuri II “Ratu Panggung” binti SUNAN KALIJOGO RADEN SYAHIID BIN ADIPATI TUBAN WILWATIKTA RADEN SAHUUR-Adik Kandung NYAI AGENG MANILO CONDROWATI AR RONGGOLAWEYY |
Keraton Kesultanan Demak Bintoro |
Sultan Pajang III |
Makam Keraton Kadilangu Demak |
|
12. |
SULTAN SYAH ALAM AKBAR/ RADEN PATAH/ RADEN ‘ABDUL FATTAAH HASAN/ FRADEN JIN BUN |
NYAI RATU DEWI MURTASIMAH ‘ASYIIQOH BINTI SUNAN AMPEL RADEN ‘ALII ROHMATULLOOH/ RADEN AHMAD ROHMATULLOOH + NYAI AGENG MANILO CONDROWATI AR RONGGOLAWEYY, Versi Lain NYAI KARIIMAH BINTI SUNAN BUNGKUL KEMBANG KUNING SURABAYA AR RONGGOLAWEYY |
Keraton Kesultanan Demak Bintoro |
Sultan Pajang III |
Makam Keraton Kadilangu Demak |
|
13. |
PRABU BRAWIJOYO V KERTOBHUMI/ RADEN ALIT ONGKOWIJOYO/ ‘ABDUL MALIK + PERMAISURI PUTERI CHAMPA I RATU ANDOROWATI/ DUWOROWATI SANG BULIK KANDUNGNYA SUNAN AMPEL RADEN AHMAD/’ALII ROHMATULLOOH |
PUTERI CHAMPA II SELIR NYAI SIU BAN QI/ NYAI SIU BAN CHI/ NYAI DEWI QIYAN BINTI SYAICH BANTONG SEMARANG, campuran CHINA & CHAMPA KAMBOJA sebelum kalah perang ikut VIETNAM. |
Keraton Mojopahit, Trowulan-Mojokerto-Jawa Timur |
Raja Mojopahit Pamungkas bergelar PRABU BRAWIJOYO V sebelum dikudeta oleh Adik Sepupunya yakni RADEN RANUWIJOYO bergelar PRABU BRAWIJOYO VI/ PRABU GIRINDROWARDHONO/ PRABU GIRINDRAWARDHANA di Keling-Kediri-Jawa Timur |
Ø Dekat Telaga Segaran TGrowulan-Mojopahit |
|
14. Dst. |
|||||
|
v Dicukupkan sampai di sini. v Jikalau berlanjut ujung-ujungnya membahas kajian Para Raja Ratu, Patih, Maha Patih, Tumenggung, Adipati dll. di Nusantara alias sama saja bedah SEJARAH NUSANTARA yang sejak 17-8-1945 berubah menjadi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangruwa … Terimakasih. |
|||||
B. JALUR II
|
NO. URUT LAHIR & SETATUS |
ASAL-USUL SILSILAHNYA |
DOMISILI |
PEKERJAAN/ AKTIVITAS |
MAKAM |
|
|
|
JALUR & NAMA SUAMI/ NAMA ISTERI, PERIODE |
JALUR & NAMA ISTERI/ NAMA SUAMI, PERIODE |
|
|
|
|
|
|
1. Empat (4) Bersaudara : |
|
|
|
|
|
|
|
1.1. Anak |
KH. GHOZAALII |
? |
Kauman Rengel |
Ø Kiyai, Nyai |
Bangilan - Tuban ? |
|
|
1.2. Anak |
KH. MUSTAROOM |
? |
Kauman Rengel |
Ø Kiyai, Nyai |
Ø ? |
|
|
1.3. Anak |
KH. SYIHAABUDDIIN/ KH. SHOMO |
Ø NYAI SHOMO BINTI DEN BEI TONDHO/ RADEN NGABEHI ROOJIDIIN, Wedono Kawedanan Rengel (lebih luas daripada Kecamatan Rengel) Ø Kawedanan Rengel gabungan Kecamatan : Rengel, Parengan, Soko, Plumpang, Widang |
Ø Kauman Rengel depan selatannya PAKDE KIYAI TURMUDZII Kauman Rengel Ø Timur persis BUDE MUT + PAKDE SAPUAN Kauman Rengel Ø Berdampingan dengan PAKLIK MASHLIIHAN dengan Rumah Bagian Belakang Utara Vs Selatan |
Ø Naaib Kawedanan Rengel Ø Kiyai & Nyai Pondok Pesantren Kampung Ø Kelola PP. Rohmatul Hudaa, Kauman Rengel |
Ø Suami di Santren Rengel bersanding, diapit oleh Mbah ISKANDAR yang belum tahu identitasnya. Ø Isteri di Utaranya lurus Makam Bertembok, Kakek Neneknya KH. SYIHAABUDDIIN yakni NYAI LURAH & KH. MUHAMMAD SHOOLIH AULIYAA” |
|
|
1.4. Anak |
KH. THOHIIR |
? |
? |
Kiyai & Nyai |
? |
|
|
2. Ayah & Ibu |
KH. SYUHADAA” |
? |
Ø Kauman Rengel utara Jalan Raya sekitar deretan rumahnya H. TALKAH, PAK KARSILAN/ BU SUNGATMINAH
|
Ø Naaib Kawedanan Rengel Ø Kiyai & Nyai |
Ø Santren Rengel bersanding, diapit oleh Mbah ISKANDAR yang belum tahu identitasnya. Ø Utaranya lurus Makam Bertembok, Kakek Neneknya KH. SYIHAABUDDIIN yakni NYAI LURAH & KH. MUHAMMAD SHOOLIH AULIYAA” |
|
|
3. Kakek & Nenek |
NYAI LURAH Jikalau ambil tulisan versinya KH. Abul Fadlol Senori bernama NYAI KAASINAH & Mbakyu Kandungnya NYAI KIYAI MUHAMMAD NUUR HISYAAM PP. LANGITAN I. Jikalau ambil versi lain belum tahu Namanya & sebagai Mbakyu Kandungnya KH. MUHAMMAD NUUR HISYAAM PP. LANGITAN I |
KH. MUHAMMAD SHOOLIH AULIYAA” BIN
|
? |
Nyai & Kiyai |
Makam Bertembok Santren Rengel, Isteri & Suami Bersanding |
|
|
4. Buyut Kakung & Buyut Puteri |
NYAI SHUFIYYAH Ø Sang Suami bisa KH. MUUSAA, bisa KH. CHOOTHIB ANOM/ KH. CHOOTHIB TENGAH/ KH. CHOOTHIB ANOM TGENGAH. Ø Bisa jadi nama 1 orang yakni KH. MUUSAA CHOOTHIB ANOM TENGAH Ø Bisa jadi dua (2) Orang Saudara Kandung, lalu BESANAN sebab di Pasarean Sunan Bejagung Lor ada dua (2) makam bersanding yakni CHOOTHIB ANOM & MUUSAA. |
KH. Muusaa/Choothib Tengah/KH.Choothib Anom/KH.Anom/ KH. Muusaa Choothib Anom Tengah bin Kiyai Penengah, Demang Pekuwon-Rengel-Tuban bin KH. Pangeran Moyokerti Kusumoyudho/ Sumoyudo Abdul Jabbaar, Nglirip-Jojogan-Tuban + Isteri Sepuh/ Isteri I Puteri Sambu binti KH. ‘Abdur Rohmaan Condrodinegoro Sambu Lasem Jawa Tengah lewat : Isteri Nyai ‘Abdur Rohmaan Sambu binti Pangeran Wuluh bin Sunan Kulon bin Sunan Giri Raden Paku/ Raden ‘Ainul Yaqiin, Kebomas – Gresik dst. |
Makam Agung-Kingking-Tuban Kota |
Hakim Landrad, Kiyai & Nyai |
Utara lurus sekitar 2/3 meter dari Makamnya KH. MUHAMMAD AS’ARYY/ SUNAN BEJAGUNG LOR Bisa jadi, Kiyai Muusaa & Kiyai Chootib Anom/ Choothib Tengah itu dua (2) nama yang berbeda & Saudara Kandung, lalu BESANAN karena ada makamnya di uatanya + 2-3 meter Pasarean Sunan Bejagung Lor. |
|
|
4. Canggah Kakung & Canggah Puteri |
Kiyai Nuur Muhammad Iimaan |
Nyai Jaalii binti Wareng Kakung & Puteri - Kiyai Mahally Kiyai Pengulu Lasem bin Udheg-Udheg Kakung & Puteri - Kiyai Muhammad Tuyuhan bin Gantung Siwur Kakung & Puteri - Kiyai Ahmad Sedo ing Pati/ Kiyai Ahmad Sidopati bin Cicip Moning Kakung & Puteri - Kiyai ‘Abdul ‘Azdiim bin Petarangan Bobrok Kakung & Puteri - Kiyai Pangeran Syihaabuddiin Sambudigdoningrat Sambu Lasem II bin Debog Bosok Kakung & Puteri - Kiyai Pangeran ‘Abdur Rohmaan Sambu Condrodinegoro Sambu Lasem I bin Galih Asem Kakung & Puteri - Kiyai Pangeran Benowo ‘Abdul Haliim Haasyim/Sultan Wijoyo Sultan Pajang III/Pamungkas bin Gropak Senthe Kakung - Sultan ‘Abdur Rohmaan Haadiiwijoyo/Mas Karebet/ Joko Tingkir dengan Isteri Permaisuri Ratu Nyimas Cempoko binti Sultan Trenggono bin Gropak Waton Puteri - Sultan Syah Alam Akbar/ ‘Abdul Fattaah/ Raden Patah) bin Cendeng - Kakung & Puteri – Prabu Brawijoyo V Kertobhumi/ Raden Alit Ongkowijoyo/ ‘Abdul Malik |
Tuyuhan |
Ø Kiyai Ø Nyai |
Tuyuhan |
|
|
5. Wareng Kakung & Wareng Puteri |
KIYAI SANUUSII, PATIH KADIPATEN JEPARA |
Nyai Empluk (أمفلوء) binti Udheg-Udheg Kakung - Kiyai Nuur Faqiih bin Gantung Siwur Puteri - Nyai Nuuruddiin/ NYAI Nuurdiin binti Cicip Moning Kakung - Kiyai ‘Abdul ‘Azdiim bin Petarangan Bobrok Kakung - Kiyai Pangeran Syihaabuddiin Sambudigdoningrat Sambu Lasem II bin Debog Bosok Kakung - Kiyai Pangeran ‘Abdur Rohmaan Sambu Condrodinegoro Sambu Lasem I bin Galih Asem Kakung - Kiyai Pangeran Benowo ‘Abdul Haliim Haasyim/Sultan Wijoyo Sultan Pajang III/Pamungkas bin Gropak Senthe Kakung - Sultan ‘Abdur Rohmaan Haadiiwijoyo/Mas Karebet/ Joko Tingkir dengan Gropak Senthe Puteri - Isteri Permaisuri Ratu Nyimas Cempoko binti Gropak Waton Kakung Puteri - Sultan Trenggono bin Cendheng Kakung Puteri - Sultan Syah Alam Akbar/ ‘Abdul Fattaah/ Raden Patah) bin Giyeng - Kakung & Puteri – Prabu Brawijoyo V Kertobhumi/ RADEN ALIT ONGKO WIJOYO/ ‘Abdul Malik |
Jepara |
Ø Patih & Nyai Patih Kadipaten Jepara |
Ø Jepara |
|
|
6. Udheg-Udheg Kakung & Udheg-Udheg Puteri |
KIYAI Muhammad
|
NYAI ROODIYAH/ NYAI ROODLIYYAH BINTI KIYAI JUMAALII TUYUHAN BIN KIYAI ‘ABDUL ‘AZDIIM BIN KIYAI ‘ABDUR ROHMAAN CONDRODINEGORO SAMBU LASEM/ KIYAI SUMOHAADIINEGORO |
Tuyuhan |
Ø Da’wah ISLAAM - Kiyai Ø Da’wah ISLAAM - Nyai |
Tuyuhan-Rembang-Jawa Tengah |
|
|
7. Gantung Siwur Kakung & Gantung Siwur Puteri |
Kiyai Ahmad Sedo Ing Pati/ Ahmad Sidopati Ø Adik Kandungnya bernama KIYAI JUMALII TUYUHAN menjadi BESANNYA. Ø NYAI NUURUDDIIN/ NYAI NUURDIIN itu Mbakyu Kandungnya KIYAI AHMAD SIDOPATI & KIYAI JUMAALII TUYUHAN REMBANG JAWA TENGAH Ø NYAI ROODIYAH/ NYAI ROODLIYYAH menjadi Isterinya KIYAI MUHAMMAD TUYUHAN |
? |
Ø Pati Jawa Tengah |
Ø Da’wah ISLAAM - Kiyai & Nyai
|
Ø Pati Jawa Tengah |
|
|
8. Cicip Moning Kakung & Cicip Moning Puteri |
KIYAI ‘ABDUL ‘AZDIIM Ø Ada yang menulis KIYAi ‘ABDUL ‘ALIIM. Ø Ada juga yang menulis KIYAI ‘ABDUL HALIIM |
? |
Ø Ketika masih Pangeran Pajang domisili di Kadipaten “Pemalang & JIpang” karena menjadi Adipati. Ø Ketika menjadi Sultan Pajang III & Pamungkas, domisili di Keraton Kesultanan Pajang. Ø Pasca Lengser Keprabon karena Kesultanan Mataram diserahkan damai kepada Kakak Angkatnya RADEN NGABEHI LORING PASAR DANANG SJUTOWIJOYO BIN KI AGENG PEMANAHAN BAGUS KACUNG |
Ø Da’wah ISLAAM - Kiyai & Nyai
|
Ø Tuyuhan-Rembang-Jewa Tengah
|
|
|
9. Gropak Waton Kakung & Gropak Waton Puteri |
Kiyai ‘Abdur Rohmaan Condrodinegoro Sambu Lasem I 1671 M Ø Ada yang menulis SUMOHADINEGORO/ SUMOHAADIINEGORO. Ø Diambil menantu ADIPATI LASEM RADEN TEJOKUSUMO + ISTERI BINTI SULTAN ‘ABDUR ROHMAAN HAADIIWIJOYO/ RM. KAREBET JOKO TINGKIR Ø Aneka riset tidak ditemukan sebagai Puteranya Pangeran Benowo I/ Pangeran ‘ABDUL HALIM HAASYIM/ PANGERAN SELARONG, lebih mengarah kepada PANGERAN BENOWO II/ PANGERAN SIDOWINI/ PANGERAN MAS ADIPATI PAJANG |
SULTAN ‘ABDUR ROHMAAN HAADIIWIJOYO/ RM. KAREBET JOKO TINGKIR BIN ADIPATI PENGGING II RADEN KEBO KENONGO BIN ADIPATI PENGGING I RADEN HUSAIN ANDOYONINGRAT SRIMAKURUNG + NYAI PAMBAYUN BINTI PRABU BRAWIJOYO V KERTOBHUMI/ RADEN ALIT ONGKOWIJOYO/ ‘ABDUL MALIK + PERMAISURI PUTERI CHAMPA I RATU ANDOROWATI/ DUWOROWATI SANG BULIK KANDUNGNYA SUNAN AMPEL RADEN AHMAD/’ALII ROHMATULLOOH |
Ø Lasem - Jawa Tengah
|
Ø Da’wah ISLAAM – Kiyai & Nyai |
Ø Sebelah kiri Masjid Jamii’ Lasem Jawa Tengah |
|
|
10. Gropak Senthe Kakung & Gropak Senthe Puteri |
PANGERAN BENOWO II/PANGERAN SIDOWINI/ PANGERAN MAS ADIPATI PAJANG |
RADEN AYU PUTERI KAJORAN BINTI SAYYID KALKUM BIN SAYYID HAMZAH BIN SUNAN AMPEL RADEN ‘ALII ROHMATULLOH/ RADEN AHMAD ROHMATULLOOH + NYAI AGENG KARIIMAH BINTI SUNAN BUNGKUL KEMBANG KUNING SURABAYA AR RONGGOLAWEYY |
Ø Pajang Ø Berkelana pindah-pindah sebagai hukuman memberontak kepada Sultan Agung Mataram-Keponakan Kandungnya yang seharusnya Hukuman Mati Pancung |
Ø Adipati Pajang sebelum memberontak kepada Sultan Agung Mataram-Keponakan Kandungnya |
Ø Mungkin di Jombang, Benowo Surabaya atau Tempat Lainnya. Ø Yang Sang Ayahnya yakni Pangeran Benowo I/ Pangeran ‘Abdul Haliim Haasyim di Kendal-Jawa Tengah |
|
|
11. Petarangan Bobrok Kakung & Petarangan Bobrok Puteri |
KIYAI PANGERAN BENOWO I/ PANGERAN ‘ABDUL HALIIM HAASYIM/SULTAN WIJOYO SULTAN PAJANG III/PAMUNGKAS Ada yang menulis SUMOHADININGRAT/ SUMOHAADIININGRAT |
RADEN AYU PUTERI KI AGENG PANGAMPELAN |
Ø Keraton Pajang Ø Pindah-Pindah Da’wah ISLAAM Keliling pasca Lengser Keprabon secara damai dengan menyerahkan Kesultanan Pajang menjadi bawahan Kesultanan Mataram yang didirikan oleh RADEN DANANG SUTOWIJOYO-Kakak Angkatnya |
Ø Sultan Pajang III/ Sultan Pajang Pamungkas 1586 – 1587 M |
Ø Kendal Jawa Tengah Ø Versi lain di Pasarean Butuh berdekatan dengan Sang Ayahnya yakni SULTAN ‘ABDUR ROHMAAN HAADIIWIJOYO/ RADEN MAS KAREBET JOKO TINGKIR |
|
|
12. Endhog Bosok Kakung & Endhog Bosok Puteri |
Isteri Permaisuri Ratu Nyimas Cempoko yakni Permaisuri Sultan ‘Abdur Rohmaan Haadiiwijoyo/Mas Karebet/ Joko Tingkir |
SULTAN ‘ABDUR ROHMAAN HAADIIWIJOYO/ RM. KAREBET JOKO TINGKIR |
Keraton Kesultanan Demak Bintoro terus diboyong ke Kesultanan Pajang |
Nyai Permaisuri Sultan Pajang I |
Makam Butuh |
|
|
13. Galih Asem Kakung & Galih Asem Puteri |
Sultan Trenggono |
Ø NYAI RATU PANGGUNG BINTI NYAI AGENG MALOKO REMBANG BINTI SUNAN AMPEL RADEN AHMAD ROHMATULLOOH/ RADEN ‘ALII ROHMATULLOOH + NYAI AGENG MANILO CONDROWATI AR RONGGOLAWEYY-Mbakyu Kandungnya NYAI AGENG MANYHURO/ NYAI AGENG GANGGENG/ NYAI SYARII’AH, SUNAN BONANG, SUNAN DRAJAT, DLL. Ø NYAI RATU PANGGUNG II BINTI SUNAN KALIJOGO RADEN SYAHIID (+ NYAI HAFSHOH BINTI SYAICH ‘ABDUL JALIIL) BIN ADIPATI WILWATIKTA RFADEN SAHUUR AR RONGGOLAWEYY-Adik Kandungnya NYAI AGENG MANILO CONDROWATI AR RONGGOLAWEYY |
Keraton Kesultanan Demak Bintoro |
Sultan Pajang III |
Makam Keraton Kadilangu Demak |
|
|
14. Ampyang Kakung & Ampyang Puteri |
Sultan Syah Alam Akbar/ ‘Abdul Fattaah Hasan / Raden Patah/ Raden Jin Bun |
NYAI RATU DEWI MURTASIMAH ‘ASYIIQOH BINTI SUNAN AMPEL RADEN ‘ALII ROHMATULLOOH/ RADEN AHMAD ROHMATULLOOH + NYAI AGENG MANILO CONDROWATI AR RONGGOLAWEYY, Versi Lain NYAI KARIIMAH BINTI SUNAN BUNGKUL KEMBANG KUNING SURABAYA AR RONGGOLAWEYY |
Keraton Kesultanan Demak Bintoro |
Sultan I Demak Bintoro |
Makam Keraton Kadilangu Demak |
|
|
15. Cumpleng Kakung & Cumpleng Puteri |
PRABU BRAWIJOYO V KERTOBHUMI/ RADEN ALIT ONGKOWIJOYO/ ‘ABDUL MALIK + PERMAISURI PUTERI CHAMPA I RATU ANDOROWATI/ DUWOROWATI SANG BULIK KANDUNGNYA SUNAN AMPEL RADEN AHMAD/’ALII ROHMATULLOOH |
PUTERI CHAMPA II SELIR “NYAI SIU BAN QI/ NYAI BAN CHI/ NYAI DEWI QIYAN/ ANOROWATI” BINTI SYAICH BANTONG SEMARANG, campuran CHINA & CHAMPA KAMBOJA sebelum kalah perang ikut VIETNAM. PUTERI CHAMPA II masih kerabat dari PUTERI CHAMPA I “RATU DUWOROWATI/ ANDOROWATI |
Keraton Mojopahit, Trowulan-Mojokerto-Jawa Timur Keraton Mojopahit, Trowulan-Mojokerto |
Raja Mojopahit Pamungkas/ XII bergelar PRABU BRAWIJOYO V sebelum dikudeta oleh Adik Sepupunya yakni RADEN RANUWIJOYO bergelar PRABU BRAWIJOYO VI/ PRABU GIRINDROWARDHONO/ PRABU GIRINDRAWARDHANA/ Raja Mojopahit XIII di Keling-Kediri-Jawa Timur |
Ø Dekat Telaga Segaran Trowulan-Mojopahit |
|
|
16. Cendeng Kakung/ Nang & Cendeng Puteri/ Dok |
PRABU BRAWIJOYO II/ PRABU RAJOSO WARDHONO/ PRABU RAJASA WARDHANA |
|
Keraton Mojopahit, Trowulan-Mojokerto |
Raja Mojopahit IX |
Ø Trowulan Mojopahit |
|
|
17. Ampyang Kakung/ Nang & Giyeng Puteri/ Dok |
PRABU BRAWIJOYO I/ PRABU KERTOWIJOYO/ PRABU KERTAWIJAYA – Adiknya RATU SUHITA beda Ibu |
|
Keraton Mojopahit, Trowulan-Mojokerto |
Raja Mojopahit VIII |
Ø Semanding Tuban |
|
|
18. Giyeng Kakung & Menyo-Menyo Puteri/ Dok |
RATU KENCONO WUNGU/ KUSUMO WARDHANI/ KUSUMA WARDHANI Ø Raja Blambangan Mojopahit Timur, Saudaranya lewat Ibu Selir memberontak & muncullah PERANG PAREGREG 1404 – 1406 M Ø Di sinilah muncul Kisah Damarwulan Vs Prabu Minak Jinggo tewas konon dipenggal kepalanya yang diperdebatkan validitasnya itu bukanlah PRABU BHRE WIRABHUMI Ø Dua Kubu yang berperang didamaikan oleh SYAICH JAMAALUDDIIN JUMAADIL KUBROO Ø Solusinya BESANAN. Ø Versi lain, PRABU BHRE WIRABUMI dibunuh oleh RADEN GAJAH/ BHRA NARAPATI |
PRABU WIKROMO WARDHONO/ PRABU WIKRAMA WARDHANA 1389 – 1429 M BIN DYAH NERTAJA/ PUTERI ISWARI, Adik Kandungnya PRABU HAYAM WURUK · Konon sudah ISLAAM Bersama Sang Isterinya. · Prabu Bhre Wirabhumi dalam versi lain juga sudah ISLAAM & menjadi BESAN · Versi lain PRABU BHRFE WIRFABHUMI mati dibunuh oleh RADEN GAJAH/ BHRA NARAPATI |
Keraton Mojopahit, Trowulan-Mojokerto |
Ratu Mojopahit VI Raja Mojopahit VII |
Ø Makam RATU KENCONO WUNGU Sekomplek dengan Makamnya SYAICH JAMAALUDDIIN JUMAADIL KUBROO Ø Di masa RATU KENCONO WUNGU & PRABU WIKRAMA WARDHANA DA’WAH ISLAAM oleh SYAICH JAMAALUDDIIN JAMAALUDDIIN JUMAADIL KUBROO diterima dengan baik |
|
|
19. Menyo-Menyo Kakung/ Nang & Puteri / Dok |
PRABU HAYAM WURUK |
PERMAISURI PADUKOSARI · Ada yang tulis Cucunya Adipati GTuban RADEN ARYO ADHIKORO RONGGOLAWE · Versi lain masih Dzurriyyah RADEN WIJOYO |
Keraton Mojopahit, Trowulan-Mojokerto |
Raja Mojopahit V |
Ø Trowulan Mojopahit |
|
|
20. Rah Tumerah Kakung/ Nang & Leluhur Puteri/ Dok |
RATU TRIBUWANA TUNGGO DEWI |
RADEN COKRODORO/ RADEN CAKRADARA BIN RADEN ARYO KEBO ANABRANG - Kakak Tunggal Ibu dengan ADIPATI TUBAN RADEN ARYO ADHIKORO RONGGOLAWE, versi lain “Kakak Sepupu Sang Adipati” |
Keraton Mojopahit, Trowulan-Mojokerto |
Ratu Mojopahit IV |
Ø Trowulan Mojopahit |
|
|
21. Leluhur Kakung/ Nang & Leluhur Puteri/ Dok |
RADEN WIJOYO/ RADEN WIJAYA BIN RADEN AYU DYAH LEMBU ENTAL + PANGERAN RAKYAN JAYADHARMA Kerajaan Sunda |
RATU GAYATRI no. 4 dari 4 Bersaudara BINTI PRABU KERTONEGORO/ PRABU KERTANEGARA SINGOSARI PAMUNGKAS RADEN WIJOYO juga menikahi 3 Saudara Kandung lainnya. Plus Selir DARA PETAK, Puteri Kerajaan Melayu DHARMASRAYA - SUMATERA BARAT yang berputera PRABU JOYONEGORO/ PRABU JAYANEGARA namun bejat moralnya |
Keraton Mojopahit, Trowulan-Mojokerto |
Raja Mojopahit I 1293 - 1311 |
Ø Trowulan Mojopahit |
|
|
22. Dst. |
Ø Dicukupkan sampai di sini. Ø Jikalau berlanjut ujung-ujungnya membahas kajian Para Raja Ratu, Patih, Maha Patih, Tumenggung, Adipati dll. di Nusantara alias sama saja bedah SEJARAH NUSANTARA yang sejak 17-8-1945 berubah menjadi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangruwa … Di dalamnya penuh dengan Aneka Versi yang bikin ruwet, bingung & pusing 13 Keliling … Terimakasih. |
|||||
|
|
||||||
BAGIAN IX. KOLEKSI ANEKA SILSILAH YANG TERKAIT DENGAN KH. SYUHADAA" & NYAI
![]() |
BAGIAN IX
PEGANGAN SILSILAH POKOK BANII KH. SYUHADA"
👮👳💂🙏💗💓💙💚💛💜
TETAP HARUS KRITIS TERHORMAT, ISINYA TIDAK BISA DITELAN MENTAH-MENTAH MENGINGAT BANYAK VERSI BERMUNCULAN
HARTABUTA :
Selasa, 20-5-2025.
Sumber :
Kitaab Tashowwuf peninggalan KH. Ahmad Mutamakkiin Kajen Pati Jawa Tengah lewat Cak Fathur Rohmaan bin Modin Kiyai Muhammad Nuurhisyaam Becok-Tegalharjo-Kerek-Tuban pada Ahad, 11-5-2025 di kediamannya selatan Masjid Al Falaah Latsari - Tuban Kota sekitar 50 meter lewat Gang Selatan dari arah lewat Rumah Sakit Umum KOESMA Tuban.
Masjidnya sebelum Patung.
Deskripsi :
- Sebagian Dzurriyyah KH. Ahmad Mutamakkiin Kajen Pati Jawa Tengah beranggapan di bawah ini merupakan Silsilahnya KH. Ahmad Mutamakkiin, Kajen-Pati-Jawa Tenga
- Ada yang mengklaim ini Silsilah KH. Mutamakkiin Kajen Pati Jawa Tengah yang ditulis langsung oleh Tulisan Tangan Beliau Sendiri..
- Setelah dicermati bukanlah Silsilah Beliau.
- Kitaab yang ditulis juga diklaim Karya Beliau. SUHU cermati, bisa ya bisa tidak dan dijumpai ada 3 Model Tulisan Tangan dengan gorfesan yang berbeda dari orang yang berbeda.
- Setelah dikaji perhatikan dengan seksama atas seluruh tulisan di bawah ini ... !
Silsilah Sunan Bonang Syaich Sayyid Mahduum Ibroohiim, Silsilah Sunan Bejagung Lor & Sebagian Dzurriyyahnya lewat Nyai Perbayun/ Pembayun/ Pambayun/ Nyai Haasyim “Alamuddiin/ Nyai Sunan Bejagung Kidul/ Nyai Raden Haadiikusumo bin Prabu Brawijoyo V Kertobhumi / Raden Alit Ongkowijoyo/ ‘Abdul Malik
Ø
Bagian atas tentang Silsilahnya Sunan Bonang Syaich Mahduum
Ibroohiim.
· Bagian bawah tentang silsilahnya sebagian Dzurriyyahnya Mbah Sunan Bejagung Lor Mbah Modin Muhammad Asy’aryy lewat puterinya bernama “Pabayun” tepatnya “Pambayun/ Nyai Faiqoh” Sang Isteri Sunan Bejagung Kidul Syaich Haasyim ‘Alamuddiin/ Raden Hadikusumo bin Prabu Brawijoyo V Kertobhumi/ Raden Alit Ongkowijoyo/ Abdul Malik.
Berdasarkan tulisan tersebut yang dipadukan sumber lainnya :
1. Anak -
1.1. Raden Joyokusumo
1.2. Raden Joyonegoro, Meruwut Kanor Bojonegoro Jawa Timur bin
2. Ayah - Kiyai Mas Shorofuddiin bin
Ø Versi tulisan KH. ‘Abdur Rohmaan, Sampurnan – Bungah – Gresik – Jawa Timur :
Kiyai Syarofuddiin Mruwut bin Nyai Pangeran Maalik Prunggahan - Tuban binti Kiyai Muhammad Bejagung Semanding Tuban (maksudnya Muhammad ‘Alii Ashghor) bin Nyai Parbayun (mestinya Pambayun) binti Sunan Bejagung Lor (maksudnya Modin Muhammad Asy’arii) bin Nyai Ageng Panyuran/ Nyai Syarii’ah/ Nyai Ageng Ganggeng/ Nyai Sunan Ngudung binti Sunan Ampel Raden Ahmad/ ‘Alii Rohmatullooh + Nyai Ageng Manilo Condrowati).
3. Kakek – Kiyai Mas Negoro bin
4. Buyut – Kiyai Joyonegoro bin
5. Canggah – Kiyai Athuul Joyonegoro bin
6. Kiyai Gede Mruwut/ Kiyai Ageng Mruwut bin
7. Nyai Pabayun (Perbayun/Pembayun/ Pambayun) binti
Ø Dalam Kamus Bahasa Jawa & tradisi turun temurun Orang Jawa, jikalau punya Anak Pertama Lahir Perempuan atau Anak Perempuan Pertama Yang Lahir Muncul Duluan di Keluarganya diberi nama Pambayun/ Pembayun maksudnya Anak Perempuan Pertama.
Ø Jadi lebih tepatnya “Nyai Pambayun/ Nyai Faaiqoh/ Nyai Raden Haadiikusumo/ Nyai Husam ‘Alaamuddiin/ Nyai Sunan Bejagung Kidul” binti
8. Modin Asy’arii/ Sunan Bejagung Lor bin ...
Ø Terhenti di sini tidak berlanjut ... !
Ø Silsilah Dzurriyyah Sunan Ampel Raden Ahmad/ ‘Alii Rohmatullooh Surabaya dalam Tulisan Versi KH. ‘Abdur Rohmaan, Sampurnan-Bungah-Gresik-Jawa Timur dipadukan sumber lainnya menulis seperti di bawah ini :
Sunan Bejagung Lor, Modin Muhammad Asy’arii bin Nyai Ageng Manyuro/ Nyai Ageng Panyuran/ Nyai Ageng Ganggeng/ Nyai Syarii’ah/ Nyai Sunan Ngudung binti Sunan Ampel Raden ‘Alii Rohmat/ Raden Ahmad Rohmatullooh Surabaya + (Isteri Sepuh/ Isteri I - Nyai Ageng Manilo Condrowati Ar Ronggolaweyy).
· Sunan Ampel Surabaya Raden ‘Alli Rohmatullooh/ Raden Ahmad Rohmatullooh bin Syaich Sayyid Ibroohiim Asmoroqondyy bin Syaich Sayyid Jamaaluddiin Jumaadil Kubroo – Makam Trowulan Mojokerto + (Nyai Faathiimah Al Uzbekistaanyy).
· Isteri Sepuh/ Isteri I - Nyai Ageng Manilo Condrowati Ar Ronggolaweyy binti Adipati Tuban Aryo Tejo II Sayyid ‘Abdur Rohmaan bin Syaich Sayyid Jalaaluddiin Gresik, makamnya di Makam Dowo-Doromukti-Tuban Kota.
· Syaich Sayyid Jalaaluddiin itu Adik Kandung Ragilnya Syaich Sayyid Jamaaluddiin Jumaadil Kubroo berarti Adipati Tuban Aryo Tejo II Sayyid ‘Abdur Rohmaan itu Adik Sepupunya Syaich Sayyid Ibroohiim Asmoroqondyy & berarti pula Nyai Ageng Manilo Condrowati itu Adik Mindoan/ Adik Dua Pupunya Sunan Ampel Raden ‘Alii Rohmatullooh/ Raden Ahmad Rohmatullooh.
· Adipati Tuban Wilwatikta Sang Ayah dari Sunan Kalijogo Raden Syahiid & Dewi Roso Wulan itu Adik Kandungnya Nyai Ageng Manilo Condrowati.
· Sunan Bonang Mahduum Ibroohim yang Gurunya Sunan Kalijogo itu Kakak Sepupunya Sendiri.
· Adapun Isteri II Sunan Ampel Raden ‘Alii Rohmatullooh/ Raden Ahmad Rohmatullooh yakni Nyai Kariimah binti Sunan Bungkul Kembang Kuning-Bungkul-Surabaya itu juga masih SepupunyaNyai Ageng Manilo Condrowati.
Silsilah Sunan Bonang Mahduum Ibroohiim menurut Versi Kitaab ini :
1. Anak - Sunan Bonang Mahduum Ibroohiim bin
2. Ayah - Pangeran Rohmat/ Sunan Ampel bin
Nama Sunan Ampel ada beberapa versi :
Versi 1. Raden Ahmad Rohmatullooh.
Versi 2. Raden ‘Alii Rohmatullooh.
Versi 3. Pangeran Ahmad.
3. Kakek - Rojo Pandito/ Syaich Sayyid Ibroohiim Asmoroqondyy + (Nyai Condrowulan binti Raja Churmain Champa Kamboja sebelum kalah perang dan ikut wilayah Vietnam) bin
4. Buyut - Syaich Ibroohiim Asmoro bin
5. Canggah - Syaich Hasan Segoro bin
6. Wareng - Syaich ‘Alii Naaqyy bin
7. Udheg-Udheg - ‘Alii Daaqyy bin
8. Gantung Siwur –- Zainal ‘Aalim bin
9. Cicip Moning – Zainal ‘Aabidiin bin
10. Gropak Waton – Hasan Husain (seharusnya Husain) bin
11. Gropak Senthe - Faathimah Az Zahroo” + (Sayyidinaa ‘Alii KAW) binti
12. Petarangan Bobrok - Muhammad S’AW + (Sayyidah Chodiijah Chuwailid Al Kubroo).
Catatan :
- Kelemahan Para Orang Tua Kita dan Para Kakek Nenek Pendahulu Kita seringkali menyebut nama HASAN HUSAIN yang seolah-olah hanya satu orang padahal itu dua (2) orang yakni Sayyid Hasan - Kakak & Sayyid Husain - Adik bin Siti Fathiimah Az Zahroo" binti Sayyidinaa Nabiiyullooh Rosuullooh Muhammad S'AW lewat Isteri Sepuh Siti Chodiijah Chuwailid Al Kubroo.
- Sang Suami Sayyidah Siti Faathimah Az Zahroo" bernamna Sayyidinaa 'Alii Karromalloohu Wajhah.
BAGIAN X. PRO KONTRA NASAB WALI SONGO - VERSI ABU FAREL
HARTABUTA :
Jum'ah, 24-1-2025.
Belum ditata ... !
[2/10/2024 00.04] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
#Fix_nasab tidak akan tertukar👍🏾
#mari_saling_menghargai🙏
Penjelasan Ada 3 Sunan Giri :
1)Sunan Giri Al-Hasany Sumatera Sultan Minangkabau berAyah Abdul Qodir yang nasabnya disambung2kan ke Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani
(kami mauqub terkait kebenaran nya 🙏)
2)Sunan Giri Al-Hasany Madura (versi NAAT) ber Ayah Yaqub bin Ibrahim yang juga disambung2kan nasabnya ke Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani Sunan Giri Al-Hasany yang memiliki cucu bernama Pangeran Pakebunan dan Nyai Gede Kedaton
(kami mauqub terkait kebenaran nya🙏)
3) Sunan Giri/Raden Paku makam di Gresik yang ber Ayah Maulana Ishaq bin Ibrahim Asmorokondi yg tidak memiliki cucu bernama Pangeran Pakebunan Khotib mantoh sampang dan nyai Gede Kedaton Bangkalan
(Kami tegas menolak ketersambungan nasab Sunan Giri Sumatera dan Sunan Giri Madura versi NAAT ke Raden paku/Sunan Giri bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Asmorokondi makam di Gresik 🙏)
[2/10/2024 00.06] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/rcrd8VboCQYGNgAU/?mibextid=xfxF2i
Ada 3 nama Jumadil Kubro
1) Jumadil Kubro I Berputra Ibrahim Samarkandi berputra
Sunan Ampel , Maulana Ishaq dan Ali Murtadho , Nama Daqing Husein makam di Wajo Sulawesi Selatan
2) Jumadil Kubro II Berputra Ali dan Abdul Malik Nama Daging Ahmad makam kemungkinan dri Khazakthan
3) Jumadil Kubro III Berputra Ibrahim dan Ishaq nama Daging Muhamad Makam di Trowulan
Kurang Lebih Seperti ini Susur Galur Nasab nya :
1) Husein Jumadil Kubra I
I
Ibrahim Samarqondi
I
Maulana Ishaq
I
Sunan Giri
2) Muhamad Jumadil Kubro III
I
Kyai Ageng Tarub I / Ishaq dan Ibrahim / Kyai Jabung /Sunan Ngerang
I
Kyai Ageng Tarub II Ibnu Kyai Ageng Tarub I
I
Putri + Raden Bondan Kejawan
Malik Taraz Ahmad Jumadil Kubro II
I
Abdul Malik Brawijaya Wekasan
I
Raden Lembu Peteng Seda ing Ampel
[2/10/2024 00.06] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/yJSSEc94TEfFs6BN/?mibextid=xfxF2i
Keturunan Pancer Sunan Ampel yang Awalnya ada di Madura Kini sudah tidak ada di Madura
Pangeran Waringin Pitu Ing Madura, Lahir Di Malang an Wafat di Madura cucu Sunan Giri dari Ibunya Nyai Ageng Sawo
☝
P Mas Panetan bukan Bre Penganten
☝
Pangeran Sobo
☝
P Belimbing
☝
Raden Wironolo Semasa Hidup Menjadi Penghulu / Khotib Di Sampang nama ini Menantunya Panembahan Cakraningrat I yang Juga masih Terhitung Keponakan Syarifah Ambami Al Ampel, Garwo Padmi Adipati P Cakraningrat I
Keturunan Nama Ini Raden Wironolo Pada Generasi Ke 2 -3 Hijrah semua keluar dari Pulau Madura sebab Terjadinya Perang Antara Keluarga Ampel / Kajoran Dan Pihak Kompeni Belanda pada Masa 1674 - 1680 baru Pada masa 1750 dimasa Panembahan Cakraningrat V menjadi Head Regent VOC Belanda untuk Wilayah Pesisir Utara Jawa Tengah dan Jawa Timur sampai Pulau Madura, Salah satu Cucu Raden Wironolo di ambil Menantu Oleh Keluarga Cakraningrat dan Menjadi Patih nya Panembahan Cakraningrat V dan Sampai wafat di Makam kan di Mertajasah Bangkalan
Keturunan Nama Ini Berdiaspora di sekitaran Pasuruan sampai Malang, Yang Di Madura Tinggal keturunan dari Jalur Perempuan Beliau
[2/10/2024 00.07] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/Dr1HhXdtWdtiVu8i/?mibextid=xfxF2i
Sayyid Ibrahim Samarkandi bin Jamaluddin Husein Al Kubra
Beristri 3
1) Syarifah Condrowulan Campa Melahirkan Putra Sunan Ampel Pada 1401M
2) Syarifah Laila Jepara Melahirkan Putra Maulana Ishaq pada 1417M
3) Nyai Gede Wunut Gresik Melahirkan putra Ali Murtadho pada 1423M
- Sunan Ampel Beristri 3
1) Nyai Gede Karimah
- Hamzah
- Ali Zainal Abidin
- Faqīh
- Husyamudin Wafat masih Kecil
- Dewi Murtosimah Istri Raden Fatah
- Dewi Murtosiyah Istri Sunan Giri
- Dewi Asyiqah istri Sunan Wilis rk
2) Nyai Gede Manila
- Siti Malekah
- Ibrahim / Sunan Bonang
3) Nyai Gede Mayang Madu
- Qosim / Sunan Drajat
Maulana Ishaq beristri 2
1) Ratu Dewi Sekardadu
- Sunan Giri
2) Nyai Gede Pasai
- Ibrahim
- Dewi Saroh Istri Sunan Kalijaga
Ali Murtadho beristri 1
1) Nyai Gede Sumenep
- Sunan Ngudung
- Sunan Manyuran Mandalika
[2/10/2024 00.08] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/RhHEgPoWLpBSpRW1/?mibextid=xfxF2i
#KAJIAN_NASAB
PANGERAN KOHARUDIN BIMA
Selain Jalur Masyhur Walisongo ( Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati)
☝☝☝👇👇
Dari Jalur 2 Putra Imam Jamaluddin Al Husein Al Kubra yang Masyhur
- Ali Nurul Alam menurunkan Sunan Gunung Jati
- Ibrahim Asmorokondy Menurunkan Sunan Giri, Sunan Kudus dan Sunan Ampel
Ada satu Jalur Nasab yang Penelitian dan Pendataan nya masih Berjalan
Jalur Nasab ke 3 Dari Putra lainnya Al Amir Imam Jamaluddin Al Husein Al Kubra bernama Sayyid Koharudin
👇👇👇👇
Al Imam Muhamad Shohibul Mirbath
☝
Al Imam Alwi
☝
Al Amir Abdul Malik Al Muhajir
☝
Al Amir Abdullah Al Yamani
☝
Al Amir Ahmad Shah Jalal
☝
Al Amir Jamaluddin al Husein al Kubra
☝
Sembahan Dewa Agung Koharudin
☝
Sembahan Dewa Agung Fadhil
☝
Sunan Krama Dewa
☝
Sunan Lembayung
☝
Sunan Kertasari
☝
Kyai Gusti Dewa Agung Krama
☝
Panembahan Muhamad Mansur
☝
Mas Raden Fadhil
☝
Mas Raden Kamaluddin
☝
Ki Agus Faqih Jalaluddin 1666 - 1748
#Sumber_Manuskrip Tuan Faqih Jalaluddin wafat di Palembang asal dari Sumenep
[2/10/2024 00.09] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/aJ6mL4jHyCchupLG/?mibextid=xfxF2i
Nyai gede Kedaton di klaim NAAT sebagai ibu Sunan Cendana atau Nyai Gede Kedaton saudaranya Pangeran Pakebunan/Khotib mantoh
versi NAAT nasabnya sbb :
#Versi_NAAT nyai gede Kedaton binti Sunan Kulon Giri , dimana makam nyai gede Kedaton ini ? ( Kedaton siapa yg dimaksud karena didaftar nama2 anak Sunan Kulon Giri tidak ada nama Nyai Kedaton )
#ada Nyai Gede Kedaton yang lain susunan nasabnya sbb:
#versi 2 Nyai Gede Kedaton binti Pangeran Maspanetan bin Pangeran Waringin pitu (Kedaton Sampang)
#versi 3 Nyai Gede Kedaton Mataram ibu dari Pangeran Cakraningrat 1 Madura)
#tidak_ada nama Pangeran Pakebunan/Khotib mantoh di daftar nama anak2 Sunan Kulon bin Sunan Giri 🙏🙏🙏
#Jika nasab anda majhul /tidak nyambung ke Sunan Giri sangat tidak pantas merubah rubah nasab Sunan Giri di cantol2kan ke Al-Hasani2an 🙏🙏🙏
[2/10/2024 00.11] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/JukxWjDbwt1jWTo2/?mibextid=xfxF2i
#Serat_Walisana_Karya_Pujangga_Mataram (satu2nya modal Tulisan buat kalian Ngaku Syarif Al-Hasani2an)
#Kyai_Gede_Pamanahan / Kyai Ageng Mataram Menantu Pangeran Sobo bin Sunan Kidul bin Sunan Giri
Tokoh ini sangat Masyur dalam Sejarah beliau Hidup di masa Kerajaan Pajang
Beliau putra Kyai Ageng Nis Laweyan , Cucu Kyai Ageng Selo tokoh Masyur yang mampu menangkap Petir 😀
Dalam Catatan Nasab Kelembagaan Negara dimasa sesudahnya (Negara Kerajaan/ Mataram Raya) beliau memiliki Banyak Putra dan Putri Total tercatat 31 Orang 👍🏾
Istri Pertama Kyai Gede Pamanahan adalah Seorang Syarifah dari Keturunan Sunan Giri bernama Syarifah Nyai Gede Pamanahan / Nyai Gede Sabinah binti Pangeran Sobo bin Sunan Kidul bin Sunan Giri bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Asmorokondi bin Jamaludin al-Husein Ba'Alawi Al-Huseini
yang memiliki banyak putra dan putri di antaranya
- Raden Sutawijaya gelar Panembahan Senopat Ing ngalogo Sayyidin Panotogomo ( Raja Mataram 1)
- Pangeran Gagak Baning Adipati Pajang
DLL
#Siapapun yang menista leluhur kami ini (Kyai Gede Pamanahan ) akan juga ber urusan dg Bani Ampel ,Bani Kudus dan Tentunya Bani Giri🙏
#Buat_Sayyid_Palsu_AlQodiri_AlHasani2an jangan catut2 nama Keraton Mataram untuk menipu dan membodohi khalayak umum atas Pemalsuan Nasab kalian ngaku2 keturunane Sunan Giri/Ampel/Kudus lalu Berdusta ngaku bermarga AlQodiri AlJilani Al-Hasani
#Kalian_Manusia_Dunguu yang 100% bukan Sayyid 🙏
-
[2/10/2024 00.12] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/kq48A2tUDnY8B4vA/?mibextid=xfxF2i
Keturunan Syarifah Bani Giri Ing MADURA
Prabu Brawijaya Wekasan ( Abdul Malik)+ Ratu Campa Dwarawati
☝
Raden Aryo Lembu Peteng + Fatimah Binti Syaikh Baribin / Ki Bang Kuning
☝
Raden Aryo Pramono + Nyai Ageng Pancuran Binti P Ibrahim Karang Kemuning
☝
Raden Bonorogo / P Waru Ing Sampang + Nyai Ageng Waru Binti Sunan Tegal Wangi bin Sunan Giri
☝
Adipati Pamadegan ( P Saba Pele)
☝
1) Raden Macan Anggering ( Adipati Ing Omben)
2) Raden Macan Alas Waru
Susur Galur Lain :
Raden Arya Lembu Peteng
☝
Nyai Ageng Usami / Ratna Dewi Usami + Sunan Giri
☝
Sunan Tegal Wangi
☝
Nyai Ageng Waru
☝
P Saba Pele Adipati Pamadegan
☝
1) Raden Macan Anggering ( Adipati Ing Omben)
2) Raden Macan Alas Waru
#Adipati Omben Itu Cicit Sunan Tegal Wangi bin Sunan Giri dari Keturunan Nyai Ageng Waru
[2/10/2024 00.13] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/fWnDa2wVMEfBSesT/?mibextid=xfxF2i
2 versi nasab dari Tumenggung Monco negoro keturunan sunan giri...
Versi pertama
1.versi ahli nasab palembang kemas ananda wirosentiko ini silsilah nasabnya :
Tumenggung Man co Negaro (Maulana Fadlullah) bin
Pangeran Adipati Sumedang (Maulana Abdullah) bin
Pangeran Wiro Kesumo Cirebon (Ali Kusumowiro/Muhammad Ali Nurdin/Sunan Sedo Ing Margi) bin
Sunan Giri/Muhammad ‘Ainul Yaqin
Versi kedua
2. versi gresik yang tertulis di tarsilah Brunei ini nasabnya
Tumenggung Manchu Negoro Gresik bin Pangeran Manchu Tando bin Sunan Dalam Ali Zainal Abidin Wirakusuma bin Sunan Giri.
# monggo yg mau komentar#
[2/10/2024 00.14] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/Pdt5LAmeXxoPKavf/?mibextid=xfxF2i
#Keturunan_Sunan_Ampel (Sayyid Ahmad Rahmatullah )
Isteri Pertama, Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo Al-Abbasyi, berputera:
Raden Mahdum Ibrahim/Sunan Bonang
Siti Syari’ah/ Nyai Ageng Maloka
Siti Muthmainnah
Siti Hafsah
Isteri Kedua Nyai Gede Karimah binti Kyai Kembang Kuning, berputera:
Dewi Murtasiyah/ Istri Sunan Giri
Dewi Murtasimah/ Istri Raden Fatah
Raden Husamuddin
Raden Zainal Abidin
Pangeran Tumapel (Raden Hamzah)
Raden Faqih
Istri ketiga Nyai Gede Mayang Madu berputera ;
Raden Qosim/Sunan Drajat
[2/10/2024 00.15] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
Untuk sementara sampai nama Pangeran Siding Pasarean Nasab yg Kami Teliti 🙏
#Keatasnya masih Samar🙏
#Nasab_Sultan_Mahmud_Badaruddin Palembang
berikut Arah Penelitian kami
1) Tersambung Raden Husen Pecat Tondo terung (makam di Kudus)
2) Tersambung Pangeran Palembang bin Panembahan Palembang bin Sunan Kudus makam di Kudus
3) Tersambung ke Raden Fatah makam di Demak
4). untuk ke Sunan Giri nisbah lewat nama Tumenggung Mantik Mutlak Tertolak
(Munsib Ba'Alawi)
[2/10/2024 00.16] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
Sunan Bonang memang tidak memiliki keturunan , di ketahui Oleh semua Keturunan ASLI dari kerabat Sunan Bonang ( Sunan Giri, Sunan Kudus ,Sunan Drajat , Sayyid Hamzah)
[2/10/2024 00.21] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/NhSMzcZXV4QzJoY1/?mibextid=xfxF2i
Keluarga Besar Bujuk Aji Toket yang asli di bawah Kordinasi Kyai Kharar tidak pernah me Klaim Bernasab ke Sunan Giri
#Ulah Pondok genggong di provokasi Oleh NAAT kemudian me Klaim Bernasab ke Al Hasani di Luar Persetujuan keluarga Besar Bujuk Aji Toket, jika Memang NAAT mencantol2kam Nasab Pendiri Pondok ini ke Sunan Giri lewat nama Bujuk Aji Toket
[2/10/2024 00.22] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/oJmHnSbdgar3eQyJ/?mibextid=xfxF2i
Sunan Demak Cucu Sunan Ampel (Menantu Sunan Giri) Menurunkan Para Gusti di Banjar (Raden Samudera / Sultan Suriansyah)
[2/10/2024 00.22] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/1qHXf2Wr9HfzudqG/?mibextid=xfxF2i
#Serat_walisana_ditulis_RM_aria_Suryakusuma dan bukan ditulis Sunan Giri II😂😂😂😂
#Dusta_Kebohongan_Serat_Walisana
isi buku serat walisana dikategorikan naskah babad, masuk nya nama nama tokoh yang hidup semasa kerajaan Mataram dalam buku Serat Walisana memperjelas Serat Walisana bukan ditulis semasa Sunan Giri II , diceritakan pertama kali/diriwayatkan naskah babad Serat walisana oleh RM Aria Suryakusuma dan riwayat2nya tanpa memiliki sanad Periwayatan yang jelas dan RM Aria Suryakusuma bukan keturunan Sunan Giri Il 🙏
#Serat_Walisana_Data_Baru😀😀
#Sumber_Periwayatan_Gharib😀😀
RM Aria Suryakusuma nama samaran Mr Snouck Hurgronje 👍🏾
[2/10/2024 00.25] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/vYLPLepgMJHJjELK/?mibextid=xfxF2i
Sebagai bahan pembanding
berdasarkan catatan tembaga tentang silsilah giri di Lombok sbb (5 generasi paling bawah) sbb
1. Sunan Agung Giri, menikah dg Dewi Ainun Jihadiah binti Ja'far Shodiq, melahirkan
2. Sunan Ratu, betputra :
3. Sunan Prapen, berputra :
4. Sunan Giri Goa/Sunan Kawis Goa,. berputra:
5. Pemban Bebeluq/Pemban Ageng Giri Goa
putri pemban bebeluq X panembahan maharaja pohjenggi berputra:
-prabu langko
-maharaja pohjenggi 3
salinan artefak sunan kawis guwa
18 jumadil ula 968H
[2/10/2024 00.27] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/DeoEsroMWvcVbRZZ/?mibextid=xfxF2i
PERBANDINGAN susur Galur Nasab
A. Raden Kaskiyan/Tumenggung Pulang Jiwo Adipati Sumenep 1672 - 1678
Sunan Giri
⬆️
Sunan Kulon
⬆️
P Gebak / Syaikh Rabet (?)
⬆️
P Ragirantang Sumenep
⬆️
R Kaskiyan / Tumenggung Pulang Jiwo w 1678 (Menantu Tumenggung Yudonegoro)
#5 Grade (?)
B. Susuhunan Abdurahman Palembang 1659 - 1704
Sunan Giri
⬆️
Sunan Kidul
⬆️
P Sobo
⬆️
Kyai Juru Martani
⬆️
P Juru Maryem Nataningrat
⬆️
P Wirokusumo Bagiri
⬆️
P Siding Pasarean.
⬆️
Susuhunan Abdurahman Palembang
#8 Grade
C RM Kedaton Giri
Sunan Giri
⬆️
Sunan Dalem
⬆️
Sunan Prapen
⬆️
P Kawisguwo
⬆️
P Agung Giri
⬆️
P Mas Witono
⬆️
RM Kedaton
#7 Grade
D. Sultan Kasepuhan I Cirebon 1679 - 1697
Sunan Gunung Jati
⬆️
P Pasarean
⬆️
P Dipati Cirebon sedang Kemuning
⬆️
Panembahan Ratu
⬆️
P Sedang Gayam
⬆️
Panembahan Girilaya
⬆️
Sultan Syamsudin Mertawijaya / Sultan Kasepuhan I
#7 Grade
#Catatan
Nama nama diatas Hidup Satu Masa (Se_Usia)
[2/10/2024 00.27] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/1qHXf2Wr9HfzudqG/?mibextid=xfxF2i
#Serat_walisana_ditulis_RM_aria_Suryakusuma dan bukan ditulis Sunan Giri II😂😂😂😂
#Dusta_Kebohongan_Serat_Walisana
isi buku serat walisana dikategorikan naskah babad, masuk nya nama nama tokoh yang hidup semasa kerajaan Mataram dalam buku Serat Walisana memperjelas Serat Walisana bukan ditulis semasa Sunan Giri II , diceritakan pertama kali/diriwayatkan naskah babad Serat walisana oleh RM Aria Suryakusuma dan riwayat2nya tanpa memiliki sanad Periwayatan yang jelas dan RM Aria Suryakusuma bukan keturunan Sunan Giri Il 🙏
#Serat_Walisana_Data_Baru😀😀
#Sumber_Periwayatan_Gharib😀😀
RM Aria Suryakusuma nama samaran Mr Snouck Hurgronje 👍🏾
[2/10/2024 00.33] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/vYLPLepgMJHJjELK/?mibextid=xfxF2i
Sebagai bahan pembanding
berdasarkan catatan tembaga tentang silsilah giri di Lombok sbb (5 generasi paling bawah) sbb
1. Sunan Agung Giri, menikah dg Dewi Ainun Jihadiah binti Ja'far Shodiq, melahirkan
2. Sunan Ratu, betputra :
3. Sunan Prapen, berputra :
4. Sunan Giri Goa/Sunan Kawis Goa,. berputra:
5. Pemban Bebeluq/Pemban Ageng Giri Goa
putri pemban bebeluq X panembahan maharaja pohjenggi berputra:
-prabu langko
-maharaja pohjenggi 3
salinan artefak sunan kawis guwa
18 jumadil ula 968H
[2/10/2024 00.34] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/1dbCVLeuFeqEN59G/?mibextid=xfxF2i
#Keturunannya_Terdata_Rapi👍🏾
#Himbauan para Pemalsu nasab yang membelokan nasab Sunan Giri di Palsukan ke AlQodiri AlJilani Al-Hasani 😀
#Pangeran_Pakebunan_Madura BUKAN ANAK SUNAN KULON BIN SUNAN GIRI 🙏
Jangan maksa cantol2 nasab MAJHUL kalian ke Bani Sunan Kulon bin Sunan Giri bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Asmorokondi bin Jamaludin al-Husein bin Amir Ahmad Shah Jalal bin Abdullah Khan bin Abdul Malik bin Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shohib Mirbath Ba'Alawi Al-Huseini 🙏
[2/10/2024 00.35] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/s9DSacqeh4Z9aHbJ/?mibextid=xfxF2i
#Penjelasan
#KHOTIB MANTOH MAKAM DI MADEGAN SAMPANG BUKAN KETURUNAN SUNAN KULON BIN SUNAN GIRI
Makam Khotib Mantoh yang di Asta Madegan Sampang Adalah Keturunan Bujuk Alawi Jengguh, Keturunannya Baru 5-6 Generasi, Sebutan Khotib Mantoh karena Semasa hidup menjadi Khotib Masjid Madegan Dan Menantu Keluarga Batu Ampar ( Cucu Menantu Sayyid Abu Syamsudin bin Basyaniyah bin Abdul Manan)
[2/10/2024 00.36] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/U53rzrtRg2W3PRfY/?mibextid=xfxF2i
SUNAN GIRI AL JAWI VS SUNAN GIRI ALMANDURI
#Dua Sunan Giri yg berbeda👍🏾
#Mari kita saling menghargai 🙏
#Fakta_dua_Sunan_Giri
#Berbeda_Jalur_Nasab👍🏾
#Bani_Giri_AlHasani versi NAAT Madura,Sunan Giri bin Yaqub bin Ibrahim Al-Hasani yang kabarnya banyak keturunane di Madura
mereka ini 100% bukan keturunan Sunan Giri bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Asmorokondi bin Jamaludin al-Husein /Syaikh Jumadil Kubra ,Sunan Giri Ba'Alawi Al-Huseini yang makamnya di Gresik
Susunan Nasab Sunan Giri Ba'Alawi Al-Huseini :
Raden Paku nama gelar Sunan Giri
Makam di Gresik
Bin -
Maulana Ishaq Al Asyi
Makam di Paciran Lamongan
Bin -
Ibrahim Asmorokondi/Ibrahim Zainul Kubra Samarkandi
Makam di Gesik Harjo Tuban
Bin -
Jamaludin al-Husein/Syaikh Jumadil Kubra
Makam di Wajo Sulawesi selatan
Bin -
Ahmad Shah Jalal
Makam di Shylet Bangladesh
Bin -
Abdullah Khon
Makam di Yaman
Bin -
Abdul Malik Al Muhajir
Makam di Naserabad India
Bin -
Alwi Ammul Faqih Ba'Alawi Al-Huseini
Makam di Yaman
Bin
Muhammad Shohib Mirbath
Makam di Mirbath
Bin -
Dan seterusnya ke Imam Husain /Al-Huseini
( Sumber Kitab Nasab Khidmatul asyroh & Samsu Dzahiroh bersumber manuscript tua di Hadramaut Yaman tahun 1450M serta Kitab Nasab Al-Khan Al Akbar Al Abdul Malik disusun 1549M, Manuscript Kajoran 1670M ,Lasem 1620M ,Bayat 1580M , Manuscript Palembang 1700M, Manuscript Purwaka Caruban Nagari 1720 DLL )
[2/10/2024 00.37] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/Dpc1dLavNZSik5Rd/?mibextid=xfxF2i
Sunan Bayat, Sunan Gunung Jati, Sunan Giri dan Beberapa yang lain Semua cucu Atau Keturunan dari Amir Sayyid Jamaluddin Al Kubra Al Huseini, Mereka Mengambil Sanad Tarekat Kubrawiyyah / Naqsabandiyah / Syatariyyah Langsung dari Beberapa Makdum Kwajagan / Ulama Besar yang Tinggal Asia Tengah dan Xinjiang Cina
[2/10/2024 00.38] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/uEtm4JVv9QhKnBfT/?mibextid=xfxF2i
Kanjeng Sunan Giri / Raden Paku / Maulana Muhamad Ainul Yaqin lahir 1442M wafat 1506M
👉bermarga Al Uraidhi Al Huseini
beliau Pancer laki-Laki Keturunan Generasi ke 18 dari Al Imam Ali Uraidhi bin Jaffar Shodiq bin Muhamad Al bagir bin Ali Zainal Abidin bin Al Husein
[2/10/2024 00.39] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://www.facebook.com/share/p/myxjRVr3vMfsRmf3/?mibextid=xfxF2i
KETURUNAN WALISONGO MENYEBAR SAMPAI SULU , BRUNEI DAN PHILIPINA
Sunan Ampel Berputra 6 di antaranya
- Syarif Ali Zainal Abidin / P Panji Sekar Sungsang menikah dengan Putri Ratna Kalungsu binti Lambung Mangkurat berputra 2
1) P Panji Sekar II / Sunan Serabut Giri
2) P Panji Dekar / Imam Pawah / P Mangkubumi / Maharaja Sukarama / Ratu Anom Daha
- Syarif Ali Zainal Abidin menikah dengan Putri Sultan Johor berputra 3
1) P Ahmad Berdakwah ke Brunei Darussalam
2) P Ali Berdakwah ke Sulu
3) P Muhamad Kebungsuan Berdakwah ke Magindanao
1) P Panji Sekar II / Sunan Serabut / Raden Begawan wafat di Giri Berputra
- P Mantri Raja menikah dengan Putri Ratna Beranakan Binti P Panji Dekar / Ratu Anom Daha /!Maharaja Sukarama berputra
- P Samudera menikah dengan. Putri Arya Trenggana Berputra P Rahmatullah (mengikuti nama Sunan Ampel / Sayyid Ahmad Rahmatullah leluhurnya dari Garis Ayah P Samudera ) , P Rahmatullah berputra P Hidayatullah (mengikuti nama Syarif Hidayatullah nama leluhurnya dari Garis ibu P Samudera)
2) P Panji Dekar / P Mangkubumi / Maharaja Sukarama / Ratu Anom Daha / Imam Pawah menikah Dengan Aji Meter Binti P Jayakelana Berputra -putri
- Putri Ratna Beranakan
- P Singa Gurda / P Tumenggung
- P Bagalung
- P Jayadewa
3) P Ahmad Brunei Darussalam belum Di Ketahui secara Pasti Keturunannya
4) P Ali Sulu Belum di Ketahui Secara Pasti Keturunannya
5) P Muhamad Kebungsuan menikah dengan Putri2 Magindanao berputra 11 orang di antaranya
- Makaalang Saripada
- Aliyudin
- Layagun
- Putri Dayang Saragat
#Catatan
Hikayat Banjar Versi 1 dan 2 setelah di Luruskan
Maharaja Sukarama / Ratu Anom Daha / P Panji Dekar Ketika menjadi Raja Daha , Kemudian Berwasiat Jabatan Raja Selanjutnya di Wariskan kepada Cucu dari Putri Perempuan tertuanya Bernama Putri Ratna Beranakan yang Bernama Raden Samudera yang ketika itu masih Belajar di Giri Kedaton
Ketika Menjadi Raja Perempuan / Sultanah Putri Ratna Beranakan binti Ratu Anom Daha memakai gelar Ratu Lamak , Berkedudukan Sebagai Polmack / Wali Raja Bagi P Samudera Putranya yang Masih Kecil , Putra dari Perkawinannya dengan P Mantri Raja Bin P Panji Sekar / Sunan Serabut
Jabatan Sebagai Wali Raja di dampingi oleh Adiknya Bernama P Singa Gurda gelar P Tumenggung
Peperangan Antara P Samudera dan Pamannya P Tumenggung tak Pernah Ada , Cuma Kisah Foklor Saja
Setelah P Samudera Pulang Belajar di Giri Kedaton , Sekembalinya dari Giri di dampingi Oleh Seorang Khotib Bernama Khotib Dayan nama Lain Khotib Hidayatullah yang juga masih Keturunan Sunan Giri dari Ibunya
Selanjutnya P Tumenggung membuka Wilayah Baru di Luar Wilayah Banjar Sampai Wafatnya dan Meninggalkan keturunan Yang banyak
[2/10/2024 00.39] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/AUhvPx6Byc8Xm4vv/?mibextid=xfxF2i
TAREKAT (THOREKOH) PARA SUNAN WALISONGO
Beberapa Ulama Asal Yaman Pemimpin Tarekat / Pembawa Sanad Tarekat Mutabaroh
👇👇👇👇👇👇👇
- Abdurahman Al Qodiri Pembawa Sanad Tarekat Qodiriyah dari Mursyid asal Mekah masuk 1510 ( Banten)
- Abdurahman Tsani Bin Umar bin Abdullah Pembawa Sanad Tarekat Naqsabandiyah Dari Mursyid asal Bukhara masuk akhir 1580 an ( Lasem )
- Abdurahman Bilfaqih Pembawa Tarekat Qodiriyah dari Sanad Mursyid Di India masuk Awal 1620 an (Pamekasan)
- Abdurahman Bin Thoha bin Yahya Pembawa Sanad Tarekat Syatariyah dari Mursyid di India Masuk 1780 an ( Cirebon)
- Umar Abu Hafs India Pembawa Tarekat Idrussiyah Dari Sanad Mursyid di India masuk 1618 (Aceh)
#Nama Kota Dalam Kurung Mengajar nya di ☝☝☝☝ Wilayah Tersebut
Sebelumnya Telah Hadir Beratus Tahun Sebelum nya Ulama Pemimpin Tarekat Di Masa Walisongo
👇👇👇👇👇👇👇👇
- Amir Maulana Jamaluddin Al Husein Al Kubra Pembawa Sanad Tarekat Kubrawiyah Al Hamadani dari Mursyid di India masuk 1380 ( Majapahit)
- Syaikh Baribin / Laksamana Mao Han Pembawa Sanad Tarekat Isiqiyah/Bustamiyah dari Mursyid asal Yunan Cina masuk 1405 ( Majapahit)
- Abdul Malik Israeli Pembawa Sanad Tarekat Surahwardiyah dari Mursyid asal Bukhara Masuk 1410 ( Majapahit )
- Sunan Giri Pembawa Sanad Tarekat Syatariyah Dari Mursyid di Mekah masuk 1490 ( Gresik)
- Sunan Gunung Jati Pembawa Sanad Tarekat Naqsabandiyah dari Mursyid di Mekah Masuk 1520 ( Cirebon)
- Panembahan Rama Kajoran Pembawa Sanad Tarekat Kubrawiyah Al kajoraniyah sanad dari Sunan bayat 1670
- Abdurahman bin Muhamad Bin Umar Pembawa Sanad Tarekat Isiqiyah Dari Sanad Mursyid dari India Masuk 1676 ( Yogyakarta)
- Syaikh Yusuf Al Makasari Pembawa Sanad Tarekat Khalwatiyah dari Mursyid asal Mekah Masuk 1680 ( Banten)
- Abdul Muhyi Pamijahan Pembawa Sanad Tarekat Syatariyah dari Mursyid di Mekah masuk 1686 ( Tasikmalaya)
#Catatan
- Syadziliyah baru masuk awal abad ke 19 / 1820
- Alawiyah Baru masuk Pertengahan Abad ke 19 / 1840
DLL
[2/10/2024 00.41] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/EPT6QJ1mcVCfEBLy/?mibextid=xfxF2i
*40 WASIAT SYARIF HIDAYATULLAH SUNAN GUNUNG JATI KEPADA ANAK CUCU TURUNANNYA*
Ipat-ipat (Wasiat) Kanjeng Sinuhun Maulana Syarif Hidayatullah kepada anak cucu (turunannya).
Ipat-ipat yang nyata kepada anak cucu Sinuhun Cirebon, ketika sekalian para wali berkumpul {dan menjadi saksi} di Ardi Amparan (Paseban Gunung Jati); {para wali tersebut} ialah :
Machdum Bonang (Sunan Bonang)
Machdum Girikraton (Sunan Giri Kedaton)
Machdum Kalijaga (Sunan Kalijaga – Raden Syahid)
Machdum Darajat (Sunan Kadarajat / Sunan Derajat)
Pangeran Machdum (Pangeran Machdum Judah)
Syeikh Maulana Maghribi
Sultan Demak
Pangeran Panjunan dan sekalian anak cucu sinuhun Cirebon, berwasiat yang tentu kepada anak cucu dengan ipat-ipat yang yakin.
“Kakanda Pangeran Panjunan, saksikanlah oleh sekalian, saya berwasiat kepada keturunanku di belakang seperti {di bawah} ini” :
Hormatilah para leluhur
Berbaktilah kepada orang tua
Murah Hati (Penyayang)
Perasaan Bersyukur
Mengerjakan ibadah
Merendahkan diri
Memakai sifat yang terpuji
Menjauhi sifat yang dibenci
Pengertian (ilmu) yang baik
Hilangkan sifat (lagak) pemarah
Jauhilah bertengkar
Jangan suka menyangka jelek akan yang tidak nyata buruknya
Jangan membiasakan congkak takabur (besar kepala)
Jangan suka menyalahi janji
Kalau tidak baik supaya diperingatkan
Takut kepada Allah (menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya)
Bertepa diri (bersiasat diri – perikemanusiaan)
Berlaku adil
Jangan mengerjakan semena-mena, tidak memberi faedah
Peliharalah peninggalan-peninggalan (pusaka)
Mendatangi mu’min
Menghormati tamu
Bermanis muka perangai yang elok
Jangan mengumbar syahwat
Jangan makan jika tak merasa lapar
Jangan memukul muka orang
Jangan minum apabila tidak makan
Jangan tidur sebelum mengantuk
Apabila sembahyang ibarat di ujung panah
Kalau berpuasa seperti talinya panah
Menuntut rizki yang halal
Jangan suka banyak berkehendak
Dapat menahan nafsu
Jika marah bermuram durja, berilah kesenangan, (muka/perkataan manis) agar segera insyaf. (Kalau susah campurlah dengan yang senang, supaya lekas hilang)
Jangan menyakiti hati orang
Banyak kesakitan manusia karena dari keluarga anak cucu (kelakuan sendiri)
Jikalau anak cucu yang mengejarkan menyakiti hati manusia akan aku mintakan supaya dipendekkan umurnya, jangan dilamakan di dunia. Inilah ipat-ipatku supaya diingat oleh anak cucu, dibelakang hari.
“Barang siapa telah mengetahui tutur kata ini sudah lupa lagi, tetapi kujaga juga, aku lindungi, tertanggung oleh saya.” Sekalian wali-wali mengatakan “Aamiin Ya Allah, moga-moga terkabul doanya sinuhun Cirebon.
Hai Ki Mas Hasanuddin* Jagalah, ingatkanlah dalam hatimu segala wasiat orang tuamu dan sampaikan tiap-tiap keturunan sinuhun yang belum (tidak) mengetahuinya. {*disampaikan eyang Syarif kepada Eyang Maulana Hasanudin, putra beliau, dan tidak menyebut nama putra yang lain, mungkin dikarenakan para putra eyang Syarif yang lain pada sudah meninggal lebih dulu (P. Pasarean Cirebon, P. Jayakelana, P.Bratakelana) daripada eyang syarif yang berumur panjang, kecuali eyang Maulana Hasanudin, putra yang masih hidup kala eyang syarif meninggal dunia}
Barang siapa anak cucu yang menurut wasiat ayahmu, menjalankan, pasti jadi mulia turun temurun, ingatkanlah baik-baik.
*{Disalin untuk Diedarkan di} Kasunyatan Banten, 24 Muharam 1372 H*
*(13 Oktober 1952 M)*
*Wallahu a’lam diberi keterangan atas perintah Bapak Kyai TB Achmad Chatib dan Ayip {Syarif/habib} Ismail Muhammad {Ba’abud Kharbasan Al-Husaini}*
“Periwayatan wasiat Jalur Banten (ipat-ipat) di atas kurang lebih sama dengan periwayatan cirebon (petatah-petitih) Sunan Gunung Jati, namun jalur Banten yang saya dapat sudah dalam keadaan terjemahan dari tahun 1952, dibatasi hanya 40 wasiat, dilengkapi dengan penjelasan latar belakang wasiat ini diturunkan dalam pertemuan para wali (asbabun nuzul) dan penjaminan penjagaan oleh eyang Sunan.. sedangkan petatah petitih cirebon yang beredar, umumnya/biasanya langsung menuliskan wasiat-wasiat beliau berupa ajaran akhlak dan pengklasifikasiannya dalam bahasa daerah dan maknanya ” :
Yang berkaitan dengan ketaqwaan dan keyakinan adalah:
Ingsun titipna tajug lan fakir miskin (Aku titip tajug dan fakir miskin).
Yen sembahyang kungsi pucuke panah (Jika shalat harus khusu’ dan tawadhu seperti anak panah yang menancap kuat).
Yen puasa den kungsi tetaling gundewa (Jika puasa harus kuat seperti tali gondewa).
Ibadah kang tetap (Ibadah itu harus terus menerus, harus istiqomah)
Manah den syukur ing Allah (Hati harus bersyukur kepada Allah)
Kudu ngahekaken pertobat (Banyak-banyaklah bertobat).
Yang berkaitan dengan kedisiplinan
Aja nyindra janji mubarang (Jangan mengingkari janji)
Pemboraban kang ora patut anulungi (Yang salah tidak usah ditolong)
Aja ngaji kejayaan kang ala rautah (Jangan belajar untuk kepentingan yang tidak benar atau disalahgunakan)
Yang berkaitan dengan kearifan dan kebijakan adalah:
Singkirna sifat kanden wanci (Jauhi sifat yang tidak baik)
Duwehna sifat kang wanti (Miliki sifat yang baik)
Amapesa ing bina batan (Jangan serakah atau berangasan dalam hidup).
Angadahna ing perpadu (Jauhi pertengkaran).
Aja ilok ngamad kang durung yakin (Jangan suka mencela sesuatu yang belum terbukti kebenarannya).
Aja ilok gawe bobat (Jangan suka berbohong).
Kenana ing hajate wong (Kabulkan keinginan orang).
Aja dahar yen durung ngeli (Jangan makan sebelum lapar)
Aja nginum yen durung ngelok (Jangan minum sebelum haus).
Aja turu yen durung katekan arif (Jangan tidur sebelum ngantuk).
Yen kaya den luhur (Jika kaya harus dermawan).
Aja ilok ngijek rarohi ing wong (Jangan suka menghina orang).
Den bisa megeng ing nafsu (Harus dapat menahan hawa nafsu).
Angasana diri (Harus mawas diri)
Tepo saliro den adol (Tampilkan perilaku yang baik).
Ngoletena rejeki sing halal (Carilah rejeki yang halal)
Aja akeh kang den pamrih (Jangan banyak mengharap pamrih).
Den suka wenan lan suka memberih gelis lipur (Jika bersedih jangan diperlihatkan agar cepat hilang).
Gegunem sifat kang pinuji (Miliki sifat terpuji)
Aja ilok gawe lara ati ing wong (Jangan suka menyakiti hati orang).
Ake lara ati, namung saking duriat (Jika sering disakiti orang hadapilah dengan kecintaan tidak dengan aniaya).
Aja ngagungaken ing salira (Jangan mengagungkan diri sendiri).
Aja ujub ria suma takabur (Jangan sombong dan takabur).
Aja duwe ati ngunek (Jangan dendam).
Yang berkaitan dengan kesopanan dan tatakrama:
Den hormat ing wong tua (Harus hormat kepada orang tua).
Den hormat ing leluhur (Harus hormat pada leluhur).
Hormaten, emanen, mulyaken ing pusaka (Hormat, sayangi, dan mulyakan pusaka).
Den welas asih ing sapapada (Hendaklah menyanyangi sesama manusia).
Mulyakeun ing tetamu (Hormati tamu).
Yang berkaitan dengan kehidupan sosial;
Aja anglakoni lunga haji ing Makkah (Jangan berangkat haji ke Mekkah, jika belum mampu secara ekonomis dan kesehatan).
Aja munggah gunung gede utawa manjing ing kawah (Jangan mendaki gunung tinggi atau menyelam ke dalam kawah, jika tidak mempunyai persiapan atau keterampilan).
Aja ngimami atau khotbah ing masjid agung (Jangan menjadi imam dan berkhotbah di Mesjid Agung, jika belum dewasa dan mempunyai ilmu keIslaman yang cukup).
Aja dagangan atawa warungan (Jangan berdagang, jika hanya dijadikan tempat bergerombol orang)
Aja kunga layaran ing lautan (Jangan berlayar ke lautan, jika tidak mempunyai persiapan yang matang).
[2/10/2024 00.42] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/yPEyc9qmcPJPzqU5/?mibextid=xfxF2i
Jangan diutak utik nasab sunan giri ya apalagi d sebarin berita hoax tersambung ke Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani Alhasani
Sunan giri bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Asmorokondi bin Jamaludin alhusein dst tersambung ke Imam Abdul Malik bin Alwi ammul Faqih Baalawi alhuseini
#nasab kalian para pengurus di NAAT itu masih MAJHUL / terputus ke Sunan Giri jangan cari Modus ngaku ngaku sebagai keturunan Sunan Giri dengan karang karang cerita memalsukan nasab sunan giri ke Alhasani sedang nasab kalian masih Majhul ke sunan giri
#Fix ya kalian bukan dzurriyat Sunan giri (ini aja dulu buat menyadarkan kegilaan kalian me rusak nasab sunan giri )
#sumber manuskrip asli dari keturunan sunan giri dan beberapa Kitab Nasab mutabar lain nya
[2/10/2024 00.43] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/aSrmo2oZ6o6GZDg3/?mibextid=xfxF2i
tanggapi dengan senyuman timbulnya Sunan Giri Giri-an
(oknum yang Nasab nya Majhul/terTOLAK ke Sunan Giri bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Zainul Kubra Samarkandi)
bersama NAAT ormas nasab milik oknum etnis Madura kemudian menghadirkan Tokoh Sunan Giri yang lain pengganti Sunan Giri anak Sayyid Maulana Ishaq 😂👍🏾
#alternatif.
- Sunan Giri Madura,
(sunan Giri bin Yaqub bin Ibrahim Maulana Ishaq bin Junaid bin Abdul Qodir Al Jailani Al-Hasani)
- Sunan Giri II sumatera (Sultan Minangkabau bin Sunan Giri Madura 👍🏾)
[2/10/2024 00.43] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/gkjvSzLyKSsz6Xxw/?mibextid=xfxF2i
BANI IBRAHIM ASMOROKONDY BIN JAMALUDDIN SHAH AL KUBRA ( SUNAN GIRI, SUNAN KUDUS , SUNAN AMPEL) TETAP ISTIQOMAH TIDAK PERNAH MERUBAH RUBAH JALUR NASAB NYA
#Perlu kalian ketahui (Member Grup Senior pasti tahu 🤭 )
👇👇👇👇👇
Pembahasan Dugaan Sunan Gunung Jati ada jalur Nasab ke Al Musawi udah kelar Bro di Opreg 5-7 tahun lalu di sini, 👉Saya yang pertama membuka ada Naskah-naskah Karya Mr Snouck Hurgronje di cirebon yang menyambungkan nasab SGJ ke Nama nama Aneh yang konon itu Di Duga bagian dari keturunan Sunan Gunung Jati
#KESIMPULANNYA Naskah-naskah di Atas yang meng kaitkan Sunan Gunung Jati ke Al Musawi itu Tertolak Sebagai Sumber Riwayat Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati
#Tambahan
#Kaitan Walisongo ke Naqvi Al Bukhari udah di Opreg disini Sejak 2 - 3 tahun lalu ( JALUR PEREMPUAN TAPI LOH YA)
[2/10/2024 00.44] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/93NnpXEPN1UHh9jD/?mibextid=xfxF2i
Sunan Gunung Jati, Sunan Kudus, Sunan Giri dan Sunan Ampel Semua Tersambung Nasab Ke Rasulullah SAW lewat nama Imam Abdullah Bin Ahmad Al Muhajir ,yang Mengusili Imam Abdullah di Fitnah Bukan Putra Imam Ahmad Al Muhajir berarti Memusuhi Dzurriyah nya ( Bani Walisongo dan Kerabat2nya)
[2/10/2024 00.44] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/ffW8XHgUhtVyBCPB/?mibextid=xfxF2i
Kajian sejarah Diaspora Bani Giri di Mancanegara Timur
Sunan Giri
⬆️
Sunan Dalem
⬆️
Sunan Prapen
⬆️
Sunan Kawisguwo
⬆️
Panembahan Agung
⬆️
Pangeran Papak Singasari Seda Ing Prank / P Kawistono Wafat 1680 di makamkan di Giri Kedaton
⬆️
Pangeran Mas Kedaton
⬆️
Pangeran Panji Ronokusumo Sumare ing Kediri
#Catatan
Keturunannya Pangeran Panji Berdiaspora di Sekitar Wilayah Kediri , Tulungagung , Pacitan , Jombang , Nganjuk , Madiun dll
Saudara Perempuan P Panji yang lain bernama Nyai Gede Uju Menikah dengan Tumenggung Pusponegoro Adipati Gresik , keturunannya Berdiaspora Di sekitar Gresik Pusponegaran
[2/10/2024 00.45] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/nB72HKAQanDsRPYT/?mibextid=xfxF2i
Jalur Maternal Al Matarami
Sayyid Husein Jamal-ad-din Kubro I
⬆️
Ibrahim Samarqondi
⬆️
Maulana Ishaq
⬆️
Sunan Giri
⬆️
Sunan Kidul
⬆️
P Sobo Ing Giri
⬆️
Syarifah Sabinah istri Kyai Ageng Mataram II / Kyai Ageng Pamanahan
⬆️
Panembahan Senopati
Ada Tiga Versi Alur Nasab Paternal Leluhurnya Kerajaan Mataram
#Tes Y'DNA Haplogroup nya apa (?)
Mungkin itu Yang Menjelaskan dan Meluruskan Perbedaan Riwayat di Bawah ini 😅🙏🏼
1) Raden Bondan Kejawan Sebagai Anak Kyai Ageng Tarub I / Kyai Ageng Mataram I / Muhamad Jamaludin Kubro III bin Maulana Malik Ibrahim Al Kasani Gresik
2) Raden Bondan Kejawan Sebagai Menantu Kyai Ageng Tarub I / Kyai Ageng Mataram I / Muhamad Jamal-ad-din Kubro III bin Maulana Malik Ibrahim Al Kasani Gresik
3) Raden Bondan Kejawan Sebagai Anak "Prabu Brawijaya V " / Raden Alit /.Rana Wijaya / Bre Kertabumi bin Rajasa Wardhana bin Kertiwijaya bin P Wikramawardhana bin Raden Sumirat
[2/10/2024 00.46] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/dE1VcDDLz5pFWUxW/?mibextid=xfxF2i
SEJARAH RADEN ARYA LEMBU PETENG SUMARE ING AMPEL MERTUA SUNAN GIRI DAN BESAN KELUARGA SUNAN KUDUS DAN GIRI
Susur Galur Nasab I
Raden Arya lembu Peteng Sumare Ing Ampel + Fatimah Binti Syaikh Baribin
☝
Nyai Ageng Ratna Dewi / Nyai Usami + Sunan Giri bin Maulana Ishaq.
☝
P Tegal Wangi / Sunan Tegal Wangi
Susur Galur Nasab II
Raden Arya Lembu Peteng Sumare ing Ampel + Fatimah
☝
Kyai Ageng Pamekasan
☝
Ratu Banu + Kyai Ageng Waruju ing Sampang
☝
Ronggo Sukawati Pamekasan
☝
P Purbaya
☝
P Adikoro I
Susur Galur Nasab III
Sunan Giri
☝
Sunan Kidul
☝
Nyai Ageng Waruju + Kyai Ageng Waruju Ing Sampang
☝
Adipati Sampang
Susur Galur Nasab IV
Sunan Ngudung
☝
Sunan Kudus
☝
Ratu Pakojo + P Singobarong bin Kyai Ageng Pambayun Ing Langgar bin Kyai Ageng Sampang bin Raden Arya Lembu Peteng Sumare Ing Ampel
☝
P Penghulu Kudus
☝
P Mas Pulang Jiwo
#Raden Arya Lembu Peteng Sumare Ing Ampel Itu Saudara SEPUPU Sunan Ampel, Ibu Mereka Kakak Beradik
[2/10/2024 00.46] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/1wz33WdDa6LzNc6R/?mibextid=xfxF2i
#Iktiraf_Nasab
Pangeran Pakebunan dan Kyai Aji selase tidak bernasab ke Sunan Giri, Sunan Cendana tidak Bernasab ke Sunan Ampel dan Bindara Saud Tidak bernasab ke Sunan Kudus
(Munsib Ba'Alawi)
[2/10/2024 00.49] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/JdVv3n66pyqcqv8V/?mibextid=xfxF2i
Putri Petong Ratu Sadurangas dan suaminya Pangeran Indra Giri Jaya Kelana adalah leluhur Raja raja Paser Kaltim
Pangeran Indra Giri Jaya Kelana bin Syarif Hidayatullah Sultan Cirebon 1 (adalah Pemimpin Ekpedisi Giri ke Sadurangas Kalimantan Timur)
#Jadi Bangsawan Paser keturunan Pancer Laki laki Pangeran Indra Giri Jaya Kelana itu Sayyid/Dzurriyah Rasulullah SAW
#Riwayat2 Tokoh Pangeran Jaya Kelana / Pangeran Indra Giri Jaya Kelana
- Lahir tahun 1478 dari Perkawinan Sunan Gunung Jati dengan Nyai Ratu Rara Jati merupakan putra laki laki tertua Sunan Gunung Jati dan sempat menjadi Putra mahkota
P Indra Jaya Kelana , memiliki saudara Satu Ibu Bernama Pangeran Brata Kelana ( Ketib Dayan ) ,P Bratakelana ini memimpin Ekspedisi Giri II ke Banjar Kalimantan Selatan
P Bratakelana adalah Murid dan menantu Sunan Giri , sedang P Indra Jaya Kelana menantu Raden Fatah
- Selama Hidup nya Pangeran Indra Giri Jaya Kelana / Pangeran Indra Jaya / Pangeran Jaya Kelana menikah 3 kali
- Pertama dengan Putri Raden Fatah
- Kedua dengan Putri Raja Indra Giri
( Sedang di teliti apakah memiliki keturunan dari 2 istri nya ini )
- Ketiga Menikah Dengan Putri Petong Dari Sadurangas (Memiliki 4 Anak )
- Pangeran Jaya Kelana Wafat saat hendak menengahi konflik perebutan Tahta Demak setelah Sultan Trenggono Wafat dan di makam kan di Cirebon
#NB Tiga Anak dan 1 menantu Sunan Gunung Jati ikut Ekpedisi mengusir Portugis dari Malaka
- Pangeran Indra Jaya Kelana
- Pangeran Bratakelana
- Pangeran Sabakinkin
Serta 1 menantu Sunan Gunung Jati yang bernama Sultan Abdurrahman Al Qodiri/ Pate Qodir/ Pangeran Panatas Angin / Pangeran Raja Laut / Ki Mas Wisesa Adimarta
#Koreksi Pelurusan Sejarah Terkait Nama Syarif Fatahillah yg sebenarnya Ikut ke Banten sebagai Pengungsi sewaktu Kerajaan Malaka di Kuasai oleh Portugis , Syarif Fatahillah meminta Bantuan Kerajaan Demak dan Banten untuk membantu mengusir Portugis dari Malaka dalam Ekpedisi Pertama kerajaan Demak dan Cirebon kalah , tapi pada Ekpedisi ke Dua di Bantu Kerajaan Aliansi lain seperti kerajaan Inda Giri ,Indra Pura dan kerajaan Aceh Darussalam serta kerajaan Sadurangas , Kerajaan Daha / Banjar akhirnya Portugis berhasil di Usir dari Aceh Darussalam,Indralaya,Indrapura dll wilayah yg semula di Kuasai/dalam kekuasaan armada laut Portugis
#Pemimpin aliansi kerajaan kerajaan dalam Penyerbuan mengusir Portugis dari Malaka pada Ekpedisi kedua adalah anak dan menantu Sunan Gunung Jati
#ficture Petilasan Putri Petong Di Sadurangas dan Meriam meriam yg dulu di Gunakan Berperang saat mengusir Portugis di Malaka
[2/10/2024 00.52] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/kBqrcb8TNK83gH1t/?mibextid=xfxF2i
Sunan Giri Bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Samarkandi bin Jamaluddin Husein Al Kubra berlanjut Keturunannya Dari :
1) Sunan Dalem
Berputra-putri
- Sunan Prapen
- Pangeran Bungkul
- Pangeran Sidolaut
- Pangeran Deket
- Pangeran Lor
- Pangeran Wurugan
- Pangeran Ambulu
- Nyai Gede Waru
- Nyai Gede Wertok
- Nyai Gede Wurugan
2) Sunan Kidul
Berputra-putri
- Pangeran Sobo
- Pangeran Kunci
- Pangeran Sinopati
- Pangeran Kertosono
- Pangeran Wurugan
- Pangeran Delimo
- Pangeran Betek
- Nyai Gede Waruju
- Nyai Gede Kawismo
3) Sunan Kulon
Berputra-putri
- Pangeran Wirosobo
- Pangeran Bangsri
- Pangeran Tjotodisim
- Pangeran Pahampuhan
- Pangeran Wiryowathi
- Pangeran Dukuh
- Pangeran Getek
- Pangeran Wertok
- Pangeran Delima
- Nyai Gede Sontoboyo
- Nyai Gede Baras
- Nyai Gede Kebonan
- Nyai Gede Betek
4) Sunan Tegal Wangi
Berketurunan
- Nyai Gede Delimo
- Nyai Gede Tumpang
5 ) Nyai Gede Sawo menikah dengan P Sawo Kajoran
Berketurunan
- Pangeran Waringin Pitu Madura
- Pangeran Sawo II
6) Nyai Gede Seloluhur Menikah dengan Pangeran Waru
Berketurunan
- Nyai Gede Waru
7) Nyai Gede Kukusan Menikah Dengan Sunan Serabut / Sunan Tengah Giri
Berketurunan
- Pangeran Sedayu
- Pangeran Panji Sekar
- Pangeran Panji Dekar
8) Sunan Jeruroe tidak di Jelaskan Berketurunan Atau Tidak
[2/10/2024 00.52] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/PJPyRriHSR5XvzRb/?mibextid=xfxF2i
Tinggal Sekitar Makam Sunan Ampel atau Sekitar Makam Sunan Giri Terus Ngaku2 Keturunannya Di Guyu Keturunan Asline Mas🤭🤣🙏
[2/10/2024 00.53] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/xxVUjSbPoRBm2hee/?mibextid=xfxF2i
Lagi lagi disebabkan Pemaksaan Sefihak atau Klaim Sefihak Keturunan Sunan Cendana menyebutkan sebagai Cucu Sunan Giri yang sebenarnya Sumber Data mereka amat Lemah karena belum di temukan satupun Bukti Literasi sezaman nya ( Manuskrip di Tulis dekat masa Hidup Sunan Cendana ) yang menjelaskan Susur Galur Nasab Sunan. Cendana ke Atas nya secara lengkap 🙏
Bahwa ada Nama P Purnojiwo Sebagai salah satu Putera dari Khotib Sampang ( Menantu Cakraningrat I ) Yang merupakan Bagian keturunan P Waringin Pitu Al Ampel Ba'Alawi
#Disebabkan Belum ada Bukti yang Cukup Menisbatkan Nama Sunan Cendana Bernama lain P Purnojiwo Maka untuk Sementara Kami Mauquf Terkait Sejarah Nasab Sunan Cendana dan kemana Nasab nya tersambung ke Atas nya
#Ficture makam Bani Ampel di Arosbaya Bangkalan Madura
( Munsib Ba'Alawi )
[2/10/2024 00.55] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/WvnkiBqkqUgqxG7s/?mibextid=xfxF2i
PANEMBAHAN SENOPATI RAJA I KERAJAAN MATARAM
Menikah dengan
- Ratu Cirebon ibu Raden Ronggo
- RA Giring Ibu P Purbaya
- RA Kajoran Ibu P Jogorogo
- RA Retno Dumilah Ibu P Priggoloyo
- RA Adisara ibu P Kentol Kejuron
- Ratu Waskita Jawi Ibu P Hanyokrowati
#Catatan 2 Diantaranya Itu Syarifah ( Syarifah itu Perempuan Duzrriyah nya Rasulullah SAW) mengikuti Jejak Ayahnya Kyai Ageng Pamanahan yang Juga menikah salah satu dengan Nyai Gede Sabinah cicitnya Sunan Giri 👍
[2/10/2024 00.56] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/meCJdLNLmBUop8UQ/?mibextid=xfxF2i
#Sumber_Historis Kenapa Tidak ada Bani Sunan Giri / Keturunan2 Sunan Giri yang Berdiaspora ke Pulau Madura ?
- Di Catatan Kami Tidak ada Kerabat2 Giri Yang Tinggal di Pulau Madura atau Ada Kerabat2 Bani Giri yang Menikah dengan Bangsawan Lokal Di Pulau Madura ( Penguasa Lokal Setempat yang bisa menjamin Keselamatan Mereka )
#Syarifah_Ambami itu dari Bani Ampel yang Ayah atau Kakek nya sudah Tinggal di Pulau Madura Sejak Sunan Giri Masih Hidup ( Pangeran Sawo Kajoran menantu Sunan Giri )
#Dimasa itu Cakraningrat menjadi Penyokong Utama Kekuasaan Raja Mataram jadi Bisa di Pastikan Tidak ada Keturunan2 Sunan Giri Mengungsi Ke Madura di Masa Kedaton Giri di Taklukkan oleh Kerajaan Mataram 🙏
- Semasa Kedaton Giri di Aneksasi Kerajaan Mataram , Salah satu Aliansi Yang Membantu Mataram menyerang Giri itu Dari Bangsawan Lokal Di Pulau Madura yang Setelah masa 1620 , Pulau Madura 100% Menjadi Vassal Wilayah Kerajaan Mataram , Semua Pemimpin / Penguasa Di Pulau Madura menjadi Adipati atas Restu Penguasa Mataram di Masa itu Sultan Agung Hanyokrokusumo
- Sebagian Besar Keturunan Sunan Giri di Masa itu 1620M Menyingkir Ke Wilayah Wilayah di Mana Ada Kerabat2 Bani Giri yang Tinggal atau ada Kekerabatan melalui Hubungan Perkawinan dengan Keluarga Bani Giri
Sebagian Besar Bani Giri yang Tinggal di Gresik Menyingkir ke Daerah Mataraman di Jawa Timur / Wilayah Di Jawa Timur yang memiliki Budaya sama dengan Wilayah Pusat Mataram di Jawa Tengah
- Sampai Masa selanjutnya Bangsawan Madura / Penguasa Lokal di Pulau Madura menjadi Mitra Utama Penyokong Kekuasaan Raja Raja Mataram
#Keturunan2 Sunan Giri Berdiaspora Di Wilayah Jawa Timur atas Perlindungan Kerabat2 nya , Bani Kudus , Bani Ampel dan Bani Giri yang Juga Sudah Berdiaspora di Wilayah Jawa timur Daerah Mataraman sejak sebelum Penaklukan Kedaton Giri oleh Kerajaan Mataram
#Adakah_Sayyid Keturunan Walisongo di Pulau Madura , Jawab nya Banyak Sekali tapi dari Bani Ampel dan Bani Kudus serta Bani Basyaiban Ba'Alawi AlHuseini 👍
[2/10/2024 00.57] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://www.facebook.com/share/p/xy5UjKFcNXMr38oe/?mibextid=xfxF2i
Ketua NAAT tidak Bernasab Ke Sunan Kudus
Sekjen nya Tidak Bernasab Ke Sunan Giri
#Stop_Ngusili Nasab Bani Kudus dan Bani Giri Kompetensi mutlak tidak ada sebab KALIAN BUKAN AHLI NASAB
[2/10/2024 00.58] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/gyzrWgHCAK85Ey8j/?mibextid=xfxF2i
#Isbat Batil Sunan Giri ke Jalur SAQJ oleh Pangeran Palsu dari Maroko / Muhamad Rasyid Al Idrisi tidak memiliki dasar Hukum atau Mutlak Tertolak
#Amati 2 Photo dibawah ada 2 Jalur Ghorib Sunan Giri ke Syaikh Abdul Qadir Al Jilani
#Versi Yahya Grade 9 dari nama SAQJ
#Versi Moggie Grade 7 dari nama SAQJ
#Keduanya Pengurus2 NAAT 😁
#SAQJ (Syaikh Abdul Qadir Al Jilani )
#Bedakan Ya Sayyid Fam Masyur Ba'Alawi di Ajak Mubahallah sama Gank berandalan Benalu Benalu Nasab ( Pemalsu2 Nasab jalur Al Hasani2an) masih Segan Di sebab kan Ketidak Tahuan Mereka Terkait Oknum2 di Maksud dan Asal usul Keluarga nya
#Kalau Kami 100% mampu menelanjangi Kepalsuan Ahmad Bagalung, Junaidi Jilani , Muhsin Abdussalam dan Juga Si Fikar Tiktok , Karena kami Tahu Siapa saja Kerabat2nya Ayah mereka ,Siapa saja Kerabat2nya Ibu mereka dan Bisa di Pastikan Tidak ada Kerabat2 Ayah mereka yang mengaku2 Sayyid AlHasani2an 😁
#Riwayat2 Nasab mereka sekarang itu Mutlak Hasil Karangan Bebas anak anak Mereka Hasil cari cari dan cantol cantol Sana Sini
#Orang Tua mereka Pasti Takut Me Klaim Apa yg mereka Tidak ketahui atau Pernah Dengar di keluarga Mereka ( Riwayat2 Kalau Keluarga Mereka bagian Dari Qobilah Sayyid )
#Kapan kapan kalau mau di Ajak Mubahallah Bukan anak anak mereka yang Jelas Kidzib Nasab
#Ayah Mereka dan Kerabat2 Ayah mereka Hadir kan dan Suruh Bersaksi ( Mubahallah )
#Ayah Mereka tentu tahu larangan Berdusta atau mengada adakan Riwayat2 Nasab Versi yang Mereka tidak pernah dengar ada di keluarga Mereka
#Miris atas Banyaknya Pemalsu2 Nasab di Daerah yg Ber Bahasa Madura gara gara Isbat Konyol Pangeran Palsu yang ngaku ngaku Naqobah Dari Maroko ( Muhamad Rasyid Al Khazab )
Syakila Zakir sebagai pendatang baru di Grup , biar Faham siapa yang ada di Rombongan sebelah
#Barisan Sakit Hati yang Nasab nya Majhul ke Sunan Giri (Walisongo ) Dan yang lain Majhul Nasab nya ke Basyaiban Ba'Alawi AlHuseini
#Cintoh 2 Ahli Nasab Di NAAT Yg Rekayasa Jalur Ghorib Nasab Sunan Giri yg di Cantol2kan ke Nama Syaikh Abdul Qadir Al Jilani
[2/10/2024 00.59] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/MQdCWY9i6xZn56YW/?mibextid=xfxF2i
#Maklumat Nama nama Berikut Ini tidak Bernasab Ke Sunan Giri
- P Pakebunan / Khotib Mantoh / Zainal Abidin
- P Gebak
- Nyai Gede Kedaton
#Warning Sesuai Riwayat Mutawatir dan Catatan Kuno Pemelihara Nasab Bani Sunan Giri Dan Sunan Ampel Memang Tidak ada Keturunannya Sunan Giri Yang menetap di Pulau Madura 🙏 , Klo Keturunannya Sunan Ampel ada👍
[2/10/2024 00.59] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/Ut8iQLN5NVV3stpf/?mibextid=xfxF2i
#klarifikasi_ulangan🙏
#kalau beliau tersambung ke Sunan Giri lewat nama Syaikh Amongrogo ke Sunan Giri #maaf f🙏 jelas tertolak
#Bahwa ada kabar beliau tersambung nasab ke jalur Alhasani mungkin saja benar
#Penelitian sedang di iktiarkan utk meluruskan Susur Galur nasab beliau ke atas nya
#Al_Magrabi Al-Idrisi benar ada,berawal dari kedatangan seorang Syarif AlMagrabi dari Mesir beliau bernama Muhamad ,sahabat kanjeng Sunan Kudus Baalwi AlHuseni
#Magbaroh Syarif AlMagrabi ini berada d sekitaran malang
#Komunitas keturunanya banyak tapi sebagian besar Mastur
#Diduga beliau tersambung/terkait AlHasani yg ini atau bukan ke Sunan Giri🙏
[2/10/2024 01.00] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/Ew28Fo5eQqLKCdrc/?mibextid=xfxF2i
GIRI KEDATON ADALAH PUSAT SYIAR ISLAM KELUAR JAWA SEJAK MASA SUNAN GIRI MASIH HIDUP DAN GERAKAN DAKWAHNYA SANGAT MASSIVE MENGIRIM PEDAKWAH KELUAR JAWA DI MASA SUNAN PRAPEN PEMIMPIN GIRI 1548 - 1615 ,
Beberapa Nama Pedakwah Kerabat Walisongo yang Berdakwah Di Luar Jawa
- P Indra Jaya Kelana bin Sunan Gunung Jati Ke Daerah Sadurengas / Paser dan Kutai Kalimantan Timur masuk Masa 1505
- Syaikh Magdum IBrahim Bin Maulana Ishak ( Adik Sunan Giri ) ke Wilayah Banjar, Martapura masuk Masa 1485
- Ketib Dayan Putra P Waruju Bin Pangeran Pasarean Cirebon ke Banjar dan Martapura masuk Masa 1555
- Dato Ri Bandang, Dato Ri Tiro, Dato Patimang Keluarga Sidi asal Minangkabau dan merupakan Murid Sunan Prapen Giri Berdakwah ke Sulawesi Selatan dan Sekitarnya masuk Masa 1585
- Maulanq Magribi Demak Ke Indrapura, Pagaruyung, Palembang masuk Masa 1485
- Sunan Serabut Demak Cucu Sunan Ampel dan Menantu Sunan Giri Berdakwah ke Banjar dan Menjadi Raja Daha Masuk 1490
- Imam Pawah / Ahmad Kaerudin Ke kalimantan Barat dan Sekitar Mempawah masuk Masa 1515
- Maulana Hasanudin Banten Ke Daerah Pesisir Sumatera Indrapura, dan Lampung masuk Masa 1490
Nama mama diatas yang Paling Dulu keluar Jawa sekitar Masa 1485 dan Terakhir 1600 an awal ☝☝
[2/10/2024 01.01] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/8Z3mdh5BFja3FucN/?mibextid=xfxF2i
#pangeran_Pakebunan anak panembahan Lemah Duwur/P Demang Plakaran 2 / Tidak Bernasab ke Sunan Giri
#Panembahan_Kulon/Sunan Kulon (Raden Ali Sumodiro ) bin Sunan Giri bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Asmorokondi bin Jamaludin Al Husen/Jumadil Kubra Ba'Alawi Al-Huseini
Berputra-putri :
1) Nyai Gede Kebonan
2)Nyai Gede Sontobaya
3)Pangeran Kebak
4)Pangeran Dukuh
5)Pangeran Wiryoadhi
6)Pangeran Jaladasi
7)Nyai Gede Sawo
8)Pangeran Bangsri
9)Pangeran Wirosobo
10)Pangeran Pahampuhan
#tidak ada nama Pangeran Pakebunan/Zaenal Abidin/Khotif Mantoh🙏
[2/10/2024 01.02] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/QgRfDtjfGLSJxkgN/?mibextid=xfxF2i
Di Gresik apalagi Seputaran Makam Sunan Giri Tidak ada Ber diaspora Keturunannya Sunan Giri Pasca Perang Puputan 1680 Melawan VOC Belanda
#semua Keturunannya Sunan Giri Mengungsi Keluar Dari Gresik / Giri
#Keturunan asli Sunan Giri Tinggal jauh Dari Wilayah Giri, ke Arah Jawa Timur Bagian Selatan dan Sedikit Di Sekitar Area Pusat Kerajaan Mataram
[2/10/2024 01.03] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/RGjD9g4984JFiopa/?mibextid=xfxF2i
#Semua yang di Photo Tidak ada Terkait Nasab dengan nama nama Yang mereka Cantol2kan ( Walisongo )
- Paling Kiri ngaku Keturunan Sunan Kudus Nisbah lewat nama Panembahan Kalijaga bin Sunan Kudus jelas Tertolak tidak ada nama Panembahan Kalijaga sebagai Putra Sunan Kudus
- Sebelah nya Juga Tidak Bernasab ke Sunan Giri
- Yang di Tanda Panah Akun FB Fakhrul Wujud jelas Majhul Nasab nya karena Nisbah Pada Nama Sunan Nyamplungan / Amir Hasan makam di Jepara yang Sudah Kita ketahui bersama Sunan Nyamplungan Jepara ini Wafat belum Menikah (Sunan Nyamplungan Jepara adalah adik Sunan Kudus )
#NB_Sunan_Nyamplungan Jepara bukan anak Sunan Muria bin Sunan Kalijaga
#Kalau yang Sebelah nya lagi Saya kurang Faham nyambung ke Sunan Gunung Jati lewat mana
Patih Gulegeseng Tubagus Zein AlBakri mungkin yang lebih Faham 🙏🤣🙏
[2/10/2024 01.04] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/U95e2ammrqNKU2cX/?mibextid=xfxF2i
Semua Dzurriyah Asli Walisongo ( Sunan Ampel,Sunan Giri, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati ) Tetap Konsisten memegang teguh Sejarah Nasab di keluarga nya Tersambung ke Imam Abdul Malik bin Alwi bin Muhammad Shihab Mirbath
#Yang Qila waqilah ke Al Hasani / Al Khazimi DLL 100% oknum ini tidak Bernasab ke Walisongo ( Nasab mereka mati Obor dan tidak bisa lagi di sambungkan Nasab nya) 🙏
[2/10/2024 01.04] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/L1AfW3yju6hdo36P/?mibextid=xfxF2i
Inalillahi wa innailaihi Rojiun
#Atas_Wafatnya oknum " Naqobah Maroko " Pencantol Nasab Sunan Giri ke Al Hasani2an
( Pelaku Isbat2an Nasab secara Batil di maksud pemohon Isbat Rais Aam Naat dan yang me Isbat "Naqobah Asal Maroko keduanya sudah Game Over / Wafat)
#Kami segenap Admin Grup dan Member Grup Turut Berbelasungkawa ,
#Saya termasuk Satu di antara yang telah Bermubahallah dengan Oknum2 Perusak Nasab Sunan Giri ke Jalur AlHasani2an ini
( Sejak Keluar nya Isbat2an Batil Dari Maroko Saya Bersumpah Siapa saja yang merusak Nasab Sunan Giri di Belok2kan ke Al Hasani2an , Pasti tidak Lama menuai akibatnya )
#Sebelumnya Rais Aam Naat Juga sudah lebih dulu Wafat sebelum Musim Pandemi 🙏
( Beliau ini yang Isbat2an Nasab Sunan Giri Ke Almarhum Syarif Muhammad Rashid dari Maroko yang baru Wafat ini Jadi Dua dua nya sudah Wafat semoga Allah Ampuni Segala kesalahannya Aamiin , Lahumul Fatiha )
#Jadi Dua Orang Pelaku Perubah Nasab Sunan Giri sudah tidak bisa di Tabayyuni Lagi Terkait kekeliruan yang Kedua nya lakukan MERUSAK NASAB WALIYULLAH SUNAN GIRI BIN MAUALANA ISHAQ BIN IBRAHIM ASMOROKONDI BIN JAMALUDIN AL HUSEIN BA'ALAWI ALHUSEINI PINDAH JALUR KE ALHASANI TANPA MELIBATKAN KETURUNAN ASLI SUNAN GIRI 🙏🙏🙏
#Bahwa Faktanya yang Isbat ke Maroko ini tidak Bernasab ke Sunan Giri 🙏🙏🙏
#jadi mari kita Jadikan Pelajaran Bahwa bisa Kualat kita kalau bermain main dengan Nasab Waliyullah dan Fakta nya itu NYATA ,
#Apalagi lagi Ramai oknum2 yang memfitnah Sadat Ba'Alawi seperti yang ramai di Grup Sebelah ( KAJIAN ILMU NASAB )
[2/10/2024 01.05] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
#99,9% PENGURUS BAGIAN NASAB DI NAAT ITU NON SAYYID
Himbauan utk oknum2 di NAAT Jangan MEMALSU nasab alHasani lewat mencatut catut nama Walisongo,setelah diteliti semua yg memakai marga Al-Hasani mengaku sebagai Keturunan Para Bujuk2/makam keramat di Madura , setelah di cek by data FAKTANYA MEREKA BUKAN KETURUNAN PANCER LAKI2 WALISONGO (Sunan Giri dll)
[2/10/2024 01.07] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://www.facebook.com/share/p/AK3j9yvR1R84a1Fa/?mibextid=xfxF2i
Cuma mau kasih pemasukan
Harusnya tiap para walisongo dikasih gelar satu persatu agar gampang mendatanya dan tdk bsa di palsukan para pemalsu maka harus di kaji oleh pihak nassab baik dari keraton bahkan alawiyah ..contoh
Sunan giri famnya
Sunan gunung jati famnya
Sunan kalijaga famnya
Seterusnya ini lebih baik buat semua ummat agar bsa saling adab saling gampang memahami dan tdk mudah di palsukan.. maaf ini hanya pemasukan saja.. jgn di anggap berlebihan
[2/10/2024 01.13] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://banibatokolong.blogspot.com/2018/02/silsilah-sunan-giri-dan-anak-anaknya.html?m=1
KELUARGA BESAR BANI BATOKOLONG
BLOG INFORMASI KAJIAN ISTHOFA DAN ZURIYAT WALISONGO
(Move to ...)
▼
(Move to ...)
▼
(Move to ...)
▼
Wednesday, May 24, 2023
SILSILAH SUNAN GIRI DAN ANAK ANAKNYA
Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ya'qub alias Syekh Wali lanang bin Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Malaka, dengan Dewi Sekardadu atau Dewi Sabodi, putri Prabu Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit.
Maulana Yaqub setelah sunan giri kecil lahir di usir oleh ayah mertua karen atermakan hasutan patihnya. akhirnya sunan giri hanya tinggal dengan ibunya.
DI ASUH KI JURAGAN SAMBOJA
Namun malang nasib sunan giri kecil karena di anggap sumber malapetaka wabah yg terjadi di Blambangan sunan giri kecil masukkan ke dalam peti dan di buang ke lautan.
di tengah laut peti yang berisi sunan giri kecil di temukan oleh juragan Samboja dan akhirnya sunan giri di asuh sebagai anak angkat dan dibesarkan dalama lingkungan keluarga yang agamis.
SILSILAH SUNAN GIRI BIN YA’QUB BIN MAULANA ISHAQ
DAN PUTRA PUTRINYA[1]
NABI MUHAMMAD Sholallahu alaihi Wa Sallam
1. SAYYIDATINA FATIMAH AZ-ZAHRO makam di Madinah
2. SAYYIDINA HASAN AL MUJTABA, makam di Jannatul Baqi’ Madinah
3. SY. HASAN AL MUSTANNA makam di Jannatul Baqi’ madinah
4. SY. ABDULLAH AL KAMIL AL MAHDHI, makam di jannatl Baqi’ Madinah
5. SY. MUSA AL JUN , makam di Madinah
6. SY. ABDULLAH AS STANI , makan di Madinah
7. SY. MUSA
8. SY. DAWUD Amir Mekkah
9. SY. MUHAMMAD,
10. SY. YAHYA AZ ZAHID ,
11. SY. ABDULLAH
12. SY. ABU SHOLEH MUSA JANKI DAUSAT makam di Iran
13. SY. SULTONUL AULIA SYEKH ABDULQODIR AL JILANI. MakaM di bagdad
14. SY. SHOLEH
15. SY. AHMAD
16. SY. ABDUL AZIZ
17. SY. ABDURRAZZAQ
18. SY. ABDUL JABBAR
19. SY. SYUAIB Makam Di fess Maroko
20. SY. ABDUL QODIR Makam di Fess Maroko
21. SY. JUNAID makam di di Fess Maroko
22. SY. IBROHIM MAULANA ISHAQ. Makam di Pulau besar Malaka
23. SY. YA’QUB WALI LANANG
24. SY. MAULANA AINUL YAQIN SUNAN Makam di GersikGIRI.mempunyai sembilan putra putri dengan istri dewi Murtasiyah binti Sunan Ampel dan satu putri dengan dewi Wardah :
1) Raden Ali Panembahan Kulon
2) Sunan Tegal Wangi
3) Nyai ageng Selo Luhur
4) Nyai Ageng Sawo
5) Nyai pangeran Kukusan Klangonan
6) Raden Zainal Abidin Sunan Dalem Wetan
7) Pangeran Sido Timur
8) Nyai Pangeran Pasir Batang ( makan di pasir bebetah )
9) Pangeran Kidul Ardi pandan
10) Putri Ragil ( dari Istri yang beranama Dewi Wardah )
SUMBER :
1. Manuskrip Sendeng PP Al Ihsani
2. Manukrip Tamba Agung PP sabilul Muhtadin
3. Kitab Silsilah yayasan Sunan Cendana
4. Kitab Silsilah Morombuh
5. Serat Wali sana sunan dalem
6. Serat Panengan Tepas dalem Jogja
7. Serat syekh Humam Malaka
8. Istbat Naqobah Saadatil Asyrof kerajaan Maroko
9. Isbat Naqobah Asyrof Irak
on May 24, 2023
Share
41 comments:
TianJanuary 6, 2019 at 8:40 PM
Luar biasa terimakasih infonya
Reply
UnknownSeptember 2, 2019 at 2:03 PM
Terima kasih info nya.....
Reply
UnknownOctober 1, 2019 at 8:37 AM
Ajibbb
Reply
UnknownNovember 19, 2019 at 8:43 AM
Ini silsilahnya belum sampai kiai sofa ya?
Reply
UnknownJanuary 17, 2020 at 11:57 PM
Adakah yg tahu tentang putri Ragil, kabarnya beliau tdk menikah ya, th brp kelahiran serta wafatnya butuh banget infonya bagi yg tahu tentang beliau
Reply
UnknownFebruary 5, 2020 at 7:54 PM
Menurut wikipedia, Mas Tirtodarmo adalah keturunan Sunan Giri seperti pahlawan Revolusi MT Haryono, apakah benar, kalau benar berasal keturunan putra putri sunan Giri yang mana?
Reply
MUBDI ADLAN PRABOWOFebruary 19, 2020 at 12:05 PM
Ada no WA?
Reply
Hidrochin SabarudinApril 28, 2020 at 5:52 AM
Ada tambahan informasi dari serat Centini antara lain isinya begini :
Melalui istrinya Dewi Murtasiyah, Sunan Giri memiliki delapan anak, yaitu :
1. Ratu Gede Kukusan
2. Sunan Dalem.
3. Sunan Tegalwangi.
4. Nyai Ageng Seluluhur
5. Sunan Kidul
6. Ratu Gede Saworasa
7. Sunan Kulon (Panembahan Kulon)
8. Sunan Waruju
Sementara dari Dewi Wardah, beliau memiliki dua anak bernama : Pangeran Pasirbata dan Siti Rohbayat.
Reply
Hidrochin SabarudinApril 28, 2020 at 5:58 AM
Sunan Giri digantikan oleh putranya yang bernama Sunan Dalem (Maulana Zainal Abidin), yang memiliki 10 orang anak, yaitu :
01. Sunan Sedamargi
02. Sunan Prapen Adi
03. Nyai Ageng Kurugangurun
04. Nyai Ageng Kulakan
05. Pangeran Lor
06. Pangeran Dheket
07. Pangeran Bongkok
08. Nyai Ageng Waru
09. Pangeran Bulu
10. Pangeran Sedalaut.
Reply
Replies
mahwanNovember 24, 2020 at 9:42 PM
nabi muhammad saw
fatimah saidina ali
husen
ali zainal abidin
muhammad albaqir
jakfar ashodiq
ali al-uraidhi
muhammad annaqib
isa arrumi
ahmad almuhajir
ubaidillah
alwi awwal
muhammad sohibbu saumiah
alwi at-stani
ali khali' qasam
muhammad shohib almirbath
alawi ummul faqih al-muqoddam
abdul malik azmat khan
abdullah azmat khan
ahmad syah jalal
jamaluddin husen
ishaq
ainul yaqin azmat khan sunan giri
zainal abidin azmat khan sunan dalem ngetan
ahmad husen
muhammad husen
ahmad husen
husen
abdul mannan
taqiul muqoddam
ahmad zabaniah
hamza
abdul ghoni
zainal abidin
abdurrohman
ahmad azmat khan
abdul hannan azmat khan
mahwan azmat khan
AnonymousJune 10, 2023 at 10:12 AM
Assalamualaikum
ijin bertanya
ada kah zuriat sunan Giri yang di blitar Jawa Timur
kakek saya bernama Ahmad tajib(alm) dan nenek saya bernama Sarinah ( alm), berdomisili di blitar dekat makam bung karno presiden 1 RI, kakek dan nenek saya masih zuriat Sunan Giri, dan saya ingin mencari nasap nya
AnonymousOctober 17, 2023 at 10:01 AM
Silsilah yg melalui ubaidillah bin ahmad, pasti tidak terkonfirmasi di catatan kitab nasab/ fiktif. #nasab tsb pasti dibuat2 okeh kolonial belanda dgn konspirasi kaum feofal, habaib imigran yu aman abaf ke 18 ( tahun 1719)
AnonymousJanuary 30, 2024 at 3:49 PM
boleh minta sumbernya mas bahwa ada putra Sunan Dalem yg bernama Pangeran Sedalaut?
Reply
ahmadMay 17, 2020 at 1:24 PM
ijin bertanya : apakah Joko Tingkir itu keturunan sunan giri, sebab silsilah yg saya punya menyebutkan bahwa saya termasuk keturunan joko tingkir dan joko tingkir itu anak sunan giri, namun saya cari dari berbagai sumber tidak ada yg menyebutkan bahwa joko tingkir adalah anak sunan giri.
Reply
Replies
WISNUJune 12, 2021 at 5:19 PM
tidak
AnonymousDecember 15, 2022 at 4:27 PM
Sepertiny memang Joko Tingkir itu dari jalur Al-Hasani, dan memang sebagian Wali 9 ada yg dari jalur Al-Hasani
AnonymousApril 29, 2024 at 1:32 PM
Mohon izin bertanya : apakah Joko samudera itu adalah nama lain dari sunan giri, dan apakah keturunannya apakah ada nama kyai bhilengan di Bangkalan madura yang mempunyai anak bernama kyai Bagong dan di lanjutkan dengan keturunannya ?
Reply
Imam abdul syukurJuly 7, 2020 at 4:49 PM
Masih melewati sy ya'kub wali lanang toh ?
Reply
UnknownJuly 10, 2020 at 7:10 AM
Maaf apakah benar silsilah syekh Muhammad Soleh bin Abdurahman bin syekh Maulana Ainul Yaqin ( sunan giri ) mohon pencerahannya lur.🙏🙏
Reply
UnknownJanuary 4, 2022 at 2:10 PM
Apakah istri Ki Ageng pemanahan merupakan keturunan dari sunan giri dari istrinya yg meruy anak dari sunan Ampel
Reply
UnknownFebruary 1, 2022 at 6:23 PM
Mau tanya min...eem...Joko Tarub sama sunan giri apa ada humbungan nya....
Reply
luis dewaFebruary 6, 2022 at 9:00 PM
turunan kelima sunan giri (raden susanto)
Reply
UnknownApril 13, 2022 at 4:28 AM
siapakah kerto gati
Reply
AnonymousJune 6, 2022 at 12:06 PM
Maaf mau tanya min... Apakah kyai lanang dangiran masih trah Sunan giri.. Atau sebaliknya.. Sunan giri trah dari kyai lanang dangiran.. Surabaya.
Reply
AnonymousAugust 21, 2022 at 2:19 AM
Mohon maaf tanyaa menurut sumber yang saya ketahui tapi sayaa juga tidak paham mohon pencerahannya
Di daerah Blega (Madura/Bangkala) Dusun kombing /Lomaer ada keturunan sunan giri ke 7
Yang bernama
Keturunan 6 -Kiayi Asmin
7-abdul Rahman & Asnawi
Reply
Replies
AnonymousApril 28, 2024 at 3:34 AM
Benarkah
Reply
AnonymousNovember 24, 2022 at 11:02 AM
Apakah ada keturunan sunan giri yang bernama kyai a
dnan
Reply
AnonymousNovember 24, 2022 at 11:03 AM
Apakah ada keturunan sunan giri yang bernama kyai adnan
Reply
AnonymousDecember 5, 2022 at 6:16 AM
Jadi suami sekar dadu adalah syeh yaqub wali lanang mohon pencerahan
Reply
AnonymousDecember 30, 2022 at 10:53 PM
Boleh bertanya?.. adakah Dr keturunan diraja Minangkabau Sunan Giri yg berdakwah lalu beranak cucu di negeri Kelantan Malaysia??
Reply
AnonymousApril 8, 2023 at 5:36 PM
Assalamualaikum! Boleh saya tahu siapa keturunan sunan giri di zaman ini? Saya lagi mencari guru yang murshid yang faham ilmu peningallan kiayi agung sunan giri.
Reply
Replies
AnonymousApril 8, 2023 at 5:40 PM
Kalau ada keturunan kiayi agung sunan giri yang Masih ada di zaman ini yang mahir dalam ilmu mengenal diri yang diturunkan oleh sunan giri. Tolong hubungi saya. +6597111553
Reply
AnonymousApril 19, 2023 at 3:58 AM
Ahmad bilal, Anak Sunan Giri nikah dgn Ahmad Hariz Anak Sunan Gunung Jati Anaknya Zaenal Abidin bin Jaenudin keluarga Nila Palupi Selamat menunaikan ibadah puasa, Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon maaf lahir dan Batin
Reply
Bejo BlogMay 4, 2023 at 7:04 PM
Pangeran darmokusomo alias sayyid husein pekalongan apakah benar putra dari sunan giri?
Reply
AnonymousMay 22, 2023 at 8:17 AM
Ayah sunan giri yang masyhur adalah Maulana Ishaq, sementara disini ayah dari sunan giri adalah maulana Ya'qub bin Maulana Ishaq. mungkin bisa disebutkan sumbernya?
Reply
Replies
AnonymousMay 24, 2023 at 11:21 AM
serat sunan giri dan serat walisana sama sama mengatakan sunan giri bin maulana yaqub bin maulana ishaq malaka
Reply
AnonymousAugust 6, 2023 at 11:26 AM
silsilah sayyid abdurrahman yang di madura?
Reply
AnonymousMarch 27, 2024 at 9:16 AM
Assalamualaikum, izin bertanya apakah ada anak keturunan Sunan Giri yang ke Lampung? Nenek buyut saya sebelum wafat bilang dia ada keturunan Sunan Giri, Ayah saya yang masih kecil kurang paham hanya mengiyakan. Tapi sekarang baru mengerti dan ada peninggalan leluhur kami Tapis Tua (Kain Adat Lampung) ada tulisan Pengiran Sang Ratu Giri.
Reply
Raden Mas SuryoJuly 3, 2024 at 11:10 AM
atas bapak saya trah 12 nya Sunan Giri.
Reply
AnonymousSeptember 1, 2024 at 7:36 AM
Assalamu'alaikum
Insyaallah yang masih melestarikan dan menjaga amanah Dakwah Sunan Giri, salah satunya ada di Ponpes Roudlotul Muttaqien Probolinggo.
Monggo kagem sederek yang hendak bersilaturahmi, tp mohon wasilah dulu sebelum sowan. Niatkan untuk menjalin Silaturahmi antar Dzuriyat. Namanya Kyai Ahmad Tajul Mafakhir dan Kyai Fachrul Alam. Beliau Kakak beradik salah satu putra dari Kyai Muhammad Utsman Al-Ishaqi (Al-Ishaqi dinisbatkan kepada Maulana Ishaq).
Saya teringat kisah tentang penelusuran Makam Maulana Ishaq di Pulau Besar Malaka, salah satunya melalui Kyai Ahmad Tajul Mafakhir ini.
Monggo, niatkan semata untuk silaturahmi dengan sesama Dzuriyat Sunan Giri
Reply
AnonymousSeptember 8, 2024 at 1:26 AM
Saya dapat cerita macam legenda kota Banjarnegara Jateng, ada 4 putra putri Sunan Giri Gajah/prabu satmaka 3 diantaranya diBanjarnegara, salah satunya ada putri bungsu Sunan Giri ( nama Panembahan Nyai Ageng Sekati. ) nah saya masih keturunan Nyai Ageng Sekati... tpi kok saya cari tak ada siapa nama ibunya ( lalu apakah beynar tidaknya bahwa keturunan sunan Giri ada di Banjarnegara. ? Adakah info WA saya 082227914485
[2/10/2024 01.15] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/LcWL6u2FAxXBHKa5/?mibextid=xfxF2i
SUNAN GIRI GELAR PRABU SATMOTO KHALIFAH ING GIRI GAJAH SAYYIDIN PANOTOGOMO
Anak anak Sunan Giri bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Asmoro bin Jamaluddin al Husein Al Kubra
- Sunan Dalem
- Sunan Kulon
- Sunan Kidul
- Sunan Tegal wangi
- Nyai Gede Sawo
- Nyai Gede Seloluhur
- Nyai Gede Kukusan
#Warning Jangan di Tambah2 Lagi🤭🙏
#Terdata Semua keturunannya
[2/10/2024 01.16] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/PuvkZgCumeq6BdVC/?mibextid=xfxF2i
SAYYID ABDULLAH LEMBUNG . SUAMI NYAI AMINAH BUJUK LEMBUNG BINTI SUNAN CENDANA.
Di pesareannya tertulis Sayyid Abdullah. makam keduanya kumpul berada di Lembhung Morkoneng Kwanyar Bangkalan. nasab Sayyid Abdullah banyak versi, akan tetapi saya menguatkan beliau putra Khotib Pangeran Pakebunan/ Khotib Mantoh dengan argument sbb:
1. Silsilah Bani Ya’qub keluarga Kyai Yasin Kepang menantu Syaikhona Kholil bin Abdul Latif. silsilah beliau adalah Kyai Yasin bin Ya’qub bin Nasiron bin Ja’far Sodiq bujuk lajing bin Amin Bujuk Buqer bin Sorof / Musyarrof Toronan bin AbdurRahman / Ismail Bujuk Angsokah Kajjen Blega bin Abdullah Lembung bin Khotib Mantoh bin Panembahan Kulon bin Sunan Giri.
2. Silsilah Bujuk Pereng yaitu Kyai Sobahul Khoir Bujuk Pereng Blega bin Jafar Sodiq Bujuk Tokotoh bin Bujuk Tokkang Tandes Konang Timur bin Bujuk Gumbing Nung Gunung Blega bin Mas Abdullah Plakaran bin Khotib Mantoh bin Panembahan Kulon bin Sunan Giri. Menurut Bani Ya’qub Abdullah Lembung di sebut juga Abdullah Plakaran karena memang ibunya dari kerajaan Plakaran Arosbaya Yaitu Raden Ayu binti Kilemah Duwur raja Arosbaya. Hal ini belum saya cek ke Plakaran Arosbaya. apakah betul di sana tidak ada makam yang namanya Abdullah bin Khotib Mantoh ? jika makamnya ada di sana, berarti Abdullah Plakaran adalah saudara Abdullah Lembung. Dan sebaliknya jika tidak ada di Arosbaya, kemungkinan besar adalah orang satu dengan Abdullah Lembung. dengan begitu Bujuk Gumbing Nunggunung Blega adalah putra Abdullah Lembung alias Abdullah Plakaran.
Adapun khilafnya sbb :
1. ada yang mengatakan mungkin putra Khotib Raden Kabul Pangeran Aji Gunung, seperti Bendereh Muzammil Murombuh . beliau masih ragu, juga ketika saya lihat di catatan bendereh Habib Murombuh guru silsilah Bendereh Muzammil tertulis” Khotib pakebunan/ khotib Aji Gunung Madegen Sampang bin Panembahan Kulon yang berjuluk Sultan Agung Ing Mataram . padahal antara Khotib pakebunan dengan Khotib Aji Gunung itu beda orang. Khotib pakebunan adalah Khotib Mantoh karena berdasarkan silsilah Bani Ya’qub dan Bani Bujuk Pereng yang di maksud Khotib Pakebunan adalah Khotib Mantoh sesuai manuskrip yang ada di makam Khotib Mantoh di keraton Madegen Sampang, yang di tulis oleh sejarawan ahli yaitu Zainal Fatah Bupati Pamekasan . Sedangkan Khotib Aji Gunung yang makamnya berada di kampung Aji Gunung kecamatan Sekar Sampang, tertulis putra Pangeran Mas . jadi yang sesuai adalah, Khotib Pakebunan adalah Khotib Mantoh. Juga di catatan bendereh Habib tertulis bahwa Sayyid Abdullah ini sepupu dengan Sunan Cendana. Menguatkan bahwa Nyai Gede Kedaton ibu Sunan Cendana, saudara dengan Khotib Mantoh ayah Sayyid Abdullah Lembung
2. Ada yang mengatakan bangsanya adalah BaSyaiban, cucu Sayyid Sulaiman MojoAgung. ini saya dapat dari Kyai Abdul Hannan Nawawi . pendapat ini sangat lemah karena Abdullah bin Ali Akbar bin Sayyid Sulaiman, ayah Bujuk Asror Langgundih yang bangsanya BaSyaiban, zamannya jauh di bawah Abdullah Lembung , dan makamnya menurut informasi yang saya dapat dari Ra Muzawwir Hariri Gunung Sereng itu ada di Tongguh Arosbaya, dan ini katanya banyak di akui oleh Bani Asror. Abdullah bin Ali Akbar berjuluk Kyai Patih , sehingga ada kesimpang siuran informasi bahwa Abdullah Lembung dari Pati , ada yang mengatakan Jawa Tengah ( Pati ) , yang sebenarnya itu di karenakan sejak awal mereka salah sangka menganggap Abdullah lembung adalah Abdullah Basyaiban yg berjuluk Kyai Patih.
Abdullah bin Ali Akbar berjuluk Kyai Patih , sehingga karena banyaknya simpang siurnya informasi , ada sebagian orang mengatakan Abdullah lembung suami Nyai Aminah binti Sunan Cendana ini dari pati , ada yang mengatakan dari Jawa Tengah , yang sebenarnya itu berawal dari salah sangka mereka bahwa Abdullah lembung adalah Abdullah bin Ali Akbar yang berjuluk Kyai Patih. 3. Juga ada yang mengatakan Abdullah bin Arif SegoroPuro BaSyaiban. pertama kali mengatakan ini adalah Yek Muhammad bin Mahfud Bangil dan Mas Maskur Sidogiri.
LOKASI LEMBUNG, SUMUR KUNING ,KWANYAR, BANGKALAN
[2/10/2024 01.17] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
Kerajaan Yogya dan Solo adalah keduanya keturunan Raja-Raja Mataram (sama2 turunan Amangkurat IV) Daftar Raja Mataram sebelum Yogya & Solo :
1. Panembahan Senopati
2. Sunan sedo ing krapyak / Raden Mas Jolang
3. Sultan Agung
4. Amangkurat I / Amangkurat Agung
5. Pakubuwono I / Pangeran Puger
6. Amangkurat IV
Dr ke-6 raja mataram tersebut dr grs ibu ada tautan ke Rasul jalur Azmakhan , melalui juga jalur Kerajaan Demak dan Pajang, yakni :
I. Panembahan Senopati beribukan: Syarifah Nyai Sabinah binti Ki Ageng Saba bin Sunan Kidul / Giri II bin Sunan Giri yang menikahi Syarifah Dewi Murtasiah putri Sunan Ampel
II. Mas Jolang beribukan : Raden Ayu Rembe binti Pangeran Kalinyamat bin Pangeran Prawoto bin (RAJA DEMAK) Sultan Trenggono bin Raden Fatah yang menikahi Syarifah Dewi Murtasimah / Asyiqah binti Sunan Ampel
III. Sultan Agung beribukan : Ratu Mas Adi Dyah Banowati / Ratu Alit putri Pangeran Benawa Bin (RAJA PAJANG) Jaka Tingkir/ Sultan Hadiwijaya (menantu Sultan Trenggono,RAJA DEMAK, istri beliau / ibu P.Benawa jalurnya sama seperti di atas bersambung ke Sunan Ampel) bin Ki Ageng Pengging (menikah dgn nyai ratu Mandoko binti Sunan Kalijogo + Syarifah Zainab binti Syekh Siti Jenar) (Sama dengan Jalur ibu Amangkurat III & IV)
IV. Amangkurat I beribukan :
a) Radin Ajeng Wetan/Kanjeng Ratu Kulon binti Tumenggung Upasanta bupati Batang bin Pangeran Mandurareja bin Ki Juru Martani bin Ki Ageng Saba bin Sunan Kidul bin Sunan Giri (mantu sunan Ampel)
b) Radin Ajeng Wetan/Kanjeng Ratu Kulon, beribukan Ratu Emas Mirahaden putri dari Pangeran Benowo bin Jaka Tingkir bin Ki Ageng Pengging (menikah dgn nyai ratu Mandoko binti Sunan Kalijogo + Syarifah Zainab binti Syekh Siti Jenar
V. Pangeran Puger beribukan :
GKR Wetan keturunan Pangeran Raden bin Pangeran Benowo bin Jaka Tingkir putra dari nyai ratu Mandoko putri dari Syarifah Zainab binti Syeikh Siti Jenar
VI. Amangkurat IV beribukan :
Ratu Mas Blitar/Ratu Paku Buwana, binti Pangeran Arya Blitar IV. Bupati of Madiun 1704-1709 bin Pangeran Temenggong Blitar Tumapel III. Bupati of Madiun 1677-1703 bin Pangeran Adipati Blitar. Bupati of Madiun 1645-1677 bin Radin Mas Bagus/Kanjeng Pangeran Adipati Jumina Petak/Pangeran Blitar I (s/o Jamila). Bupati of Madiun 1601-1613 beribukan Retno Dumilah binti Pangeran Timur / Rangga Jemuna bin Sultan Trenggono bin R. Patah + Dewi Murtasimah binti Sunan Ampel
Jadi nyambung k Rasul melalui Sunan Giri, Ampel dan Syeikh Siti Jenar (Adalagi ke Maulana Malik Ibrahim / Syeikh Maghribi namun jalur ini belum jelas kepastiannya & Robithoh Azmatkhan belum yakin karena menurutnya lebih ke Syeikh Maghribi namun beliau bukanlah Maulana Malik Ibrahim)
I. JALUR SUNAN GIRI – Abdul Malik Azmatkhan :
Sunan Giri @ Muhammad Ainul Yakin bin Maulana Ishak bin Ibrahim Zainuddin Akbar @ Asmarakandi bin Husain Jamaludin Ahmad Jalaluddin bin Abdullah Azmatkhan bin Abdul Malik Azmatkhan
II. JALUR SUNAN AMPEL – Abdul Malik Azmatkhan :
Sunan Ampel @ Ahmad Rahmatullah bin Ibrahim Zainuddin Akbar @ Asmarakandi bin Husain Jamaludin Ahmad Jalaluddin bin Abdullah Azmatkhan bin Abdul Malik Azmatkhan
III. JALUR SYEIKH SITI JENAR – Abdul Malik Azmatkhan :
Syeikh Siti Jenar @ Abdul Jalil bin Datuk Shaleh Cirebon bin Abdul Malik bin Husain Jamaludin Ahmad Jalaluddin bin Abdullah Azmatkhan bin Abdul Malik Azmatkhan
JALUR ABDUL MALIK KE NABI MUHAMMAD :
Abdul Malik Azmatkhan bin
Alawi (Ammil Faqih) bin
Muhammd Shahib Mirbath bin
Ali Khali’ Qasam bin
Alawi bin
Muhammad bin
Alawi (Asal usul marga Ba’alawi atau Al-Alawi) bin
Abdullah / Ubaidillah bin
Ahmad Al-Muhajir Ilallah bin
Isa bin
Muhammad bin
Ali Al-‘Uraidhi bin
Ja’far Ash-Shadiq bin
Muhammad Al-Baqir bin
Ali Zainal Abidin bin
Husain bin
Ali bin Abi Thalib dan Fathimah binti Rasulillah SAW
[2/10/2024 01.18] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/s9DSacqeh4Z9aHbJ/?mibextid=xfxF2i
#Penjelasan
#KHOTIB MANTOH MAKAM DI MADEGAN SAMPANG BUKAN KETURUNAN SUNAN KULON BIN SUNAN GIRI
Makam Khotib Mantoh yang di Asta Madegan Sampang Adalah Keturunan Bujuk Alawi Jengguh, Keturunannya Baru 5-6 Generasi, Sebutan Khotib Mantoh karena Semasa hidup menjadi Khotib Masjid Madegan Dan Menantu Keluarga Batu Ampar ( Cucu Menantu Sayyid Abu Syamsudin bin Basyaniyah bin Abdul Manan)
[2/10/2024 01.18] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/PkezeyZam5KxwY48/?mibextid=xfxF2i
Makam wali Allah bujuk napo Laok yg Masi keturunan sunan giri yg terletak di Madura Sampang.......ini sisilah emas
*Anak Dan Dzurriyyah Serta Silsilah Emas Nasab Bhuju' Napo Al-Syeikh Raden 'Abdul Jabbar Dan Bhuju' Nepa Alias Al-Syeikh Yusuf Abdulloh Munif Alias Kyai Nur Petapan*:
======================
# *AL-SYEIKH RADEN 'ABDUL JABBAR BHUJU' NAPO BIN PANGERAN KHOTIB MANTOH BIN PANEMBAHAN KULON BIN SUNAN GIRI* mempunyai Anak :
1. KYAI NUR Petapan (riwayat Morombuh)
Alias *K. Abdulloh Omben alias Abdulloh Nepa alias K. Napo (riwayat Sendeng) alias K. Nur Petapan (riwayat Morombuh) alias Yusuf (riwayat Arosbaya) alias Yusuf Abdulloh Munif Nepa (riwayat Pasuruan) makamnya di Madegen Sampang*
2. BUJUK ANGGAPURAH Arosbaya
3. BUJUK RAJE TAPAH
# KYAI NUR PETAPAN (Bhuju' Nepa) BIN RADEN ABDUL JABBAR BUJUK NAPO mempunyai putra putri...>>>
1. KYAI KARANG LEMAN Selatan Petapan
2. KYAI LANGSOKAH Lang Alang
3. BUJUK SENDENG BARAT
4. BUJUK BERINGIN
5. BUJUK KEMUNING
6. BHUJU' MORENG RANGGEH GONDANG WETAN PASURUAN
7. BHUJU' SUMBER BULAN DHOMPO, KRATON, PASURUAN.
# KYAI KARANG LEMAN SELATAN PETAPAN BIN KYAI NUR mempunyai putra ...>>>
1. KYAI KARANG LEMAN TAMBIN BARAT
# KYAI KARANG LEMAN TAMBIN BARAT BIN KYAI KARANG LEMAN SELATAN PETAPAN mempunyai putri...>>>
1. NYAI DUKU TAMBIN TENGAH Berjuluk Bujuk Duku Bini' Adalah Istri Kyai Guweng Bin Kyai Jasad Bin Sunan Cendana.
==================
*SILSILAH EMAS NASAB RADEN MUHAMMAD 'ALI Alias PANEMBAHAN KULON Alias SUNAN KULON Alias RADEN 'ALI SUMODIRO Alias RADEN PRABU Alias RADEN PRABU TANGKISARI, BHUJU' NEPA SAMPANG MADURA*: ....AL-FATIHAH....:
===============
1. Nabi Muhammad SAW;
2. Fatimah Az-Zahra' Al-Batul;
3. Al-Imam Al-Husain putera Sayyidina 'Ali bin Abu Tholib dan Sayyidatina Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad SAW;
4. Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin;
5. Sayyidina Muhammad Al Baqir;
6. Sayyidina Ja’far As-Shodiq;
7. Sayyid Al-Imam 'Ali Al-'Uroidli;
8. Sayyid Muhammad An-Naqib;
9. Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi;
10. Ahmad al-Muhajir;
11. Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah;
12. Sayyid Alawi Al-Mubtakir (Awwal);
13. Sayyid Muhammad Sohibus Shouma’ah;
14. Sayyid 'Alawi Ats-Tsani;
15. Sayyid 'Ali Kholi’ Qosam;
16. Muhammad Shohib Mirbath (Hadhramaut);
17. Sayyid Alawi 'Ammil Faqih (Hadhramaut);
18. Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad, India);
19. Sayyid Abdulloh 'Azmatkhan;
20. Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin 'Azmatkhan;
21. Sayyid Syaikh Jumadil Kubro @ Jamaluddin Husein Al-Akbar 'Azmatkhan Trowulan Mojokerto;
22. Sayyid Maulana Ibrahim Zainal Akbar Asmoroqondi;
23. Sayyid Maulana Ishaq (nikah + Dewi Sekardadu Blambangan);
24. Sayyid Muhammad Ainul Yaqin / SUNAN GIRI ( Jaka Samudra ) Gresik;
*25. Raden Muhammad 'Ali/ Raden 'Ali Sumodiro/ Panembahan Kulon/ Sunan Kulon/ Raden Prabu/ Raden Prabu Tangkisari di Gresik;*
*26. Syeikh Sayyid Zainal Abidin/Pangeran Muhammad Khotib Mantoh Madegen Sampang Madura;*
*27. Raden Abdul Jabbar/Bhujuk Napo Omben Sampang;*
*28. Bhuju' Abdulloh Omben Alias Abdulloh Kyai Napo Alias Alias Kyai Nur Petapan Alias Yusuf Alias Abdulloh Nepa /Syeikh Yusuf Abdulloh Munif /Bhuju' Nepa Di Madegan Sampang Madura;*
.......AL-FATIHAH...
[2/10/2024 01.19] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
Nasab Raden Ajeng Kartini*
Copyright Sejarah Jogyakarta
Dari sisi eyang putri :
Eyang putrinya adalah Gusti Kanjeng Ratu Hayu binti Sultan HB VI, menikah dengan eyang kakung Kartini, Raden Adipati Aryo Condronegoro IV (Bupati Demak) pada 1878
Pernikahan ini melahirkan Raden Adipati Aryo Sosroningrat (Bupati Jepara) yaitu ayahanda RA Kartini
Dari sisi eyang kakung :
Raden Adipati Arya Condronegoro IV
(Bupati Demak)
bin
Raden Adipati Arya Condronegoro III
(Bupati Kudus)
bin
Raden Adipati Arya Condronegoro II
(Bupati Pati)
bin
Raden Adipati Arya Condronegoro I
(Bupati Sidoarjo)
bin
Pangeran Onggojoyo (Patih Jaba Surabaya)
bin
Kyai Ageng Brondong Botoputih /Syaikhul Bachri)
bin
Kyai Sholeh Kendal Wesi
bin
Pangeran Ujung Pangkah II ( Abdul Haqq)
bin
Pangeran Ujung Pangkah I ( Muhammad Sirrullah )
bin
Sunan Kulon ( Ali Khoirol Fathihin )
bin
Sunan Giri I ( Muhammad Ainul Yaqin)
Sumber :
Rodovid
Kratonjogja
Data Nasab Robithoh Azmatkhan Asia Tenggara dan Kesultanan Banten
* gelar Raden Ajeng (R.A) adalah gelar sebelum menikah untuk putri bupati dari istri yang adalah putri, cucu, cicit, atau piut raja wangsa Mataram Islam.
Setelah menikah akan bergelar Raden Ayu (R.Ay.)
[2/10/2024 01.22] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/kkKreBiWm2SFgEVc/?mibextid=xfxF2i
Pangeran Waruju beristri Nyai Gede Waruju binti Sunan Kulon bin Sunan Giri
Tidak ada nama Pangeran Pakebunan / Khotib Mantoh dan P Kebak serta saudara Perempuan nya yg bernama nyai Gede kedaton/nyai gede Kentil sebagai anak Sunan kulon bin sunan Giri 🙏
#stop cantol2 nasab/memalsukan nasab ingat itu dosa besar
[2/10/2024 01.24] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid09VD4hQymaiAZJYPA5EJGSui4YAnQY4SRe7s92MGFgaExAm4XRc9J2bpCwZHtvhh9l&id=100011784893685&sfnsn=wiwspwa&mibextid=6aamW6
Beliau Adalah Pendiri dan Pengasuh PPP (Pondok Pesantren Palalang).
Nama beliau KH. Muntaha (Abu Mujalli) bin Ny. Mariyah binti Kiai Abu Naim bin Bindara Tsabit Bin Bindara Ta'il Astah Berlompang Pakong bin Kiai Tarbiyah alias Kiai Akkor Spisan Bin Kiai Buarren bin Kiai Billah Bagung Bin Kiai Rebbet alias Pangeran Karangentang Sampang bin Kiai Kebba' alias Khatib Kebba' bin Panembahan Kulon Bin Sunan Giri.
Semoga Allah Merahmati Beliau semua. amin.
[2/10/2024 01.25] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://www.facebook.com/share/p/Vc5bLyfVooHE7mE6/?mibextid=xfxF2i
Menjaga Kafaah dalam Perkawinan Keturunan Sunan Giri Diantaranya:
- Pangeran Delima bin Sunan Kidul menikah dengan Nyai Gede Delima binti P Tegal Wangi
- Pangeran Getek bin Sunan Kulon menikah dengan Nyai Gede Getek Binti Sunan Kidul
- Pangeran Wurugan Bin Sunan Kidul menikah dengan Nyai Gede Wurugan Binti Sunan Dalem
( Dan lain lain nya sesama sepupu Menikah )
Atau menikah dengan Sesama Kolonj Sayyid yang masih satu Kerabat di antaranya :
- Pangeran Waruju Bin Pangeran Pasarean Cirebon menikah dengan Nyai Gede Waruju Binti Sunan Kulon
- Pangeran Sawo Kajoran menikah dengan Nyai Ageng Sawo binti Sunan Giri
( Dan lain lain nya Menikah silang di Grade keturunan di Bawah hanya antar Sesama Kerabat sesama Koloni Sayyid )
( Munsib Ba'Alawi )
[2/10/2024 01.25] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://www.facebook.com/share/p/Nsx2HpDk3KT1FXP5/?mibextid=xfxF2i
Alhamdulillah antara wali songo yang paling ku ternanti- nanti after 14 years of waiting ,
Leluhur yang mulia , Sunan Giri .
Afiqah Khalid , tengok along dekat mana skang hahaha . Long time ago hanya membaca kitab dibawah pokok , jika ingat lagi lah haha
btw
3 tokoh yang paling dekat dihatiku
no 1. Al Qutb Sayyid Muhammad Ayn Al Yaqin (Joko Samudro) Bin Al Qutb Maulana Sayyid Ishaq Bin Al Qutb Sayyid Ibrahim Asmoroqondhi Bin Al Qutb Sayyid Jamaluddin Hussein Al Kubro Bin Sayyid Ahmad Syah Jalal Bin Sayyid Abdullah Khan Bin Sayyid Abdul Malik Al Azmathkhan Bin Sayyid Alwi Ammul Faqih Al Ba’Alawi Al Husseini
No.2 (ayah sunan giri)
Al Qutb Maulana Sayyid Ishaq Bin Al Qutb Sayyid Ibrahim Asmoroqondhi Bin Al Qutb Sayyid Jamaluddin Hussein Al Kubro Bin Sayyid Ahmad Syah Jalal Bin Sayyid Abdullah Khan Bin Sayyid Abdul Malik Al Azmathkhan Bin Sayyid Alwi Ammul Faqih Al Ba’Alawi Al Husseini
No 3 (ibu sunan giri)
Nyai Dewi Sekardadu , anak kepada Raja Menak Sembuyu ( gelarnya Raja Blambangan / Minak Dadali Putih / Bhre Pakembangan / Raden Siung Laut ) , anak kepada Bhre Wirabhumi
Seterusnya dimakam sunan giri juga ada makam anaknya yang sempatku ziarahi hanya beberapa iaitu :
Sunan Dalem - Sayyid Ali Zainal Abidin Darmakusuma ( Sayyid Ali Nuruddin)
Sunan Tengah
Sunan Kidul
Sunan Kulon
Bahagia dan Bahagia 😂😂😂
Che Wan Mahmud Azlan Izad Vespa Klepet ☺️ sampai dah hehe
[2/10/2024 01.28] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/F5nUwhXLTRGCQYTz/?mibextid=xfxF2i
#Bagiri_Palsu🙏
3 nama yang di cantol2 kan anak langsung Sunan Kulon bin Sunan Giri
1) Nyai Gede Kedaton
2) Pangeran Pakebunan
3) Pangeran Kebek/Kebak
#Semuanya_Tertolak🙏
#Dihimbau_Pemalsu2 Nasab AlHasani2an Lewat keterkaitan 3 nama Diatas sadar diri Kalian BUKAN Bernasab ke Sunan Kulon bin Sunan Giri 🙏
[2/10/2024 01.30] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://www.facebook.com/share/p/o31FRrqvxqFZvtjz/?mibextid=xfxF2i
Maimoen Zubair atau yang biasa disapa akrab dengan Mbah Moen adalah putra pertama dari pasangan Kiai Zubair Dahlan dan Nyai Mahmudah. Beliau dilahirkan di Karang Mangu Sarang hari Kamis Legi bulan Sya'ban tahun 1347 H atau 1348H atau 28 Oktober 1928.
Dari jalur silsilah kakek, nasab Mbah Moen sampai kepada Sunan Giri. Berikut adalah jalur silsilah nasab Mbah Moen, KH. Zubair bin Mbah Dahlan bin Mbah Carik Waridjo bin Mbah Munandar bin Puteh Podang (desa Lajo Singgahan Tuban) bin Imam Qomaruddin (dari Blongsong Baureno Bojonegoro) bin Muhammad (Macan Putih Gresik) bin Ali bin Husen (desa Mentaras Dukun Gresik) bin Abdulloh (desa Karang Jarak Gresik) bin pangeran Pakabunan bin panembahan Kulon bin sunan Giri.
Sedangkan dari jalur silsilah Nenek yaitu, Nyai Hasanah binti Kiai Syu’aib bin Mbah Ghozali bin Mbah Maulana (Mbah Lanah seorang bangsawan Madura yang bergabung dengan pasukan Pangeran Diponegoro).
Ayahnda Mbah Moen, Kiai Zubair, adalah murid pilihan dari Syaikh Sa’id Al-Yamani serta Syaikh Hasan Al-Yamani Al- Makky. Kedua guru tersebut adalah sosok ulama yang tersohor di Yaman.
Dari ayahnya, beliau meneladani ketegasan dan keteguhan, sementara dari kakeknya beliau meneladani rasa kasih sayang dan kedermawanan. Kasih sayang terkadang merontokkan ketegasan, rendah hati seringkali berseberangan dengan ketegasan.
Namun dalam pribadi Mbah Moen, semua itu tersinergi secara seimbang. Kerasnya kehidupan pesisir tidak membuat sikapnya ikut mengeras.
Beliau adalah gambaran sempurna dari pribadi yang santun dan matang. Semua itu bukanlah kebetulan, sebab sejak dini beliau yang hidup dalam tradisi pesantren diasuh langsung oleh ayah dan kakeknya sendiri.
#Mbahmaimoen #tokoh #ulama #Indonesia
[2/10/2024 01.31] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://www.facebook.com/share/p/pnywxD9PNn8rVDDa/?mibextid=xfxF2i
Penisbatan nasab kepada Jalur orang tua laki, tapi bukan berarti tidak bernasab ke keluarga Ibu
Imam Suyuti di Dalam Sairannya berkata
يتبع الفرع في انتساب أباه * والام في الرق والحرية
Di dalam masalah nasab ikut ke bapak bukan ke Ibu, di dalam masalah kemerdekaan dan kebudakan Ikut ibu bukan ke bapak
والزكاة الأخف والدين الاعلى * والذي اشتد في جزاء ودية
وأخس الأصلين رجسا وذبحا * ونكاحا والاكل والأضحية
keterangan di Ambil dari Kasyifatussaja halaman
40
Ianatuttolibin juz 1 halaman 112
Ingat turunan tetap turunan *Hanya Penisbatannya yg putus*
*SILSILAH BIN AZIZ*
1. Sayyidina Rosululloh SAW
2. Sayyidah Fatimah Azzahro'
3. Sayyidina Hasan Assibt
4. Sayyidina Hasan Mutsanna
5. Sayyidina Musa Al Jun
6. Sayyidina Abulloh
7. Sayyidina Musa
8. Sayyidina Dawud
9. Sayyidina Mihammad
10. Sayyidina Yahya Azzahid
11. Sayyidina Abdulloh
12. Sayyidina Musa Jangki Dausat
13. Sayyidina Syaekh Abd Qodir Al Jilani
14. Sayyidina Soleh
15. Sayyidina Ahmad
16. Sayyidina Abd Aziz
17. Sayyidina Abd Rozzaq
18. Sayyidina Abd Jabbar
19. Sayyidina Syu'aib
20. Sayyidina Abd Qodir
21. Sayyidina Junaid
22. Sayyidina Sayyidina Maulana Ishaq
23. Sayyidina Yakqub (P Wali lanang)
24. Sunan Giri + Nyai Murtasiyah binti Sunan Ampel
25. Sunan Kulon
26. Pangiran Pakampoan
27. Nyai Gede Kedaton (pemutus silsilah I)
28. Syaekh Cendana
29. Nyai Komala (pemutus silsilah II)
30. Nyai Tepi (pemutus silsilah III)
31. Kiai Abd Adzim
32. Kiai Muzakki Bato Kolong
33. Kiai Tarsis Tambek Eler
34. Kiai Soiban
35. Kiai Sidiq Muslim
36. Kiai Idris
37. Nyai Sofiyan (pemutus silsilah IV)
38. Nyai Latifah Abd Azdim (pemutus silsilah V)
39. H Abd Aziz Jauhari Al Amrin
[2/10/2024 01.31] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://www.facebook.com/share/p/RdgjMdvbHT3heBYY/?mibextid=xfxF2i
Kekerabatan Trah Mataram dengan Giri Kedaton
Raden Bondan Kejawan menikah dengan Nawangsih binti Ki gede Tarub mempunyai tiga orang Putra yaitu:
1.Ki Ageng Wanasaba /P Made Pandan
2.Ki Ageng Getas Pendawa
3.Nyai Ageng Ngerang / Roro kasihan
*Ki Ageng Getas Pandawa memiliki putra bernama *Ki Ageng Selo ,
Ki Ageng Selo memiliki putra-putri a.l bernama Ki Ageng Nis ,nyai gede Saba dll
*Nyai Gede Saba menikah dengan Ki Ageng Saba /P Sungep Pakiringan bin P Wirasaba bin Sunan Kulon bin Sunan Giri berputra a.l ;
P Mondoroko gelar lain Ki Juru Martani, Nyai gede Sabinah dll
*Nyai Gede Sabinah binti P Sungep Pakiringan di peristri Ki Gede Pamanahan bin Ki ageng Nis berputra a.l :
*Raden Sutowiyojo nama gelar Panembahan Senopati Mataram (Pendiri Kerajaan Mataram Islam)
[2/10/2024 01.33] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: https://www.facebook.com/share/p/8kkZvDCMugmUxCSr/?mibextid=xfxF2i
Diceritakan Kembali..,
Demak Bintoro lan Pajang...
Para Nata ing Demak Bintoro..,
Dimulai dari asma Bhre Kertabhumi Raden Alit Angkawijaya lajeng Jumeneng Nata, jujuluk Prabu Brawijaya V Pamungkas ing Majapahit - " Sirna ilang kretaning Bhumi " 1468 - 1478. Menikah dgn putri Cina peputra :
Putra nomor Tigabelas (13) ; asma Raden Fattah, lajeng Jumeneng Adipati Bintoro ing Glagah Wangi, lajeng Jumeneng Nata jujuluk Ingkang Sinuhun Kangjeng Sultan Syah Alam Akbar Senapati Jimbun Sirrollah Kalifatulrasul Amirulmukminin Tajudin Ngabdulhamid Hak, lajeng kasebat Sultan Ngadil Surya Ngalam I (Sultan Syah Alam Akbar I) - ing Demak Bintoro.
[ Masjid Demak Selesai dibangun Sinengkalan " Naga Slira Wani Tunggal " 1388 Saka ( 1466 ) ].
Para Nata ing Demak Bintoro :
[ I ]. Raden Fattah Jumeneng Nata, tahun Jimawal, Sinengkalan " Mantri Tunggal Catur Siji " (1413 - 1440 Saka), Jujuluk Sultan Syah Alam Akbar I - ing Demak Bintoro 1491 - 1518., peputra cacah 9 :
1. Raden Mas Surya lajeng asma Pangeran Adipati Sepuh ing Sabrang Lor, lajeng asma Senopati Yunus (Pati Unus), Jumeneng Nata ing Demak Bintoro Jujuluk Sultan Syah Alam Akbar II.
2. Raden Mas Sangka, lanjeng asma Pangeran Adipati Anom Sabrang Kilen, lajeng gugur di sungai tuntang katelah asma Pangeran Sekar Seda Lepen.
3. Raden Mas Trenggono, setelah Rakandanya Raden Mas Sangka wafat, lajeng asma Pangeran Adipati Anom.. setelah Rakandanya Raden Mas Surya (Sultan Demak II)wafat, lajeng Jumeneng Nata ing Demak Bintoro, Jujuluk Sultan Syah Alam Akbar III...
4. Ratu Mas Purnama Sidhi menjadi Permaisuri Sultan Hasanuddin Banten.
5. Ratu Mas Nyawa menjadi Permaisuri Pangeran Pasarean (Pangeran Adipati Muhammad Arifin) Cirebon.
6. Raden Mas Teja, lajeng asma Pangeran Pamekasan ing Madura.
7. Raden Mas Wangkawa, lajeng asma Pangeran Tumenggung ing Kandhuruwan (lajeng Adipati ing Sumenep).
8. Raden Mas Jaladara, wafat muda.
9. Raden Mas Alit lajeng asma Pangeran Sekar, lajeng asma Pangeran Pamekas sumare ing Gugur.
Permaisuridalem Raden Fattah, tiga (3 ) ;
1. Ratu Mas Panggung (asma Mas Murtosimah/Dewi Asyiqah putri (dari Sunan Ampel Raden Rachmat dgn istri asma Mas Karimah), Sunan Ampel Raden Rachmat putra (dari Syekh Ibrahim Asmara/Ibrahim Asmarakandi/Asmoroqondy dgn istri Dewi Chandrawati). Dewi Chandrawati saudaranya Dewi Andarawati Prameswari Dalem Prabu Brawijaya V Pamungkas ing Majapahit "Sirna ilang kretaning Bhumi " - 1468 - 1478...
2. Raden Ayu Kirana.
3. Raden Ayu Wulan.
Sultan Syah Alam Akbar I (Raden Fattah) dgn istri Padmi Ratu Mas Panggung (Dewi Murtosimah), peputra :
(1). Asma Raden Mas Surya, lajeng asma Pangeran Adipati Sepuh ing Sabrang Lor, lajeng asma Senopati Yunus (Pati Unus), Jumeneng Nata jujuluk Sultan Syah Alam Akbar II (1440 - 1443 Saka / 1518 - 1521). Lajeng katelah asma Pangeran Sebrang Lor (karena menyerbu kearah Utara/Lor yaitu ke Malaka untuk membantu memerangi Portugis yg ada di Malaka (beliau gugur, lalu jenazah beliau dibawa dan dimakamkan di Demak)..
Demikianpula setelah melihat kondisi Kerajaan Majapahit yg rapuh yg pada saat itu diperintah oleh Maharaja Uddhara ing Majapahit 1498 - 1518..
Beliau Senopati Yunus setelah Jumeneng Nata, melanjutkan menyerbu Ibukota Majapahit di Kadhiri, yg sebelumnya telah dilakukan oleh Ayahanda-nya..
Prameswaridalem beliau putri dari Bhatara Katong ing Ponorogo.. Beliau (Pati Unus) menikah juga dgn Ratu Ayu (saudara Pangeran Pasarean) putra-putri dari Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah dgn Nyai Tepasan. Setelah Pati Unus wafat, Ratu Ayu menikah lagi dgn Fadhilah Khan Al Paseh (Ibnu Maulana Makhdar Ibrahim Al Gujarat) atau Faletehan cucu (dari Barkat Zaenal Alim ing Gujarat, putra dari Syekh Jumadil Kubro)..,
(2). Asma Raden Mas Sangka, lajeng asma Pangeran Adipati Anom ing Sabrang Kilen, beliau Seda di Sungai (Kali = Lepen), Katelah Pangeran Sekar seda Lepen, saat Ayahanda-nya masih memerintah Demak.
Raden Mas Sangka (Pangeran Sekar seda Lepen) peputra cacah 3 :
1. Pangeran Arya Penangsang, lajeng asma Adipati Arya Penangsang ing Jipang :
a). Asma Pangeran Lautan (Pangeran Pratahun) ing Grobogan peputra, asma Ki Tambak Baya ing Pajang menikah dgn putri dari Pangeran Adipati Benawa ing Panjang.
b). Asma Pangeran Atas Angin peputra, asma Ki Barat Ketiga peputra, asma Tumenggung Singaranu Patih Lebet ing Mataram.
2. Raden Ayu Panembahan Agung ing Madiun I (Ratu Timur).
3. Pangeran Arya Mataram.
(3). Asma Raden Mas Trenggono (sepeninggal Rakanda-nya Pangeran Sekar), lajeng asma Pangeran Adipati Anom., Dan sepeninggal Rakanda-nya Senopati Yunus Sultan Syah Alam Akbar II, lajeng Jumeneng Nata jujuluk Sultan Syah Alam Akbar III - ing Demak Bintoro - tahun Alip, Sinengkalan " Banyu Suci Dadi Nabi ".
Sultan Syah Alam Akbar I (Raden Fattah) dgn istri Raden Ayu Kirana, peputra :
(4). Asma Ratu Mas Purnama Sidhi menjadi Permaisuri Panembahan Banten (Sultan Hasanuddin Banten putra dari Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah dgn istri Nyai Kawunganten/Banten adik Adipati Banten).
Sultan Syah Alam Akbar I (Raden Fattah) dgn istri Raden Ayu Wulan, peputra :
(5). Asma Ratu Mas Nyawa menjadi Permaisuri Panembahan Cirebon (Pangeran Pasarean/Pangeran Adipati Muhammad Arifin putra dari Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah dgn istri Nyai Tepasan putri dari Ki AgengTepasari).
(6). Asma Raden Mas Teja, diangkat oleh Kakanda Sultan Demak III lajeng asma Pangeran Pamekasan ing Madura. (Dari istri Ratu Mas Panggung)..
Sultan Syah Alam Akbar I (Raden Fattah) dgn istri Pangrembe (Selir) peputra :
(7). Asma Raden Mas Wangkawa, lajeng asma Pangeran Tumenggung ing Kandhuruwan, diangkat oleh Kakanda Sultan Demak III menjadi Adipati ing Sumenep.
(8). Asma Raden Mas Jaladara, wafat masih kecil.
(9). Asma Raden Mas Alit, diangkat oleh Kakanda Sultan Demak III, asma Pangeran Sekar. Lajeng asma Pangeran Pamekas (Sumare ing Gugur) menikah dapat putri (dari Susuhunan Mojagung I) peputra, asma Raden Tejawulan (Panembahan Jogorogo) peputra, asma Panembahan Tejakusuma (Kyai Ageng Ampuan) peputra, asma Kyai Ageng KarangLo ing Taji peputra, asma Kyai Ageng Cucuk Telon peputra, asma Kyai Ageng Cucuk Depok (Kyai Ageng Rogas) peputra, asma Kyai Ageng Cucuk Singawangsa ing Bero peputra, asma Ki Kertajaya Mancut peputra, asma Nyai Sutawijaya peputra, asma Raden Tumenggung Wirorejo (Ki Jogosworo) peputra, asma Kangjeng Ratu Kencana (Beruk) Prameswaridalem (Ingkang Sinuhun PB III ing Surakarta) peputra, Ingkang Sinuhun PB IV ing Surakarta.
[ II ]. Sultan Syah Alam Akbar II ing Demak Bintoro - tahun Be, Sinengkalan " Sinar Papat Catur Nabi - 1440 Saka ", lamanya 3 tahun (1440 - 1443 Saka = 1518 - 1521). Prameswari Dalem (putri dari Bathara Katong ing Ponorogo) peputra cacah 4 :
1. Ratu Mas Pembayun.
2. Ratu Mas Panenggak.
3. Pangeran Adipati Panaraga I.
4. Pangeran Made Pandhan Ngabdulsalam.
1). Asma Ratu Mas Pembayun, menikah dapat Pangeran Mukmin lajeng asma Susuhunan/Sunan Prawata (bertemu Sepupu).
2). Asma Ratu Mas Panenggak, menikah dapat Pangeran Tumenggung Mangkurat (bertemu Sepupu).
3). Asma Pangeran Adipati Panaraga I (Panembahan Adipati Panaraga) menikah dgn putri dari Panembahan Agung Surabaya II peputra, asma Pangeran Adipati Panaraga II (menikah dgn putri dari Pangeran Waringin Anom di Sawo) peputra, asma Pangeran Adipati Panaraga III (menikah dgn putri dari Pangeran Sumemi di Kalinyamat) peputra, asma Pangeran Rangga di Panaraga (menikah dgn putri dari Pangeran Panembahan Agung di Surabaya IV) peputra, asma Kangjeng Ratu Tulung Ayu (Ratu Lung-Ayu) Permaisuri Kangjeng Susuhunan Hadi Prabu Hanyakrawati ing Mataram.
4). Asma Pangeran Anom Madepandhan Abdulsalam, ketelah Ki Ageng Pandhan Arang.
" Kyai Ageng Pandhan Aran I - Adipati ing Semarang (selama 6 tahun, lajeng katelah Sunan ing Tembayat) putra dari Pangeran Lamongan (wayah Sunan Ampel Raden Rachmat).. kemudian kedudukan Adipati Semarang diganti oleh adik beliau yg juga memakai asma Pandhan Arang ".
[ III ]. Sultan Syah Alam Akbar III ing Demak Bintoro 1521 - 1546. Prameswari Dalem ada 2 (Padmi 1.Nyai Ageng Maloko, putri dari Kyai Ageng Maloko dan Padmi 2. Ratu Pembayun, putri dari Sunan Kalijaga Raden Sahid)..
Raden Mas Trenggono (Sultan Syah Alam Akbar III, peputra 10 cacah :
1. Pangeran Tumenggung Mangkurat. (dari Pangrembe.)
2. Ratu Mas Pembayun. (dari Padmi 1.)
3. Raden Mas Prawata, lajeng asma Pangeran Prawata, lajeng asma Susuhunan (Sunan Prawata). dari Padmi 1.)
4. Ratu Mas Getas Aji, lajeng asma Ratu Mas Pamantingan. (dari Padmi 1.)
5. Ratu Mas Kalinyamat (Retno Kencono) istri Raden Hadiri. (dari Padmi 1.)
6. Ratu Mas Ayu (Ratu Mas Hario ing Surabaya). (dariPadmi 1.)
7. Ratu Mas Kambang (Katambang). (dari Padmi 1.)
8. Ratu Mas Cepaka, lajeng asma Ratu Mas Pajang istri Mas Karebet Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya ing Pajang). (dari Padmi 2.)
9. Raden Mas Pamekas, lajeng asma Pangeran Mas Kumambang Adipati ing Madiun, lajeng asma Panembahan Agung ing Madiun I. (dari Padmi 2.)
10. Ratu Mas Sekar Kedhaton. (dari Padmi 2.)
Sultan Syah Alam Akbar III (Raden Mas Trenggono) dgn istri Pangrembe (Selir), peputra :
(1). Pangeran Tumenggung Mangkurat (Panembahan Makurat) menikah dapat Ratu Mas Panenggak putri dari Sultan Demak II, peputra cacah 5 :
1. Asma Raden Arya Mangkupraja, lajeng asma Pangeran Sujanapura, lajeng asma Pangeran Karanggayam I (sumare Wotweru). Beliau Pujangganya Sultan Hadiwijaya Pajang, yg menggubah Serat Suti.. Pangeran Karanggayam I menikah dgn Putri dari Pangeran Tejakusuma (Panembahan Tejawulan ing Jagaraga sumare Pamantingan dgn istri (asma Ratu Mas Getas Aji lajeng asma Ratu Mas Pamantingan.. Ratu Mas Getas Aji, janda Pangeran Made Pandan I bin Ki Ageng Wanasaba)...
2. Raden Ayu Panembahan Prawata (istri Pangeran Madepandhan/Panembahan Prawata bin Pangeran Prawata/Sunan Prawata bin Sultan Demak III).
3. Raden Ayu Tanduran, menikah dapat (Pangeran Tanduran lejeng asma Pangeran Pancuran ing Pancur).
4. Raden Arya Nitipraja.
5. Raden Ayu Mangkurat Wiryawan istri (Panembahan Wiryawan bin Panembahan Agung Madiun I bin Sultan Demak III)...
Sultan Syah Alam Akbar III (Raden Mas Trenggono) dgn istri Padmi Nyai Ageng Maloko, peputra cacah 6 :
(2). Ratu Mas Pembayun, menikah dapat Kyahi Ageng Langgar (Kyai Ageng Langgar putra dari Kyahi Ageng Sampang, Kyahi Ageng Sampang cucu dari Raden Lembu Peteng ing Madura), sumare ing Ngampelgading, peputra cacah 1 : asma Pangeran Singobarong (menikah dapat Ratu Makojo/Pekojo bin Sunan Kudus Ja'far Shadiq ), peputra cacah 1 : asma Pangeran Pengulu. (Pangeran Pengulu) peputra cacah 4 :
a. Sihing Angger leluhur Mas Pengulu ing Demak.
b. Empu Lembang leluhur Mas Trunawijaya ing Kudus.
c. Mas Bongos gabuk (tidak berketurunan).
d. Mas Panjang Jiwa leluhur Mas Tumenggung Wirapraja ing Jepara...
(3). Pangeran Prawata (lajeng asma Susuhunan/Sunan Prawata) menikah dapat Ratu Mas Pembayun putri dari Sultan Demak II.
Sunan Prawata peputra cacah 4 :
1. Pangeran Madephandan, lajeng asma Panembahan Prawata menikah dapat putri dari Pangeran Tumenggung Mangkurat.
2. Pangeran Jayaprana, yg bertemu ketika eyg Ki Ageng Pemanahan datang di Mentawis (Mataram). Lajeng asma Panembahan Jayaprana.
3. Panembahan Wilasmara (Wilasmoro) ing Kadhiri.
4. Ratu Mas Kagaluhan menikah dapat putra di Banten, lalu menurunkan para Priyayi di Banten.
(4). Ratu Mas Getas Aji menikah pertama (1) dapat Pangeran Madephandan I putra dari Ki Ageng Wanasaba, peputra cacah 2 :
1. Putri, asma Nyai Ageng Enis (Sumare Astana Kota Gede) istri Ki Ageng Enis, lajeng Peputra ;
a. asma Ki Ageng Pemanahan (Ki Gedhe Mataram/Ki Ageng Mataram III)., dan
b. Ki Ageng Karotangan (Ki Ageng Pager Gunung).
2. Putra, asma Pangeran Madephandan II, lajeng Pangeran Madephandan II peputra, putri asma Nyai Ageng Penjawi ing Pathi (Pati)..
Setelah peputra dua (2), Pangeran Madephandan I, wafat.. lajeng Ratu Mas Getas Aji menikah kedua (2) dapat Pangeran Tejakusuma (Panembahan Tejawulan ing Jagaraga sumare Pamantingan), Ratu Mas Getas Aji lajeng asma Ratu Mas Pamantingan...
(5). Ratu Mas Kalinyamat istri (Raden Hadiri, lajeng asma Pangeran Hadiri/Tanduran ing Kalinyamat bin Panembahan Agung ing Surabaya I (Panembahan Agung Surabaya I bin Bathara Katong ing Ponorogo).. Raden Hadiri (Pangeran Hadiri/Tanduran ing Kalinyamat) tersebut yg menggubah "Serat Ceritanya Jaka Prabangkara" (didalamnya Negeri Majapahit).
(6). Ratu Mas Ayu (Hario) menikah dapat Pangeran Ora - Ayu bin Pangeran Wanakrama (Wonokromo) ing Surabaya.
(7). Panembahan estri, lajeng asma Ratu Mas Kambang (Katambang).
Sultan Syah Alam Akbar III (Raden Mas Trenggono) dgn istri Padmi (putri dari Sunan Kalijaga Raden Sahid), peputra cacah 3 :
(8). Ratu Mas Cepaka, lajeng asma Ratu Mas Pajang (Prameswari Sultan Hadiwijaya/Sultan Kamidilngalam ing Pajang, asma Timur Mas Karebet Jaka Tingkir).
(9). Raden Mas Pamekas, diangkat oleh Sultan Hadiwijaya Pajang. Lajeng asma Pangeran Mas Kumambang Adipati ing Madiun (Pangeran Timur / Panembahan Mas Madiun), lajeng asma Panembahan Agung Madiun I. dgn istri Padmi Ratu Timur.
Pangeran Timur dgn istri Padmi Raden Ayu Panembahan Madiun (Ratu Timur) binti (Adipati Arya Penangsang ing Jipang), Peputra cacah 7 :
1. Raden Ajeng Retno Dumilah, Prameswari Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Panembahan Senopati Mataram.
2. Raden Mas Lontang Hirawan ing Japan.
3. Raden Mas Balap (Kakap).
4. Panembahan Hawuryan.
5. Raden Ajeng Sulah.
6. Raden Mas Hario Sumantri.
7. Raden Mas Hario Kanoman/Pangeran Kanoman.
Pangeran Timur dgn istri Pangrembe (Selir-selir), peputra :
1. Raden Ayu Semi ing Kalinyamat.
2. Raden Ayu Pangulu.
3. Pangeran Adipati Atmowijaya.
4. Raden Ayu Winongan.
5. Raden Mas Kaputran.
6. Raden Ayu Pandam.
7. Raden Ayu Pasangi .
8. Raden Mas Tangsang Hirawan ing Madiun.
9. Raden Mas Mangkurat Wiryawan/Panembahan Wiryawan ing Madiun.
10. Raden Ayu Pamegatan.
11. Raden Mas Hario Sememi.
12. Raden Ayu Kulon.
13. Raden Mas Haryo Paningron.
(10). Ratu Mas Sekar Kedhaton.
[ IV ]. Sultan Syah Alam Akbar IV (Raden Mas Prawata/Pangeran Prawata/Susuhunan Prawata/Sunan Prawata) 1546 - 1549, melanjutkan pemerintahan Ayahandanya Sultan Syah Alam Akbar III (Raden Mas Trenggono) yg wafat tahun 1546.
Arkian, Diceritakan ing Pajang..,
Dimulai dari Bhre Kertabhumi (Prabu Brawijaya V) Pamungkas ing Majapahit 1468 - 1478. menikah dgn Permaisuri asma Ratu Andarawati putri Cempa (Dewi Andarawati saudara dari Dewi Chandrawati istri Syekh Ibrahim Asmara/Asmarakanda/ Asmoroqondy ; Ibu dan ayah dari Sunan Ampel Raden Rachmat).
Prabu Barwijaya V dgn Dewi Andarawati, peputra putri asma Ratna Pambayun menikah dapat Srimakurung Prabu Handayaningrat ing Pengging, peputra cacah 3 :
1. Kyai Ageng Kebo Kanigara (boten peputra).
2. Kyai Ageng Kebo Kenanga, peputra asma Mas Karebet.
3. Raden Kebo Surastri (seda usia 3 tahun).
Mas Karebet Jaka Tingkir berkarier menjadi Tamtama ing Demak Bintoro, lalu diambil menantu Sultan Syah Alam Akbar III dinikahkan dgn putri beliau asma Ratu Mas Cepaka.. Lajeng Mas Karebet Jaka Tingkir diangkat Jumeneng Adipati ing Pajang.. Ratu Mas Cepaka lajeng asma Ratu Mas Pajang...
Setelah sowan Sunan Giri Prapen (Sunan Giri III) ing Giri Gajah, nyuwun ijin Jumeneng Nata sah ing Nagari Pajang.. Adipati Pajang Jumeneng Nata, jujuluk Sultan Hadiwijaya ing Pajang 1550 - 1582...
1582 - 1585...Sultan Ngawantipuro/Arya Pangiri, menantu Sultan Hadiwjaya Pajang.. (Arya Pangiri bin Pangeran Madephandan/Panembahan Prawata bin Sunan/ Susuhunan Prawata (Pangeran Prawata) bin Sultan Demak III.
1585 - 1586...Sultan Prabuwijaya/Pangeran Adipati Benawa.
Putra-putridalem Ingkang Sinuhun Sultan Hadiwijaya :
1. Ratu Mas Pambayun ing Ngarisbaya.
2. Ratu Mas Kumelut ing Tuban.
3. Ratu Mas Adipati ing Surabaya.
4. Ratu Mas Sekar, ingkang dipun remeni Raden Pabelan (putra Tumenggung Mayang).
5. Ratu Mas Banten, istri Ki Ageng Juru Mertani.
6. Ratu Mas Japara.
7. Pangeran Adipati Benawa, Jumeneng Nata jujuluk Sultan Prabuwijaya ing Pajang 1585 - 1586.
8. Pangeran Sinduseno.
Pangeran Adipati Benawa ing Pajang, Jumeneng Nata jujuluk Sultan Prabuwijaya ing Pajang 1585 - 1586. Peputra cacah 16 :
1. Pangeran Mas Adipati ing Pajang.
2. Pangeran Sidowini, leluhur Kyai Matah Hati I.
3. Pangeran Kaputran ing Pajang.
4. Kangjeng Ratu Mas Hadi, Prameswari Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Hadi Prabu Hanyakrawati Ingalaga Mataram. Jumeneng Nata ing Mataram 1601 - 1613. Katelah Sinuhun Seda Krapyak.
5. Ratu Mas Hartati.
6. Ratu Mas Kalangon (istri Adipati Cirebon).
7. Ratu Mas Kencana Wungu.
8. Raden Ayu Pangalasan (istri Pangeran Pangalasan Trah Ampel).
9. Raden Ayu Barat Ketiga istri (Raden Tumenggung Singaranu/Patih Singaranu). Raden Tumenggung Singaranu bin Ki Barat Ketiga bin Pangeran Atas Angin bin Adipati Arya Penangsang ing Jipang bin Pangeran Sekar seda Lepen Adipati ing Jipang bin Raden Fattah Sultan Syah Alam Akbar I ing Demak Bintoro...
10. Raden Ayu Tambak Baya istri (Ki Tambak Baya bin Pangeran Pratahun/Pangeran Lautan ing Grobogan bin Adipati Arya Penangsang ing Jipang bin Pangeran Sekar seda Lepen Adipati ing Jipang bin Raden Fattah Sultan Syah Alam Akbar I ing Demak Bintoro...
11. Raden Ayu Gedhung Barung.
12. Raden Ayu Jungut.
13. Pangeran Arya Timur.
14. Raden Ayu Galuh.
15. Raden Ayu Jayanagara.
16. Raden Mas Pajang Pringapus.
Lalu dilanjutkan oleh Nagari Mentawis (Mataram) :
Dimulai Dari Ki Ageng Pemanahan (Ki Gedhe Mataram/Ki Ageng Mataram III) dgn Padmi Nyai Sabinah, peputra : asma Raden Bagus Srubut, lajeng asma Raden Bagus Danar atau Danang Sutawijaya, lajeng asma Raden Ngabehi Sa-Loring Pasar Pajang. Lajeng Jumeneng Nata jujuluk Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Panembahan Senopati Mataram. Jumeneng Nata ing Mataram 1586 - 1601. Katelah Sinuhun Kangjeng Susuhunan seda Bale Kajenar...
Mugi Barokah lan Manfaat kagem sedoyo putrawayah..,
Diceritakan Kembali oleh Tito Haroeng Binang...
[2/10/2024 01.36] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/LcWL6u2FAxXBHKa5/?mibextid=xfxF2i
SUNAN GIRI GELAR PRABU SATMOTO KHALIFAH ING GIRI GAJAH SAYYIDIN PANOTOGOMO
Anak anak Sunan Giri bin Maulana Ishaq bin Ibrahim Asmoro bin Jamaluddin al Husein Al Kubra
- Sunan Dalem
- Sunan Kulon
- Sunan Kidul
- Sunan Tegal wangi
- Nyai Gede Sawo
- Nyai Gede Seloluhur
- Nyai Gede Kukusan
#Warning Jangan di Tambah2 Lagi🤭🙏
#Terdata Semua keturunannya
[2/10/2024 01.37] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
https://www.facebook.com/share/p/PuvkZgCumeq6BdVC/?mibextid=xfxF2i
SAYYID ABDULLAH LEMBUNG . SUAMI NYAI AMINAH BUJUK LEMBUNG BINTI SUNAN CENDANA.
Di pesareannya tertulis Sayyid Abdullah. makam keduanya kumpul berada di Lembhung Morkoneng Kwanyar Bangkalan. nasab Sayyid Abdullah banyak versi, akan tetapi saya menguatkan beliau putra Khotib Pangeran Pakebunan/ Khotib Mantoh dengan argument sbb:
1. Silsilah Bani Ya’qub keluarga Kyai Yasin Kepang menantu Syaikhona Kholil bin Abdul Latif. silsilah beliau adalah Kyai Yasin bin Ya’qub bin Nasiron bin Ja’far Sodiq bujuk lajing bin Amin Bujuk Buqer bin Sorof / Musyarrof Toronan bin AbdurRahman / Ismail Bujuk Angsokah Kajjen Blega bin Abdullah Lembung bin Khotib Mantoh bin Panembahan Kulon bin Sunan Giri.
2. Silsilah Bujuk Pereng yaitu Kyai Sobahul Khoir Bujuk Pereng Blega bin Jafar Sodiq Bujuk Tokotoh bin Bujuk Tokkang Tandes Konang Timur bin Bujuk Gumbing Nung Gunung Blega bin Mas Abdullah Plakaran bin Khotib Mantoh bin Panembahan Kulon bin Sunan Giri. Menurut Bani Ya’qub Abdullah Lembung di sebut juga Abdullah Plakaran karena memang ibunya dari kerajaan Plakaran Arosbaya Yaitu Raden Ayu binti Kilemah Duwur raja Arosbaya. Hal ini belum saya cek ke Plakaran Arosbaya. apakah betul di sana tidak ada makam yang namanya Abdullah bin Khotib Mantoh ? jika makamnya ada di sana, berarti Abdullah Plakaran adalah saudara Abdullah Lembung. Dan sebaliknya jika tidak ada di Arosbaya, kemungkinan besar adalah orang satu dengan Abdullah Lembung. dengan begitu Bujuk Gumbing Nunggunung Blega adalah putra Abdullah Lembung alias Abdullah Plakaran.
Adapun khilafnya sbb :
1. ada yang mengatakan mungkin putra Khotib Raden Kabul Pangeran Aji Gunung, seperti Bendereh Muzammil Murombuh . beliau masih ragu, juga ketika saya lihat di catatan bendereh Habib Murombuh guru silsilah Bendereh Muzammil tertulis” Khotib pakebunan/ khotib Aji Gunung Madegen Sampang bin Panembahan Kulon yang berjuluk Sultan Agung Ing Mataram . padahal antara Khotib pakebunan dengan Khotib Aji Gunung itu beda orang. Khotib pakebunan adalah Khotib Mantoh karena berdasarkan silsilah Bani Ya’qub dan Bani Bujuk Pereng yang di maksud Khotib Pakebunan adalah Khotib Mantoh sesuai manuskrip yang ada di makam Khotib Mantoh di keraton Madegen Sampang, yang di tulis oleh sejarawan ahli yaitu Zainal Fatah Bupati Pamekasan . Sedangkan Khotib Aji Gunung yang makamnya berada di kampung Aji Gunung kecamatan Sekar Sampang, tertulis putra Pangeran Mas . jadi yang sesuai adalah, Khotib Pakebunan adalah Khotib Mantoh. Juga di catatan bendereh Habib tertulis bahwa Sayyid Abdullah ini sepupu dengan Sunan Cendana. Menguatkan bahwa Nyai Gede Kedaton ibu Sunan Cendana, saudara dengan Khotib Mantoh ayah Sayyid Abdullah Lembung
2. Ada yang mengatakan bangsanya adalah BaSyaiban, cucu Sayyid Sulaiman MojoAgung. ini saya dapat dari Kyai Abdul Hannan Nawawi . pendapat ini sangat lemah karena Abdullah bin Ali Akbar bin Sayyid Sulaiman, ayah Bujuk Asror Langgundih yang bangsanya BaSyaiban, zamannya jauh di bawah Abdullah Lembung , dan makamnya menurut informasi yang saya dapat dari Ra Muzawwir Hariri Gunung Sereng itu ada di Tongguh Arosbaya, dan ini katanya banyak di akui oleh Bani Asror. Abdullah bin Ali Akbar berjuluk Kyai Patih , sehingga ada kesimpang siuran informasi bahwa Abdullah Lembung dari Pati , ada yang mengatakan Jawa Tengah ( Pati ) , yang sebenarnya itu di karenakan sejak awal mereka salah sangka menganggap Abdullah lembung adalah Abdullah Basyaiban yg berjuluk Kyai Patih.
Abdullah bin Ali Akbar berjuluk Kyai Patih , sehingga karena banyaknya simpang siurnya informasi , ada sebagian orang mengatakan Abdullah lembung suami Nyai Aminah binti Sunan Cendana ini dari pati , ada yang mengatakan dari Jawa Tengah , yang sebenarnya itu berawal dari salah sangka mereka bahwa Abdullah lembung adalah Abdullah bin Ali Akbar yang berjuluk Kyai Patih. 3. Juga ada yang mengatakan Abdullah bin Arif SegoroPuro BaSyaiban. pertama kali mengatakan ini adalah Yek Muhammad bin Mahfud Bangil dan Mas Maskur Sidogiri.
LOKASI LEMBUNG, SUMUR KUNING , KWANYAR, BANGKALAN
و الحمد للّه ربّ العالمين
صلّى اللّه على محمّد









































































































































0 komentar:
Posting Komentar